Bagian 11

2.5K 366 7
                                        

Happy Reading

Hinata membuka tiap lembar buku Sasuke dengan tegang. Hanya melihat raut wajahnya saja sudah bisa ditebak kalau ia syok dengan isi buku itu.

Cara mengawali obrolan dengan pujaan hati.

Cara membuat topik dengan pujaan hati.

Cara merayu pujaan hati.

Cara menyenangkan pujaan hati.

Hal romantis yang bisa dilakukan dengan pujaan hati.

Isinya terlalu mengejutkan untuk dilihat. Bahkan, buku cara jitu menembak pacar saja kalah lengkap dengan yang saat ini dipegang Hinata.

Terlalu detail dan....

Bahkan, Hinata sebagai perempuan dibuat menganga. Apalagi, dia juga menemukan judul cara melamar pujaan hati. Begitu matangnya rencana yang dibuat.

Sasuke duduk dengan tenang dengan luka disudut bibirnya. Matanya masih menatap Naruto dengan jengkel.

Atmosfer atap sekolah yang seharusnya sejuk karena terkena angin sepoi-sepoi terasa mencekam. Neji dan Kiba memilih pergi setelah tau alasan Sasuke. Tersisa Naruto yang mengkerut menempel pagar pembatas.

"Sudahlah, Sasu. Aku tidak bermaksud menonjokmu. Kukira kau akan melakukan hal-hal buruk pada Hime-ku." Mata Naruto berkaca-kaca. Ia melirik sekilas pada Sasuke dan kembali menunduk saat tatapan membunuh masih terpatri untuknya.

Jika kau jadi Naruto. Apa kau akan diam saja saat melihat kekasihmu ditarik paksa entah kemana?

Hanya pacar sinting yang akan melakukan hal demikian.

Naruto langsung menonjok Sasuke tanpa ba-bi-bu dan menarik Hinata yang masih syok ke belakangnya.

Tapi...

Setelah mendengar alasan Sasuke, semua seketika berubah hening. Apalagi saat mereka membaca kata perkata yang tertuang menjadi paragraf absurd yang bisa menyesatkan pembacanya. Namun, disisi lain Naruto malah bersemangat membuat Hinata tersipu malu.

"Aku perlu dia untuk mengajariku berhubungan dengan Cherry."

Well, alasan yang bisa diterima. Karena Hinata itu wanita pastilah lebih mengerti mana yang lebih tepat untuk dilakukan untuk menjalin hubungan romantis.

Mereka memilih untuk pasrah dengan keadaan Sasuke yang kadar kebodohannya melebihi Naruto dalam urusan cinta. Sudah cukup dengan tingkah Sasuke yang membuat pening.

Hinata berdehem pelan untuk menarik atensi pria dingin di depannya. Dia mengulurkan buku 'aneh' itu kepada pemiliknya yang menatapnya penuh tanya.

"Uhuk... Sebenarnya, untuk menjalani sebuah hubungan. Tidak perlu memakai teori atau rencana apapun." Hinata menjelaskan perlahan.

"Hal-hal yang kau tulis, jangan jadikan patokan untuk memulai hubungan. Itu hanya saran. Lebih baik, jadi dirimu sendiri dan nikmati seluruh prosesnya."

Hinata mendesah lelah melihat Sasuke yang terpaku menatap lantai. Naruto juga diam-diam mencuri dengar petuah dari kekasihnya itu.

Sasuke mendengar dengan penuh penghayatan. Dari sini ia mulai menyadari kalau ternyata ia terlalu berlebihan.

Baru nyadar!


Perkataan Hinata terngiang-ngiang di kepalanya. Ia sudah bertekad akan say hai dulu pada Cherry dan mulai membentuk suatu hubungan sederhana sebelum melanjutkan ke yang serius. Paling tidak, ia harus punya rencana menuju pelaminan.

YOUtubeR LOVER ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang