BAYAN rawi menjinggakan langit kala Doppo keluar apartemen. Rute kantor mempertemukannya kepada berkas cahaya yang menjadi tamu kehormatan untuk rambatan morning glory, membayang di daun-daun. Mereka saling meninggikan tangkai. Sama halnya salju. Sisa-sisa hujan menenangkan tanah dan menjadikannya indah di mata Doppo.
Pukul tujuh kaki menginjak lantai kantor. Memulai prosedur repetitif. Pekerjaan diawali dengan mengubah hitam pada komputer menjadi binar di mata. Memenuhi panggilan atasan untuk mengecek barang yang akan dikirim. Menyempatkan diri kembali ke kantor demi absen, dan dalam keadaan rambut tidak serapi pagi, diperkenalkan kepada seorang wanita karier.
Teknisi Biomedis nomaden. Bertugas di perusahaan untuk tiga bulan ke depan. Menjadikan sore sebagai alasan, relasi dimulai dan ditutup dengan jabat tangan.
❀
Doppo langsung meminta Hifumi untuk memenuhi lowongan usaha tanpa gaji kala Jakurai-sensei menghubungi di awal malam. Teknisi Biomedis yang akan Doppo dampingi tiga bulan ke depan adalah insinyur yang menemukan solusi dari efek samping pemasangan selang nasogastrik. Hifumi, sejak dua menit yang lalu memainkan dasi Doppo.
"Aku akan bekerja. Bukan berkencan." Siapa tahu Hifumi malah membentuk kupu-kupu hijau.
"Kau tahu seri Harry Potter yang dibuat beberapa dekade lalu? Kalau tidak memandang personalitas, Topi Seleksi akan memasukkanmu ke dalam Asrama Slytherin."
Pernyataan itu tidak perlu ditanggapi.
"Dasimu sudah serupa mereka. Ditambah sedikitnya teman—"
"Aku coret namamu dari daftar pertemananku."
Hifumi girang seperti biasa. "Kalau begitu, kau tidak akan punya teman."
Yang penting penampilannya hari ini wajib necis.
❀
Awalnya Doppo mengira akan menjadi pemandu perusahaan atau mungkin menjadi asisten laboratorium, ternyata dia yang memakai setelan formal langsung minta ditemani 'jalan-jalan'. Mengejutkan sekali kemunculan tiba-tiba setelah berbalik.
Berjalan di samping pekerja dengan kinerja sepertinya membuat Doppo merasa inferior. Bagaimana kalau dia mengacaukan rancangan kerja Bu Insinyur karena tidak sengaja menumpahkan kopi panas ke muka narasumber? Bagaimana kalau pencetan jarinya di laboratorium membuat investasi meledak? Bagaimana kalau dengan dirinya yang hanya sementara dapat menjatuhkan kerja keras insinyur itu untuk selamanya—
"Kannonzaka Doppo, kan, namamu?"
Sebuah kehormatan namanya diingat.
"Tidak perlu begitu formal saat berbicara padaku—begitu pula dengan panggilan nama. Aku panggil kamu Doppo, boleh?"
Dagu Doppo mengiyakan permintaan. Lalu, "Bagaimana jika saya lebih muda—"
"Kannonzaka Doppo. Kelahiran 15 Mei tahun XXXX. 29 tahun. Kau lebih tua beberapa bulan dariku."
"Maaf, maafkan saya."
"Santai saja. Jakurai-sensei bilang kau anak yang baik serta unik."
Refleks tubuh Doppo mengangkat mata. Tidak heran jika keduanya terhubung sebuah mitra. Bila memang dunia sesempit ini, itu kah berarti wanita ini mengetahui bahwa Kannonzaka Doppo juga pasien dari Dokter Jinguji Jakurai?
❀
Pasien yang akan didatangi membatalkan pertemuan secara sepihak. Kensel mengunjungi rumah sakit. Matahari beranjak naik, kebetulan di samping jalan ada restoran.
Sang teknisi biomedis bertanya seputar perusahaan besar yang baru dimasukinya. Doppo dapat merasakan kecepatan adaptasi. Dia jadi membayangkan jika dirinya yang sebagai distributor menjepit telepon di antara kuping dan bahu, memegang pulpen di tangan kanan sementara tangan kirinya mencoba menggali informasi dari buku, bagaimana dengan insinyur alat medis yang mengejar napas pasien. Apakah waktu menjelma menjadi pemburu untuknya? Bagaimana cara memikirkan pemecahan kasus jika selalu tersudut? Apakah, apakah....
Sebaiknya sudahi dulu sebelum ia dianggap lelet makan. Yang mungkin bakal menimbulkan anggapan tidak kompeten. Dasar kayu mati—kunyah!

KAMU SEDANG MEMBACA
𝐢𝐧𝐯𝐞𝐫𝐬𝐞-𝐬𝐪𝐮𝐚𝐫𝐞 𝐥𝐚𝐰 ↯ kannonzaka doppo
Fanfiction𝓚. 𝓓. ✧ ❝ Bisa jadi ini formula dari sebuah relasi. ❞ Hypnosis Microphone © King Records, Idea Factory, Otomate. B'day Fanfiction for Kannonzaka Doppo [15/5] ©2020