'15 April 2027, Kediaman rumah Han, Distrik seo, Daegu, Korea selatan'
•
Hari mulai malam, Pria yang sedang berada di balkon kamarnya kini, sedang menatap bintang yang sedang menemani nya saat ini. Sekali-kali dirinya menghitung bintang-bintang yang menurutnya lebih terang. Kebiasaan itu sering ia lakukan di saat ia sedang bosan ataupun sedang kesepian
Entah sudah berapa kali ia menghembuskan nafas lelah. Dirinya memang sudah lelah berada di dunia fana ini. Tak ada teman ataupun keramaian di hidupnya hanya akan ada kesepian menyedihkan bukan ?. Han Seokjin , Sang kakak pasti sedang sibuk dengan dokumen yang berada di ruang kerja nya sekali kali menatap laptop yang dengan senang hati berada di atas meja.
Jika dirinya ikut dalam perjalanan menuju busan bersama orang tuanya apakah ia akan bersama orang tuanya di surga ? Atau ia masih hidup ? Entahlah ia juga tak mengerti dengan takdir tuhan. Orang tua nya meninggalkannya sejak kecil alhasil kakaknya, Han Seokjin yang selalu memberikan kasih sayang kepadanya dan memberikan apa pun yang ia inginkan.
Jika bukan Seokjin yang menjadi alasannya hidup pasti dirinya sudah bersama orang tuanya disana.
"Bolehkah aku merubah takdirku tuhan ?" Ujar Taehyung sambil Menutup matanya dan dapat merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.
Jujur ia ingin sekali meninggalkan dunia ini untuk pergi mengunjungi orang tua nya yang mungkin sedang melihat nya dari atas sana.
"Kau sedang apa Tae ?" Suara yang memecahkan lamunannya sesaat. "Lagi mencari angin Hyeong." jawab Taehyung sambil menampakan senyuman khasnya.
Seokjin hanya mengangguk dan berujar kembali.
"Sebaiknya kau tidur ini sudah larut."
"Baik Hyeong."
.
.
.
.
'16 April 2027, Perusahaan SH Lountaiment, Daegu, Korea selatan.'
•
Wajah murung So Hyun menghiasi kegiatannya hari ini. hal itu membuat seketaris Bae merasa bingung, tak biasanya Ceo SH Lountaiment tampak murung seperti ini.
"Hyun mengapa wajah mu seperti itu hm ?" Tanya Seketaris Bae sambil memberikan secangkir kopi favorit Wanita di hadapannya.
"Eonni Banten sialan itu kembali lagi ke london. Aku jadi merindukannya baru beberapa hari di sini , Mengapa ia harus pergi lagi !?" Kesal So Hyun dan segera mengambil secangkir kopi favorit nya dari Bae Irene.
"Mungkin dia sibuk Hyun, Kau juga harus mengerti dengan pekerjaannya di sana." Ujar Irene sambil duduk di samping So Hyun. Memang dirinya harus mengerti dengan Jimin tetapi, Mengapa harus kekasihnya yang mengurus di sana bukankah masih ada saudara nya yang pasti bisa mengurus perusahaan ayahnya di london.
"Sebaiknya kau mencari udara segar sebelum kau menjadi mayat hidup di sini." Ucap Irene sambil mendorong pelan tubuh So Hyun.
"Yak ! Aku bosmu, Mengapa kau menyuruh ku keluar huh !" Kesal So Hyun.
"Apa kau mau Jimin melihat wajah jelek mu itu , sebaiknya kau ke salon untuk mengurusi wajahmu itu"
"Benarkah ? Apa wajah ku tidak cantik lagi ? Sebaiknya aku harus ke salon agar Jimin tak melihat wajah ku ini." Ujar So Hyun sambil menyambar kunci mobil nya yang berada di atas meja kerjanya dan langsung berlari keluar ruangan.

KAMU SEDANG MEMBACA
SUNSET
أدب الهواةDesiran ombak menghanyutkan setiap perasaan ku terhadapmu. Angin bertiup lirih sambil menerpa halus wajahku. Menutup pelan kelopak mataku untuk mencoba menikmati halusnya pasir di sore hari. Matahari mencoba menyembunyikan dirinya di sela-sela tangi...