Gadis asing yang masuk ke dalam hidupku. Gadis manis yang berambut tak lazim. Sangat baik hati dan lembut hingga membuatku jatuh kepesonanya.
Ia memberikanku dan keluargaku kebahagiaan yang hangat. Tetapi itu hanya sementara dimana saat seseorang di...
Aroma khas kopi menyeruak didalam café milik Naruto. Sasuke menatap teman-temannya dengan datar. Oh, ayolah Sasuke harus menemui meeting penting setelah ini.
Saat ini Sasuke tengah menyesap secangkir cappuchino pesanannya. Telinganya menyimak pembicaraan teman bodohnya itu. Naruto mengerucutkan bibirnya saat tidak mendapat respon dari Sasuke.
"Teme!kau mendengarku tidak?" seru Naruto saat ia tidak mendapat respon dari Sasuke.
"Hn, aku mendengarmu" respon Sasuke akhirnya setelah sekian lama terdiam. Mata tajamnya menatap Naruto datar.
Sasuke berdiri dari duduknya. Naruto menatap Sasuke bingung. Sasuke memberikan selembar uang pada Naruto. "Aku akan ada meeting penting setelah ini" Jelas Sasuke setelah membayar minuman Cappuchinonya.
"Hei!, kau bahkan tak menjawab satupun pertanyaanku!"
"Aku tak peduli"
"TEME!"
Sasuke hanya menatap datar pintu yang akan ia buka, saat Naruto berteriak memanggilnya. Apakah ia tidak malu saat diliat oleh pegawai, dan pelanggannya? Kurasa urat malu milik Naruto sudah putus saat ini.
o0o
Bintang-bintang di langit bersinar terang saat Sasuke sampai di depan mansion mewahnya. Desain mansion ini seperti sebuah istana yang megah. Ini semua, karena kemampuan arsitek dan designer interior milik Kisame. Setiap detail dan fungsional mansion itu benar-benar cocok untuk Sasuke. Terutama pada karakteristiknya yang calm.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Taidama~" salam Sasuke saat memasuki mansionnya. Ayame sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut tuannya. Meski Sasuke sudah memberitahu kepala pelayan itu untuk tidak menyambutnya, wanita itu tetap saja menyambut Sasuke.
"Okeri~ Sasuke-Sama" Ayame menyambut tuannya.
"Saka sudah tidur?" Tanya Sasuke sambil melepas sepatunya, dan jasnya.
"Ya, Saka-Sama seharian penuh ini bermain bersama Sakura-San. Sepertinya Saka-Sama menyukai Sakura-San."
Mendengar perkataan dari Ayame membuat Sasuke mengerutkan dahinya bingung. Sebegitu mudahnya Sakura dan Saka bisa dekat? Setahu Sasuke, tidak ada yang bisa mudah dekat dengan Saka sampai seperti Sakura, karena ia benar-benar dingin dan tertutup kepada orang lain. Teman-teman sebayanya sendiri bahkan tidak pernah bisa seperti itu. Ya, mungkin mereka hanya dekat sesaat.