Kegagalan

8 2 0
                                    

Pagi ini, aku terus memikirkan bagaimana cara nya untuk berbicara di depan banyak orang seperti layaknya salles yg mempromosikan barangnya.

Mengapa begitu? Direktur Cafe meminta aku untuk bersaing dengan Bora teman kerja ku untuk mendapatkan jabatan sebagai penguasa Cafe Cabang di Seoul.

Aku benar" berharap aku dapat mendapatkan kesempatan ini untuk merubah nasib keuanganku sekarang.

Aku pergi bekerja dengan jantung yang berdetak kencang karna hal tadi.

Kini aku sudah berdiri di depan untuk mempromosikan Cafe tempat kerjaku. Aku benar" gugup karna jujur saja baru satu kali aku merasakan bicara di hadapan banyak orang dan wartawan" yg meliput setiap perkataan yg keluar dari mulutku.

Namun yg janggal, tampaknya aku melihat Kai berada di balik kaca Cafe dan mendukungku dari sana. Ia melambaikan tangannya. Namun ia tetap menutupi postur tubuhnya agar tidak tertangkap media dan menjadi issue.

Sekarang adalah waktu yg paling mencengangkan kan bagiku. Pengumuman dari Direktur Cafe atas siapa yg berhasil mendapatkan kesempatan mulia ini.

"Yak baiklah, yg berhak mendapatkan kesempatan emas ini adalah..... Bora. Selamat"

Yah, Bora lah yg mendapatkannya. Aku benar" kecewa dengan diriku sendiri. Aku sudah berusaha namun tetap saja gagal. Ada apa dengan ku?

Aku berjalan pulang dengan tubuh yg lemas dan lesu. Aku kecewa dengan diriku. Mengapa aku tidak memanfaatkan waktu emas ini dengan baik.

Akhirnya aku memutuskan untuk duduk di trotoar malam ini sekejap melepaskan penat dan rasa kekecewaan ku terhadap diriku sendiri.

"Mengapa kau seperti putus asa seperti ini?" Kai yg tiba2 sudah duduk di sampingku. Entah kapan ia datang, atau mungkin dia malah mengikuti ku.

"Eoh Jonginiee, kau mengagetkan ku"

"Mianhaeyo... Kau kenapa?"kai

"Aku kecewa dengan diriku Jonginie, aku gagal dalam hal kecil demi kesempatan besar ini huh"

"Apa kau berusaha dengan sungguh-sungguh?"kai

"Tentu saja, semalaman aku mamikirkan hal ini, tapi tetap saja gagal.. ada apa denganku"

"Hei hei, tenang lah... Ini bukan kegagalan Hyejin-ah.. ini awal dari sebuah perjuanganmu"kai

"Jangan pantang menyerah, teruslah berusaha.. aku yakin kau pasti bisa"kai

"Aku lelah Jongin-ah.."

"Jjajangmyeon seperti nya hangat di makan malam ini, mau?"kai

"Aku tidak memiliki nafsu makan"

"Jika pergi denganku juga tidak bisa mengembalikan nafsu makanmu?"kai

"Aishh tak berguna sekali hidupku"kai

"Anniyo Jongin-ah. Yg aku rasakan hanya kekecewaan"

"Kau harus makan, ayolah..."kai

"Kau tidak mau makan? Baiklah jangan harap kau bertemu denganku lagi"kai

"Heiii mengapa kau memaksaku... Baiklah ayo kita pergi makan"

"Hah, kau memang takut kehilangan diriku?"kai

"Tidak Jonginie... Ayo pergi makan"

"Aish kau seperti nya sedang tidak mau di goda"kai

Akhirnya aku memutuskan untuk makan Jjangmyeon bersama Kai malam ini. Setelah selesai makan pun aku tidak merasa lebih baik.

"Hyejin-ah, sudahlahh.. jangan bersedih terlalu lama.. masih banyak kesempatan untukmu selagi kau benar-benar memiliki niat"kai

"Jongin, Mengapa kau mau dekat denganku?"

"Kau bicara apa? Apa maksud mu?"kai

"Kau seorang Idol, banyak yg menyukai mu, tapi kau mau saja dekat denganku, aku ini hanya pelayan Cafe dan perempuan yg bodoh"

"Lalu apa masalahnya?"kai menatap heran

"Apa kau tidak takut terhadap issue jika kita terus pergi bersama?"

"Hah, sudah biasa bukan? Mengapa aku harus takut"kai

"Jawablah dengan jujur!"

"Aku benar-benar tidak merasa takut akan hal itu"kai

"Jika kita di issue kan memiliki hubungan? Padahal aku hanya sebatas penggemar"

"Hei kita ini sama sama manusia, apa yg berbeda? Jangan pernah merendahkan diri di depanku Hyejin, aku tidak suka..."kai

"Oh mianhaeyo, aku hanya ingin tahu..."

"Kau jangan pernah bicara hal itu lagi ya? Jangan merendahkan dirimu dan menaikkan derajatku.. bagiku kita sama"kai

"Baiklah, maafkan aku Jongin"

"Kali ini aku memaafkan mu hye.."kai

"Ini sudah malam, mari aku antar kau pulang..."kai

"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.. aku tidak mau merepotkan mu"

"Merepotkan bagaimana, aku yg meminta mengantarkan mu pulang... Ayolah Hye"kai

"Baiklah..."

Aku pun pulang dengan di antar oleh Kai untuk kedua kalinya. Aku merasa dia adalah pacarku, namun realitanya aku ini hanya penggemar bukan perempuan idamanya.

Jongin Pov

Entah ketika aku bersama Hyejin aku merasa tenang. Jujur aku belum mengenalnya jauh, tapi aku bisa merasakan jantungku berdetak kencang setiap kali aku bersamanya.

Aku benar-benar kacau gara-gara dia. Aku ingin sekali dia merasakan apa yg aku rasakan.

Aku akan terus mengikuti kemanapun ia pergi. Aku hanya ingin tahu jauh tentangnya. Dia adalah perempuan yg baik dan sopan bagiku.

Apakah boleh aku mencintai nya?

Jongin Pov End.

































Gimana" guys?
Next ga nih?

Terus support admin ya. Ily😘

Love and Delusion With EXOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang