Happy Reading
Jam menunjukkan pukul 10.35 Am
Gadis itu pulang larut malam karena tugas kelompok yang mengharuskan nya untuk pulang selarut malam.
"ya tuhan ini sudah larut malam, dan aku baru saja selesai mengerjakan tugas, sementara yang lain sudah pulang duluan karna mereka selesai terlebih dahulu daripada aku. Smoga saja kejadian kemarin tidak terulang lagi" batinnya berdoa dalam hati
Gadis itu berlari untuk segera sampai rumahnya karna takut kejadian kemarin malam terulang lagi. Namun suara jeritan seseorang terdengar ditelinganya.
"Akhh... tolong! Siapapun tolong aku" suara jeritnya semakin keras ditelinga gadis berambut sepinggang itu.
"Dimana suara itu? apakah suaranya berasal dari perempatan disana?" Tanyanya seorang diri
Dirasa yakin sumber suara itu berasal dari perempatan jalan disana, gadis itu memantapkan langkahnya untuk mencari tahu siapa yang meminta pertolongan.
Tubuh gadis itu kaku, badannya pun tak bisa berkutik dengan pandangan terkejut karna pemandangan didepannya dimana seorang pria yang sedang ditusuk diarea perutnya membuat organ tubuh dalamnya keluar
Saking terkejutnya, ia mundur perlahan-lahan dan tidak menyadari bahwa kakinya menginjak botol hingga berbunyi. Membuat pria yang sedang menusukkan pisaunya ke korban menoleh kepada nya
Ia pun tersadar dan segera berlari, mungkin karna tubuhnya yang shock karna melihat adegan pembunuhan sadis itu membuat dirinya mudah tertangkap.
"Lepaskan aku, pembunuh" teriaknya ketakutan, gadis itu menyadari bahwa lelaki didepannya memiliki manik bola mata berwarna cokelat terang, yang pernah menggoreskan pisau lipat nya kearah betis dan pipinya
"Aku tidak akan melepaskan mu untuk kedua kalinya gadis manis" ujarnya menyeringai
"Tidak.. tidak kau pria yang pernah ingin membunuh ku,kau pria gila!, Dan kau pria psycho" teriaknya dengan tangan yang memukul dada pria didepannya
"Baguslah kalau kau ingat, dan kau tidak akan bisa lolos dariku lagi" ucapnya sambil menusukkan pisau kearah betis sang gadis yang pernah pria itu lakukan seperti sebelumnya nya hingga membuat gadis itu pingsan tak sadarkan diri.
***
Saat gadis itu tersadar dari pingsan nya, pertama kali yang ia lihat adalah ruangan gelap temaram yang berantakan. Dengan tembok yang penuh coretan darah yang sudah mengering. Dan yang membuat nya ketakutan adalah potongan jari,gigi, dan hidung seseorang yang dijadikan sbagai koleksi didalam toples itu
Serta baju korban penuh darah dimana-mana membuat ruangan ini menjadi bau anyir
"Mungkin ini ruangan mutilasi pria gila yang tadi membawanya" pikirnyaDan ia pun tersadar juga bahwa kaki tangannya yang diikat kencang dengan tali serta mulutnya yang dibekap oleh lakban. Dan yang membuatnya ingin menangis adalah baju rajut yang ia pakai tadi, sekarang telah tidak ada dan yang tersisa hanyalah tanktop putih serta celana hotpans pendek yang melekat ditubuhnya.
"Tolong..lepaskan aku.." teriaknya dengan suara yang tidak jelas akibat mulutnya yang dibekap lakban.
Ceklek..
Suara pintu yang dibuka membuat gadis itu bersiap siaga walaupun keadaan yang tidak memungkinkan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're Mine✓
Teen Fiction"You're mine" David Jackson alexander "no, i'm not yours" Mina corelyn Mendengar Mina berkata seperti itu membuat David naik pitam. David langsung mengurung dan menyudutkannya ditembok, sambil membisikkan "You will be mine and will forever be mine...