In a family no ones fight alone.
======
Callaway, 10.58 am.
The backyard.
Sudah seminggu berlalu sejak kejadian pengiriman kotak misterius itu. Paket itu jelas tidak dikirim menggunakan perusahaan penyedia jasa pengiriman paket, itu sebabnya tidak ada alamat pengirim yang tertera. Bob juga bersikeras tidak tahu-menahu soal pengirimnya, katanya seorang anak kecil tiba-tiba memberikan kotak itu untuk diberikan kepadaku. Bukan berarti aku tak percaya dengan ucapan pria tua itu, tapi tidak ada satu pun anak kecil di sekitar avanteea yang sesuai dengan deskripsinya walaupun aku sudah menelusuri seluruh isi avanteea berhari-hari. Ya, memang banyak kemungkinan lainnya untuk membuktikan ucapan Bob. Secara gamblang pria tua itu memang tidak pernah mengatakan dari mana asal anak itu, dan bisa saja dia memang bukan pasien atau wali pasien di avanteea. Kalau menyesuaikan deskripsi Bob -baju anak itu lusuh dan tubuhnya kurus- mungkin seorang tunawisma yang tidak sengaja lewat di sekitar sini.
Bob melemparkan selang air dengan sengaja, dia jelas ingin membuyarkan lamunanku di tengah aktivitas rutin kami menyirami tanaman di halaman belakang. Pria tua itu kini menatapku lirih dan berdecak kesal dengan kedua tangan di pinggang. "Sampai kapan kau akan menjadi seorang pemikir? Berhenti berpikir dan siram peony yang hampir layu itu."
Dengan malas ku raih selang air yang sudah mulai berkarat di bagian ujungnya. Air mulai mengalir selepas Bob memutar keran air. Baru beberapa detik setelah pria tua itu mengomeliku sekarang wajahnya sudah menggerutu lagi. Dia kesal karena semburan air itu ku arahkan asal ke depanku. "Hey, lakukan dengan benar."
Badanku hanya bergeser sedikit tanpa benar-benar memperhatikan perintahnya. "Ku rasa kita melewatkan sesuatu yang penting, Bob."
Sabit yang sedari tadi berada dalam genggaman Bob sudah tergeletak di dekat rerumputan dan pria tua itu berjalan lambat mendekatiku. "What? Ya, karena matamu tidak fokus pada objek yang seharusnya."
Tanganku bergerak terlalu cepat hingga air tersembur membasahi setengah badan Bob. "No, Bob. Pikirkan ini, kau sudah cukup lama tinggal di daerah ini dan terlalu mengenalnya sampai-sampai kau bisa dengan mudah membedakan penduduk asli sini dengan orang-orang asing. Lalu kau bilang kau tidak bisa mengenali anak itu, itu berarti dia memang bukan penduduk sini. Dengan deskripsi yang kau sampaikan bisa saja dia hanya seorang tunawisma yang melintas di sekitar sini."
Dengan tubuh setengah basah kuyup Bob mengangkat kedua tangan ke atas. "What? This again!"
Secara reflek tanganku menepuk-nepuk pundak Bob, walaupun secara sadar aku tahu sudah membuat jersey bola kesukaannya basah. "Listen. Menurut data statistik, terdapat 7% pelajar gelandangan yang hidup terlantar di gedung-gedung terbengkalai atau mobil usang. Jumlahnya mungkin sekitar 680ribu jiwa setelah meningkat dua kali lipat dari jumlah yang dilaporkan 2004 silam. Memang sedikit sadis peningkatan jumlah ini karena pekerjaan yang tidak tetap, harga tempat tinggal yang terlalu mahal, kekerasan dalam rumah tangga dan belakangan ini krisis obat penenang. Dengan tubuhnya yang kurus dan baju lusuh, dia mungkin salah satu pelajar gelandang di luar sana."
Bob menyingkirkan tanganku dari bahunya dan membiarkan terik matahari mengeringkannya. Dia mengibaskan ujung bajunya dan segelintir air mulai keluar setelah ia memilinnya. Dengan langkah kaki sedikit tertatih-tatih ia bergegas meninggalkanku. Tanpa memerdulikan selang air yang sudah ku lempar ke sembarang arah, aku mengikuti Bob dari belakang. Ia memutar matanya begitu aku semakin mendekat.
"Tidakkah kau berpikir sama denganku?" serangku dengan pertanyaan-pertanyaan lain yang kuyakin tidak ingin ia dengar.
Napas Bob mulai tersenggal dan langkah kakinya terhenti. Ia mematikan keran air setelah membungkukkan setengah dadanya. "Then, what? Jika teori analisis anehmu itu benar, apa yang akan dilakukan gadis manja sepertimu untuk mencari satu bocah diantara ratusan ribu bocah lainnya." Dia sengaja memberi penekanan saat menyebut gadis manja untuk membuatku berhenti mengganggunya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aeolian
Mystery / ThrillerMereka menyebutnya Aeolian; seiring berhembusnya angin, kebenaran akan terkuak dan cinta akan menemui jalannya. _______Kehidupan normal yang semula dijalani Bianca Lee mendadak berubah menjadi penuh teka-teki. Bermula ketika secara misterius ia terb...