Happy reading
_____________♡______
Entah mengapa, berhalu akan dirimu seolah menjadi candu untukku
|
|
|
______
Pagi yang cerah, sinar mentari menyorot indah tanpa permisi melewati celah jendela, membangunkan gadis lugu yang terlelap indah dalam mimpinya. Mimpinya bersama pangeran pujaannya, mimpinya ketika pangerannya menaiki kuda dan membawanya berkelana, tapi... sinar mentari ini membangunkannya membuatnya lagi lagi mengingat ketidak pantasannya.
Gadis itu membuka matanya
"Ahh.. apasih yang aku fikirin. Kenapa aku jadi segila ini ya tuhan. " gadis itu tersenyum kecut seraya menyibak selimut dan turun dari ranjang.
Tok tok tok
"Senja! Bangun ini kan hari pembagian kelas jangan sampai kesiangan."
Seketika senja mendelik. Dia benar benar lupa akan hal itu.
Dia segera manarik handuk dan berjalan ke kamar mandi
"Iya bun! Senja mandi sekarang!
Wanita paruh baya didepan pintu ber cat pink itu pun tersenyum.
"Iya bunda sama ayah tunggu di bawah ya!" Dan dia pun meninggalkan pintu itu menuruni anak tangga.
*****
"Pagi ayah, bunda " sapa Senja pada Fajar dan Sinta sembari duduk di kursi menyiapkan diri untuk sarapan pagi.
Senja memakan sarapannya dengan lahap
"Ayah hari ini antar Senja bisa? "
Fajar menaikkan dagu dan menatap putri semata wayangnya sambil tersenyum
"Iya, ayah antar kamu hari ini "
"Yes! Jadi gak kesiangan"
Sinta menatap putrinya sambil tertawa
"Emang bisa ya kesiangan? Malang kan ngak macet, sayang! "
Senja tertawa renyah
"Iya bun! Maksut senja, senja jadi gak capek karna hari ini di antar ayah"
"Habisin dulu makanannya ja"
Fajar menggulung kerah kemejanya. Keluarga senja bisa dibilang harmonis. Ayahnya bekerja sebagai dokter dan bundanya ibu rumah tangga yang benar benar ada untuk dia, hal ini membuat senja tidak kekurangan bahagia apapun, sejak kecil senja selalu dimanjakan, selalu mendapat yang dia inginkan. Dia selalu herhasil mendapat yang dia mau.
"Senja udah selsai, yuk pa anter senja" ucap senja sambil beranjak dari tempat duduknya
Fajar pun mengikuti senja dari belakang
"Bun papa ke berangkat ya, mungkin lembur soalnya hari ini ada jadwal bedah " ucap fajar sambil menyalami sinta
Mereka berjalan ke luar rumah. Fajar dan senja memasuki mobil sementara Sinta berdiri di depan pintu sambil melihat mobil mereka berjalan melewati pagar rumah, semaki. Jauh dan tak terlihat.
Mobil putih itupun berjalan mulus membelah jalanan kota malang, udara yang masih sejuk mendominasi, juga jalanan yang tidak terlalu macet.
"Senja, sekolah nya gimana kemarin?" Tanya Fajar tiba tiba
Senja meboleh pada ayahnya
"Baik pa"
"Kamu udah punya temen" ucap fajar tanpa memalingkan wajah dari jalan
KAMU SEDANG MEMBACA
LangitSenja
Teen FictionTentang Langit yang membenci senja dan tentang Senja yang mencintai langit. Bisakah Senja mendapatkan cinta langit. Atau senja akan pergi karna tak tahan dibenci Langit? Simak ya !! ***** Ini crita pertama saya. Mohon maaf bila ada salah dari segi a...
