Belum sedetik ku mengecap euforia
Tapi sudah kau rengut paksa
Belum rampung ku merajut asa
Tapi sudah kau hempas cuma-cuma
Salahkan hujan yang menghanyutkanku padanya
Hingga membawa sesak yang tak fana
Salahkan tinta pena yang lancang mengukir namanya
Hingga menebar luka dalam sukma
Bukan anganku menari diatas retakan kaca
Namun kau cerca seolah rasaku tak ada artinya
Bukan inginku berlabuh pada jiwa yang renta
Namun mengapa ku dibuang layaknya sang pendosa?
A.S.A,West Borneo
121019
