Hm, sepertinya yang baca dan komen di cerita ini jadi semakin sedikit ya :')
―
Ruangan Konseling itu menjadi satu-satunya ruangan yang masih menyala di SMA Kyewang pada malam selarut ini.
Minho masih menatap Seungmin dengan tatapan tidak menyangka setelah mendengar tanggapan lelaki itu mengenai topik prostitusi di sekolah yang sedang ia diskusikan bersama kedua siswanya; Seungmin dan Felix.
"Woah, ternyata kamu bijaksana juga ya, Seungmin," pujinya kemudian.
Felix yang duduk di sebelah Seungmin pun kini tengah memandanginya dengan tatapan tak menyangka sekaligus takjub pada sorot matanya. Ia juga tidak menyangka kalau Seungmin akan berkata seperti itu.
"Sebenarnya, ucapan Seungmin ini adalah hal yang Bapak ingin dengarkan dari kalian," kata Minho kemudian, lalu menatap Felix dan Seungmin bergantian. "Apakah pertanyaan ini berdasarkan rasa hormat untuk para siswa di sekolah ini atau tidak? Kalau jawabannya tidak, kita perbaiki dari sudut pandang siswa."
Felix mengangguk mengerti. "Baiklah, kami akan memperbaikinya akhir pekan ini," ucapnya, lalu menoleh pada Seungmin. "Bagaimana?"
Seungmin balas menoleh dan menatap Felix dengan polos. "Apa?"
"Kamu punya waktu akhir pekan ini?"
"Aku?" Seungmin menunjuk dirinya sendiri, lalu menoleh pada Minho dengan pandangan bertanya.
Minho mendesah panjang saat melihat siswanya itu malah menoleh ke arahnya, seakan meminta bantuan jawaban darinya. "Tinggalkan rumah sejenak dan lakukanlah hal lain, Seungmin. Setidaknya di akhir pekan saja."
―
Seungmin memandangi foto profil akun kakaotalk Felix pada ponselnya sambil memijit pelipisnya yang berdenyut. Bukan foto Felix yang terpasang di sana, melainkan adalah gambar karakter meme pentol dengan sebuah tulisan di sampingnya. Hidup setengah hati.
Seungmin masih memikirkan apakah ia harus menghubungi lelaki itu atau tidak ketika tiba-tiba saja dua buah chat dari Felix masuk ke notifikasi ponselnya.
Aku bisa kerjakan kuesioner sendiri.
Biar aku saja kalau kamu sibuk.
Seungmin menghela napas. Ia jadi merasa bersalah pada Felix ketika membaca chat tersebut.
Guk! Guk!
Tiba-tiba terdengar suara notifikasi gonggongan anjing pada ponselnya. Bukan ponsel yang saat ini Seungmin pegang, melainkan ponsel lain yang tergeletak di atas kasur. Ponsel dengan tempelan stiker karakter kartun anak anjing di sudut kanan atas layarnya. Ponsel khusus untuk bisnis.
Seungmin meraih ponsel bisnisnya dan melihat notifikasi pada aplikasi Doggo yang mengatakan bahwa Klien Jisung me-request pekerjaan. Ada dua opsi yang bisa dipilih oleh Seungmin; terima atau tolak. Dan Seungmin menekan opsi terima. Setelah itu, ia kembali menaruh atensi pada ponselnya yang satu lagi. Pada chatroom Felix.
"Argh!" Seungmin kembali memijit pelipisnya yang berdenyut saat membaca ulang chat yang diterimanya dari lelaki itu.
Beberapa menit kemudian, ia sudah berdiri dari duduknya dan melakukan sandiwara kecil pada seorang ilusi di depannya. Lebih tepatnya, melakukan latihan untuk berbicara dengan Felix.
"Aku bisa bantu..."
"Kalau kamu butuh bantuanku..."
"Tidak apa-apa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Extracurricular [Stray Kids]
FanfictionSeorang siswa teladan SMA, yang mendalami dunia kejahatan yang serius, perlahan menemukan "kehidupan ganda"-nya berubah ketika seorang teman sekelasnya tertarik dengan rahasianya. [Remake from Netflix Original Series "Extracurricular"]
![Extracurricular [Stray Kids]](https://img.wattpad.com/cover/223248287-64-k457493.jpg)