Terdiamkan Wabah
Karya : M. Daffa Abiyyu Rahman
"KESAL!" ketusku. Malam itu seharusnya menjadi perayaan yang meriah, namun semuanya senyap. Hanya sahutan antar masjid dari kejauhan yang terdengar. Tidak ada keramaian, sunyi senyap tanpa lautan manusia.Umumnya, kala seperti ini, masyarakat besok akan menghambur tanah lapang. Syukur dan pujian akan terucap di antara mulut manusia. Hari yang disebut sebagai kemenangan, sekarang menjadi runyam dengan wabah.
"Fa! Kamu imam, ya." Ucapan itu diberikan oleh ibunda. Aku hanya menganggukkan kepala, sementara adikku langsung menepuk-nepuk pundakku, seakan mengejek.
"Cie yang jadi imam," komentar adikku. Aku tidak menanggapi banyak, kecuali menutup mataku, mengatakan bahwasanya inilah perayaan terbesar tahun ini, yang terbungkam oleh wabah.
Bogor, 29 Mei 2020
#Challenges2
#CeritaKami
#LebaranTahunIni
DaffaMage

KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Kami
Short Story[Kumpulan Cerita] Berisi kumpulan cerita pendek dan cerita mini karya anggota keluarga grup kepenulisan Great Writer's Soon batch 1. #GWS_Family #Batch1 #NoPlagiat #2020