The 2nd Death - Greed

19 1 0
                                    

Pembunuhan terjadi di pusat kota.
Pengacara ditemukan terbunuh.

Begitulah headline koran hari ini yang cukup menarik pembaca, dikopi di setiap pedagang koran pinggir jalan.

"Tenang. Baik, tolong tenang semua."

Puluhan wartawan memenuhi gedung berlomba-lomba mengambil gambar serta informasi, saling menginginkan posisi paling depan agar informasi yang akan disampaikan oleh Jaksa Choi Seungcheol tertangkap dengan jelas dan mudah untuk mengajukan pertanyaan. Handphone, kamera, dipegang dengan eratnya sambil mempertahankan posisi mereka agar tidak tergeser oleh wartawan lain.

"Begini cara kerjanya; aku akan menjawab pertanyaan untuk 10 menit, tidak lebih dan tidak kurang. Ajukan pertanyaan dengan bijak, tenang, dan teratur atau aku akan pergi.

-Aku tidak akan membahas rincian penyelidikan ini, jadi jangan susah-susah bertanya."

Sementara di gedung yang sama tempat yang berbeda, beberapa wartawan mengejar Wonwoo yang terlihat sedang berjalan terburu-buru.

"Detektif! Detektif!"

"Maaf, tidak sekarang." Jawab Wonwoo sambil terus berjalan menunduk.

"Tolong detektif, sebentar saja!"

"Sorry, tidak."

Lalu Wonwoo berbelok ke salah satu ruangan dan pintu langsung tertutup, para wartawan tertahan oleh beberapa polisi yang berjaga.

Sebuah ruangan yang terhubung dengan ruangan lainnya mengharuskan Wonwoo terus berjalan menuju ruangan tujuannya. Sesampainya di ruangan yang dituju, Wonwoo mendapati 2 bawahannya yang sedang melakukan tugasnya dan langsung duduk di satu-satunya kursi putar di ruangan itu.

"Apa saja yang sudah kalian temukan?"

"Belum ada bos."

"Mengapa kalian tidak istirahat? Pergi beli kopi di kedai sebrang."

2 bawahannya yang diketahui bernama Kihyun dan Changkyun mengangguk dan langsung berdiri begitu saja. "Baiklah, terimakasih bos."

"Kami punya berita terbaru, kami pergi ke pusat kota di mana pengacara Eli Gould ditemukan terbunuh hari ini."

Suara pembawa berita dari televisi mengalihkan atensi Wonwoo yang sedari tadi menatap langit-langit ruangan menjadi menatap 2 televisi di depannya.

"Jaksa Choi Seungcheol sedang menjawab pertanyaan dari wartawan."

Lalu suara Jaksa Choi Seungcheol menyapa telinga Wonwoo dari televisi.

"Itu konyol dan menghina. Tidak ada konflik, dan setiap klaim mungkin ada yang tidak bertanggung jawab.

-Saya baru bertemu dengan penegak hukum pejabat, dan mereka meyakinkan saya bahwa mereka sudah memilih orang terbaik untuk menyelesaikan kasus ini.

-Ini akan memberikan kejelasan bahwa keadilan bertindak cepat-"

Klik

Wonwoo segera mematikan televisinya; merasa kesal dengan kalimat 'mereka sudah memilih orang terbaik' maksudnya si manusia sok senior Mingyu? Dia yang terbaik? Yang benar saja.

Mendengkus sambil mengacak rambut adalah opsi terbaik saat Wonwoo merasa kesal, dia berdiri di tengah ruangan, dengan tulisan besar di lantai.

Tulisan yang ditulis menggunakan darah.

GREED

Merundukan sedikit badannya lalu menatap foto perempuan di depannya dengan bingkai, perempuan yang diketahui namanya sebagai Eli Gould; seorang pengacara. Bukan hanya foto dengan bingkai biasa, namun darah turut menghiasi foto tersebut.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 26, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Deaths; SEVENTEENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang