Seorang perempuan keluar dari bandara dengan sebelah tangan yang ia gunakan untuk mendorong trolley yang telah diisi dengan barangnya, dan sebelah tangan lagi ia gunakan untuk memegang ponsel yang sedang ia gunakan untuk menelfon.
"Iya ayah, aku mengerti"
"..."
"Ayah tenang saja, aku akan mencari hotel atau motel untuk sementara."
"..."
"iyaiya, aku akan rajin belajar."
"..."
"hey bodoh! Kenapa kau ambil ponsel ayah?! cepat kembalikan!-
"-atau akan kupastikan video aib mu itu, akan tersebar ke seluruh teman mu!"
"..."
"hallo ayah? hallo?. Ah ternyata ibu, aku kira ayah"
"..."
"iya iya ibu, aku tahu itu"
"..."
"ah ibu pelit sekali. Masa ibu tega, dengan anak mu yang imut ini?, anak mu ini tinggal sendiri di kota besar. Bagaimana jika uang saku ku habis?"
"..."
"ah baiklah ibu, aku akan hemat. Tapi apa kau tidak ingin menambah uang saku ku? kau boleh mengirim berapa sa-"
"sial!!. Kenapa Ibu memutuskan telfonnya?!" Rutuk perempuan itu, seraya melanjutkan jalannya kembali.
"EIFFELYN!" Teriak seorang laki-laki seraya menghampiri orang yang sedang di panggilnya.
"Vic, kemana saja kau?! Aku menunggu mu dari tadi, hampir saja aku akan naik taxi itu." ujar eiffelyn kesal
"Ayolah Eff jangan marah. kita baru bertemu lagi setelah hampir setahun. kau ingin langsung istirahat atau berkeliling sebentar?" tanya vic.
"Baiklah. Berkeliling sebentar" jawab Eff cepat.
"Ah tidak jadi, nanti saja kelilingnya. Sepertinya kau sangat lelah Eff," Jeda Vic sebentar "Oh iya aku telah mendapatkan tempat tinggal yang cocok untuk mu, apa kita mau kesana sekarang?"
"Baiklah, ayo cepat, sepertinya aku masih jetlag, kepalaku pusing sekali dan mual, huekk." ucap Eff seraya berjalan mendahului Vic dan meninggalkan barang barang nya.
"Hey Eff, kau melupakan sesuatu!" teriak Vic.
"ah iya aku melupakan barang-barang ku." jawab Eff seraya berbalik dan mendekat untuk mengambil barang-barangnya, "sebenarnya aku sangat lelah tapi aku masih sanggup membawa semua barang dan tas ku sendiri. ya ampun kenapa tiba-tiba kepala ku sangat pusing?!" ujar Eff berbohong agar Vic mau membawakan semua baranngnya.
"ah kau ini, hari pertama di California saja sudah merepotkan!" gerutu Vic, seraya membawakan barang milik Eff.
Eff, dengan santainya berjalan mendahului Vic seraya terkekeh kecil mendengar Vic yang sedang menggerutu kesal.
Setelah hampir satu setengah jam di perjalanan akhirnya, kami telah sampai di sebuah Rumah tempat penyewaan kamar, tempat nanti aku akan tinggal selama di California.
"Udah sampai." kata Vic seraya berjalan keluar mendahului ku.
"Vic, apa kau serius menyuruh ku tinggal di tempat ini?" tanya Eff seraya menunjuk sebuah Rumah susun dengan Pagar hitam tinggi dan dinding pagar yang penuh Coretan pilog.
"yup, lumayan kan tempatnya?"
"hey Vic, apa kau bercanda? aku ini phobia anjing Makhluk berair liur itu! tapi kenapa kau malah menyuruh ku tinggal di rumah yang ada Anjingnya?" kata Eff frustasi.
"Maksud mu?" tanya Vic dengan kening berkerut.
Eiffelyn tidak menjawabnya dan hanya menunjuk sebuah dinding pagar yang sebelumnya ia lihat yang di penuhi coretan pilog yang berisi kata-kata'hati-hati anjing galak!' atau 'awas binatang buas berkeliaran di dalam!!'.
"oh, itu? sebenarnya anjing yang di maksud adalah ibu pemilik Rumah ini." bisik Vic dengan mimik Horror.
"ma-maksud mu? ibu pemilik rumah ini adalah seekor anjing?" tanya Eff bingung.
"ah bukan. maksud ku ibu pemilik rumah ini sedikit buas, maksud ku dia sangat cerewet dan sedikit galak! tapi kau tenang saja ia tidak akan menggigit mu." jawab Vic.
"huhh, syukurlah dia bukan anjing."
"apa kau sekarang sudah siap untuk masuk?" tanya Vic seraya mengangkat barang-barang ku lagi.
"oke!" jawab Eff seraya melangkah masuk.
••••
∆Diary nyampah
heyy, gomen ya pendek, soalnya ini masih percobaan, kalau yang bacanya lumayan nanti bakal di lanjut*nggak janji
maaf ya kalau ancur maklum masih newbie jadi masih belajar juga, hehe
oiya, ini cerita gua yang ke dua, mudah-mudahan ada yang suka.
kalau mau, silahkan mampir ke cerita gua yang "Can I Find My Star?" mangaf promosi
-Eiffelyn di Mulmed :)
Makasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eiffel & London
Randomkadang hidup itu monoton tapi kadang juga kaya lari maraton!
