Sesungguhnya aku tidak begitu paham apa itu arti kesepian. Aku mencoba menebaknya, mungkin jawabannya adalah kesendirian yang sepi. Sunyi, mungkin itu juga tepat. Saat mendengan kata sunyi tentu tak jauh dari arti damai. Namun jika kita pikirkan lebih jauh, sunyi bukan berarti damai. Jika sepi itu sunyi dan bukan damai maka ini terasa menyiksa dan berat saat manusia melaluinya.
Aku merasakannya saat kesepian rasanya membuatku depresi. Aku rasa bukan aku saja yang mengalaminya. Hidup ini terasa menyiksa, sumpek, dan pengap. Kesepian membuat semuanya terlihat buruk, bahkan cahaya kebahagiaan tertutup rapat olehnya. Bahkan hidup ini terasa sudah tak layak jika di teruskan.
Aku mencoba mengingat apa saja objek kesepian. Yang aku ingat tentu saja seseorang yang terlalu berarti untuk kita. Keluarga misalnya, saat terbiasa bersama mereka aneh rasanya jika terpisah. Tentu saja kesepian disebabkan oleh minimnya komunikasi dan percakapan antara kita dan orang lain. Lalu kita tentu saja sadar bahwa kekasih juga berpengaruh pada rasa sepi, kita butuh perhatian. Bagaimana dengan teman, tentu saja mereka berarti. Teman terlalu dibutuhkan saat manusia memerlukan komunikasi yang lebih. Saat kita menjadi teman tentu saja akan mendengarkan ocehan orang tanpa pamrih, begitu pula sebaliknya.
Setiap orang tentu merasa sulit untuk terbiasa sepi. Mulai sekarang mari kita temukan komunikasi yang lebih banyak. Berbicara apa saja yang kita mau juga akan lebih baik. Juga, carilah orang dan jadikan ia menjadi orang yang berharga itu akan membuat kita jauh dari kata sepi. Tapi semua tergantung hatimu, apakah kau benar- butuh semua ini?
