3 • bertemu

268 17 3
                                        

AIR dari keran yang Jeongguk putar kepalanya mengalir, membersihkan tangan pria itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

AIR dari keran yang Jeongguk putar kepalanya mengalir, membersihkan tangan pria itu. Jeongguk diam sebentar, membiarkan air itu membasahi jari-jarinya, lalu menatap wajah pada pantulan cermin. 

Tadi dia keluar sebentar untuk mencari makan, tapi yang Jeongguk dapatkan adalah nyinyiran dari berbagai manusia di luaran sana. Katanya, Jeongguk tidak pantas disebut sebagai seorang Detektif Kepolisian Gangnam. Pria itu merasa telinganya panas dan memutuskan untuk berbalik arah, meninggalkan mereka yang masih mengeluarkan kata untuk meremehkan dirinya. 

Jeongguk mendorong pintu dan terlihat sudah banyak polisi dari divisi manapun berkumpul di sana. Jeongguk berusaha menutup telinga dan mengabaikan pandangan saat ada orang yang membisikan namanya dan melirik pemuda itu dengan sinis. Menghampiri Detektif Ji Eun, Jungkook duduk di dekatnya. Inspektur Namjoon sedang berdiri di depan layar yang menunjukan korban dari pembunuhan berantai tersebut. 

"Tidak ada gambar pelaku. Yang hanya kita temukan adalah sebuah peluru berukuran 55 sentimeter di samping korban." Inspektur Namjoon berpindah gambar, seorang pria berusia empat puluh dua tahun tergeletak di dekat trotoar sekitar pukul tujuh malam tadi dengan darah mengalir dari keningnya yang bolong tertembak oleh pistol milik pembunuh tersebut. "Kita tidak memiliki informasi lebih dari korban lagi." 

Semua yang berada di sana menghela napas kasar. Saling berpandangan dan mulai berdiskusi kenapa kasus ini belum juga terselesaikan. Kalau dilihat-lihat dari kasus pembunuhan dua tahun lalu, pembunuh tersebut hanya menggunakan stocking wanita jika korbannya adalah wanita untuk membunuh. Lalu dengan benda tumpul jika korbannya adalah seorang pria. Pistol dengan peluru sebesar itu merupakan harga mahal yang harus dibeli pembunuhnya. Wow? Apakah pembunuh tersebut sudah naik kasta? Dapat membeli senapan atau pistol semahal itu. 

"Kasus ini akan diberikan kepada Detektif Seokjin, melihat banyak kasus yang sudah diselesaikan olehnya." Suara Kim Joon Myeon terdengar menggema di dalam ruangan tersebut. Kepala kepolisian dari Gangnam sudah memutuskan pada siapa kasus ini akan diselesaikan.

Kim Seokjin mengangkat tangannya, pria yang sedari tadi hanya mendengarkan dan tidak tahu apa-apa ingin memberikan komentar. 

"Ya? Ada apa Detektif Seokjin?" tanya Inspektur Namjoon padanya. 

"Saya harus menyelesaikan kasus perampokan di Bank pada dua hari lalu. Sampai saat ini pelaku belum ditemukan. Bank swasta tersebut sudah kehilangan uang sebesar 80 miliar won. Saya harus mencarinya segera agar pencuri tersebut bisa langsung ditindaklanjuti."

Kepala kepolisian Kim Joon Myeon menghela napas kasar. Ia menatap Detektif Seokjin tidak suka karena sudah menolak permintaannya. "Kau bisa menyerahkan tugas itu pada detektif lain, Detektif Seokjin. Kasus pembunuhan berantai ini harus segera dihentikan."

Detektif Seokjin meringis, bukan seperti itu, maksudnya, kasus tidak bisa dengan mudah diserahkan begitu saja. Dirinya sudah hampir menyelesaikannya, sudah mengumpulkan banyaknya barang bukti, tinggal melakukan investigasi pada orang-orang yang dicurigai. 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Surrender || Taekook!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang