prt(4) botol minuman

251 9 0
                                        

Apa yang sebenarnya terjadi, Kenapa kamu begitu membenciku,bahkan di kali pertama kamu melihatku

_senjana_

Apa kalian pernah menyukai seseorang, namun sebelum menyelam lebih dalam kalian kehilangan arah, kalian memutuskan kembali tapi kalian tertahan? Kalian tertahan untuk kembali ke permukaan. Hal seperti itu yang sedang di rasakan Senja sekarang, belum lama menaksir langit, belum lama jatuh hati pada Langit, sayapnya sudah patah. Jika kalian di posisi ini apa yang akan kalian lakukan? Kalian ingin melupakan tapi entah apa yang membuat kalian tertahan. Jujur ini adalah hal yang mengekang, sakit? Jelas, ingin berhenti? Lagi lagi logika dan hati beradu argumentasi.

Setelah kejadian di rooftop kemarin Langit meninggalkan senja sendiri, ketika senja turun dia sudah di cerca berbagai pertanyaan oleh Salma dan Marcel, tentang tangannya yang berdarah dan kacamatanya yang pecah. Di rumah Senja juga di marahi oleh Bundanya. Dan bahkan dengan bodoh senja hanya menjawab 'tadi jatuh, terus kacamataku pecah, pecahannya kena tangan' setiap kali di tanya alibi bodoh itu yang selalu Senja jawab kan. Dia tidak berkata bahwa dia telah di lukai oleh pangeran dalam mimpinya. Sungguh Sangat bodoh.

Hari ini hari senin hari paling di benci setiap murid. Karena ada upacara bendera yang wajib di ikuti seluruh siswa dan guru juga tenaga kependidikan. Senja berangkat ke SMA menggunakan angkutan umum, karena ayahnya tidak dapat mengantar.

Senja berjalan keluar kompleks rumahnya menuju jalan raya, di perbatasan dia menghentikan akot berwarna biru.

"Pak pak. "

Senja memanggil tukang angkot, setelah angkot itu berhenti senja masuk ke dalam angkot. Senja duduk paling belakang. Dia menatap pada jalanan, senja memikirkan kejadian kemarin. Apa yang membuat Langit melukainya,bahkan Langit saja tidak mengenal dia. Kenapa harus seperti ini. Dan kenapa rasa suka ini tak bisa bermetamorfosa sebagai benci. Kenapa setelah tersakiti rasa sukanya tidak berkurang. Senja menatap nanar aspal jalanan dari balik kaca angkot. Dia mengedipkan matanya dan air mata begitu mudahnya mengucur dari sana.

"Hey, kakak kenapa?"
Pertanyaan itu mengejutkan senja. Perkataan dari anak SMP di sebelahnya.

Senja menoleh dan menatap gadis itu sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Kakak jangan geleng geleng, secha tau kakak lagi ada apa-apa. Secha cuma mau bilang, masalah ngak seharusnya di pendam sendiri kak"

"Ada berbagai masalah yang harus di pendam dek. " ucap senja tersenyum

"Tapi gimana hati kakak? Kalok kakak gak mau cerita sama temen kakak saran Secha cerita aja sama Secha, karna Secha kan orang asing, setelah Secha pergi kakak gak perlu hawatir akan maslah kakak, itu akan tersimpan rapat, karna Secha orang asing yang ngak kenal kehidupan kakak"

Secha tersenyum pada senja. Senja membalas senyuman gadis ber kuncir kuda itu dan menggenggap tangannya. Entah dorongan apa yang membuat Senja ingin membagi perasaannya pada gadis ini.

"Dek, kakak lagi suka sama orang, kakak suka sama dia sejak pertama kali ketemu. Tapi kemarin adalah hari menyedihkan, kamu liat tangak kakak. Di perban. Kaca mata kakak juga ganti." Ucap senja sambil melihat tangan kiri nya yang di perban.

" Ini tentang dia yang entah kenapa secara tiba tiba menyakiti kakak. Sakit, tapi untuk berkutik, kakak ngak mampu, ada yang menahan kakak di hati untuk melawan dia. Dan ketika kakak pengen banget bisa melupain perasaan kakak yang belum lama tumbuh, itu ngak bisa"

Senja tersenyum kecut pada secha. Jujur Secha belum pernah merasakan yang seperti ini. Tapi Secha berusaha menghibur Senja dengan kata katanya

" kak, terkadang mungkin ini awal dari beribu hari indah berikutnya, mungkin ini awal rencana tuhan untuk memberikan kakak kebahagiaan yang sempurna" secha tersenyum sambil memandang senja. Perkataan Secha itu hanya sekedar penenang. Karna kita tidak pernah tau pada akhirnya kisah ini akan seperti apa

LangitSenjaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang