04; Han Jisung

1K 170 21
                                        

Langit mulai berubah gelap ketika Jisung menelusuri gang kecil menuju sebuah dorm kecil di ujung jalan. Ia melirik ke kanan dan kiri terlebih dahulu sebelum akhirnya menekan bel interkom yang terpasang di depan pintu dorm.

Beberapa menit kemudian, Jisung sudah duduk di depan meja cermin sambil menyisir wig berwarna pirang yang baru saja ia pakai untuk menutupi rambut aslinya. Seragam sekolahnya juga sudah ia ganti dengan mengenakan pakaian bermotif yang terlihat lebih rapi dan lebih lucu untuk dandanannya.

"Ah, semakin kupikirkan, semakin aku kesal," keluhnya saat bercermin.

Jisung lalu menoleh pada lelaki yang sedang duduk bersandar di salah satu kasur. "Yohan hyung?"

"Hm?" Lelaki yang disapa Yohan itu menyahut.

"Lihat ini! Ini barang yang aku ceritakan kemarin," Jisung kemudian bangun dari duduknya dan menghampiri Yohan sambil membuka ponselnya.

"Apa itu?"

"Ini," Jisung duduk di sebelah Yohan dan memperlihatkan situs jual beli online yang menampilkan gambar casing ponsel pada layar ponselnya. "Cantik, bukan?"

"Ya! Harganya 320.000 won?!" Yohan tampak terkejut saat melihat harga jual barang tersebut. "Ini barang yang kamu bilang dicuri oleh seseorang kemarin?"

Jisung mengangguk lemas.

"Ya, kalian berdua itu gila tau!" komentar Jihoon yang duduk di kasur lain. Ia menatap Jisung sambil melanjutkan, "Bajingan yang menerima hadiah mahal itu, dan siswa SMA yang menghabiskan banyak uang untuk dia. Apakah kamu tidak sadar kalau hubungan kalian berdua itu sudah gila?!"

"Hei, jangan jahat pada Jisung," ucap Yohan pada Jihoon.

Sementara Jisung pura-pura tidak mendengarkan ucapan Jihoon yang menyindir kekasihnya dan juga dirinya.

"Jadi? Kapan perayaan hari ke-100 kalian?" tanya Yohan, mengalihkan pembicaraan.

"Pekan depan," jawab Jisung sambil menyekrol layar ponselnya. Tiba-tiba saja matanya membulat ketika mendapat sebuah notifikasi pada ponselnya. "Oh? Apa-apaan ini?"

Jihoon melirik tidak antusias, sementara Yohan menunjukkan wajah penasaran.

"Tunggu, apa yang terjadi?" Jisung memegang lengan Yohan dengan wajah panik, sementara tatapannya masih mengarah pada layar ponsel. "Hyung! Jumlahnya berkurang satu! Ada orang lain yang membelinya! Aku harus bagaimana ini? Hueee!" rengeknya kemudian.

Yohan dengan sigap memberikan pahanya untuk tempat bersandar Jisung.

"Aku harus bilang apa pada Hyunjin nanti?" rengeknya saat berbaring di atas paha Yohan, sementara lelaki yang lebih tua itu menenangkannya.

"Bergembiralah, Jisung," kata Yohan sambil mengelus kepala yang lebih muda.

Di tengah suara rengekan Jisung, pintu dorm tiba-tiba saja terbuka dan masuklah seorang lelaki lain yang tampaknya menunjukkan aura yang lebih dewasa dibandingkan keseluruh lelaki yang ada di dorm tersebut.

"Hei, rambutmu." Itulah komentar Yohan pertama kali saat melihat Taeyong yang masuk ke dorm sambil menghisap vape di tangannya.

Jisung menegakkan tubuhnya ketika melihat siapa yang datang. Ia tidak terlihat antusias dengan kedatangan lelaki itu. Tatapannya malah kembali fokus pada layar ponsel.

"Kalian harus tau. Aku sangat stres dan mengalami hari yang berat sejak kemarin!" ucap Taeyong, lalu kembali menghisap vapenya sambil mengambil posisi duduk di salah satu bangku. "Apakah kalian tidak kepanasan?"

Extracurricular [Stray Kids]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang