Perkenalkan namaku Arka Mahendra Putra, nama ini kudapat dari mendiang ayahku. Mungkin ayahku memberi nama tersebut agar aku bisa menjadi matahari yang mampu menerangi orang banyak. Aku ingat dia pernah berkata kepadaku "Tidak peduli sekasar apapun wanita itu, dia akan menunjukan sisi lembutnya pada pria yang ia cintai." Aku tidak percaya ayah berkata seperti itu, sementara dia sangat takut kepada ibu.
"Ayah, terima kasih telah mengajarkanku bagaimana lelahnya hidup. Terima kasih telah menguatkan bahu dan pundakku."
Lalu ibuku adalah wanita tegar yang selalu menyemangati dan menemani ayah dari belakang. Setelah ayah meninggal, ibu sangat terpukul karena kepergiannya. Namun, setelah beberapa hari ibu pun menerima semua kenyataan pahit itu. Dia mendekapku sambil berkata "Cinta dapat hilang seiring usia berakhir. Tapi, seseorang yang pernah mencintaimu dalam kurun waktu yang begitu panjang tak akan pernah menghapusmu sebagai jalan pulang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Penipu Ulung
RandomSeorang manusia naif yang tidak rela akan adanya perpisahan.
