2 • dua kasus

239 22 3
                                        

TANGANNYA berkeringat dingin, kepalanya ia tundukan menatap ujung sepatu hitamnya dengan semburat kecewa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

TANGANNYA berkeringat dingin, kepalanya ia tundukan menatap ujung sepatu hitamnya dengan semburat kecewa. 

Perempuan berusia tiga puluh empat tahun ditemukan gantung diri di tempat tinggalnya pukul empat dini hari. Tidak ada yang kesaksian yang melihat keadaan korban sebelum melakukan tindakan tersebut.

Lagi, detektif dari Kepolisian Gangnam itu gagal menangkap pelaku dari kejahatan yang dilaporkan tadi siang. Selama lima jam lebih pemuda bernama Jeon Jeongguk itu mencari informasi sang korban, tapi tidak kunjung didapatkan —kecuali informasi mengenai usia, tempat bekerja dan teman-temannya. 

Jeongguk berkali-kali memukul kepalanya dan menegaskan bahwa itu adalah pembunuhan, dilihat dari tempat tinggal korban yang sangat ganjal. Gantung diri. Memang tidak mengacu pada suatu hal yang membuat seseorang berpikir bahwa itu adalah perbuatan orang lain. Namun, dirinya detektif, bukan? Ia bisa melihat keganjilan tersebut, tapi berkali-kali ia mencari barang bukti dimanapun, mengacak rumah korban —tapi tidak sampai merusak TKP, menelepon teman-teman korban yang masih berhubungan dengannya dan mencari informasi melalui tempat pekerjaannya pun sulit. 

Dalam menyelesaikan kasus ada tiga hal penting yang harus diketahui oleh seorang detektif. Bukti, alibi dan motif. Jelas ketiganya tidak dapat dipecahkan olehnya saat ini. Lalu waktu dapat dimanipulasi begitupun dengan alibi. Sampai saat ini Jeongguk hanya mencurigai empat teman dari korban yang sempat datang mengunjungi rumah ini sebelum korban mati.

"Jeon Jeongguk," panggil Inspektur Namjoon. Jeongguk mendongak, "kita tutup saja kasus ini. Tidak ada yang perlu dicari lagi. Bukti juga tidak ada, bukan? Ini bukan tindakan pembunuhan dan tidak perlu diurus lebih oleh Divisi I." Inspektur Namjoon melihat jam tangannya. "Kembalilah ke ballroom pada pukul setengah sebelas malam. Kita mendapatkan kasus lagi."

Jeongguk menghela napas panjang setelah Inspektur Namjoon keluar dari ruangan, pria itu mengusap wajah kasar. Lee Ji Eun menyentuh pundak Jeongguk. Detektif perempuan tersebut mencoba menenangkan pria yang sedang menyalahkan dirinya sendiri, lagi. 

"Jeon, maaf jika aku tidak bisa membantu kasus ini. Korban adalah seorang perempuan dan merupakan seorang guru sejarah, seharusnya aku dapat menempatkan posisiku."

Jeongguk menoleh lalu menggeleng pelan. "Bukan salahmu. Aku yang terlalu lelet dan tidak bisa mengumpulkan barang bukti," balasnya lalu memasukan tangan ke dalam saku. "Sudahlah, aku ingin makan malam. Sudah berapa hari aku tidak makan enak."

Ji Eun menghela napas kasar. "Kuharap kau tidak melakukan sesuatu yang nekat, Jeon Jeongguk."

Jeongguk hanya melambaikan tangan ke atas. Punggung pria berusia dua puluh enam tahun itu menghilang perlahan menuju pintu keluar. 

Pikiran Jeongguk masih melayang pada keempat teman korban yang belum mendapatkan kejelasan di mana mereka ketika korban menghembuskan napas terakhir. Jika kasus ini merupakan perampokan, tidak ada yang dicuri. Sial, sungguh sial, yang ia temukan hanya secarik kertas dengan tulisan tidak jelas. Jeongguk melirik kertas tersebut lalu mengambilnya perlahan. Mungkin kertas tersebut bisa digunakan nantinya.

 Mungkin kertas tersebut bisa digunakan nantinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

»¤«

POLISI GANG

POLISI GANG

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

A/N

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


A/N

Ada yang bisa nebak kodenya gak? :p satu, dua part perkenalan dulu ya jadi dikit. Part selanjutnya lebih panjang kok. Thankyou for reading!!

Surrender || Taekook!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang