Kantin kantor hari ini cukup ramai, biasanya gak seramai ini cuman hari ini tanggal tua jadi rata-rata para pegawai milih makan di kantin kantor yang harganya lebih murah dibandingkan di cafe miriz wk.
Dimeja pojok dekat pintu masuk kantin kantor terdapat 2 perempuan yang sedang bercanda gurau.
"Eh Lis gimana revisi lu lancar" Seorang perempuan dengan wajah sekinclong mobil yang baru di cuci bertanya sambil menyeruput minumannya.
Seketika mood Lisa menjadi anjlok
"Ya gitu Sis" Lisa menjawab asal-asalan sambil memandang kantin yang semakin rame.
"Yaelah lu mah sensian mulu kalau ngomongin pak bos" Siska nyomot kentang yang masih utuh di piring Lisa.
Lisa ngegelepak tangan Siska, Siksa nyengir "Yaelah lu mah pelit"
Lisa memandang Siska males "Ya gimana gak sewot anjir gua udah revisi sembilan kali si bos tuh kayak punya dendam kesumat sama gua" Lisa motong-motong kentang yang ada di piring nya sambil ngebayangin kalau kentang itu si pak bos.
"Lis ih lu mah sayang itu, kentangnya buat gua aja" Siska langsung narik piring Lisa.
"Em sis gua duluan ya revisi gua belum selesai nih dikit lagi" Lisa langsung berdiri dari kursinya terus dadah-dadah ke Siska.
Siska cuman ngangguk sambil terus makanin kentang yang udah gak ada bentuknya.
******************************
"Huft akhirnya ya allah semoga revisi ke sembilan ini bisa diterima sama si pak bos aamiin" Lisaa komat-kamit sambil ngadahin tangannya abis itu narik nafas pelan sebelum masuk ke ruangan Pak bos.
"Selamat siang pak" Lisa menunduk hormat.
Lelaki yang sedang memandangin pemandangan di depan jendela pun langsung membalikan badannya dan duduk di kursinya.
"Hem" lelaki itu menjawab sambil memeriksa kembali laporan yang ada di meja nya.
"Maaf mengganggu waktu anda pak, saya mau memberikan-" belum Lisa menyelesaikan ucapannya lelaki itu langsung memotong ucapan Lisa.
"Simpen dimeja saya, kamu bisa keluar" Lelaki itu tetap fokus dengan laporan yang ada di meja nya.
Lisa yang mendengar itu langsung menyimpan laporannya "Baik pak permisi" Lisa langsung keluar dari ruangan lelaki itu.
"Cih gini amat punya bos yang mulutnya setengah ngomong aja irit" Lisa menghentak-hentakan kakinya kesel setelah itu langsung duduk lagi di kursinya.
**************************
"Mba Lisa di panggil sama pak bos di ruangannya" Riska wanita cantik, yang memiliki body mamah muda, sekertaris pak bos itu pun memandang Lisa dengan malas.
Lisa mencebikan bibirnya melihat pakaian yang di pakai Riska ni orang mau ngantor apa dugem?.
"Oke makasih tante" Lisa langsung berdiri melewati Riska begitu saja.
Riska molongo mendengar Lisa menyebutnya tante "Ih awas aja itu anak" Riska mengepalkan tangannya dan langsung balik ke mejanya.
******************************
Lisa mengetuk pintu pak bos dengan pelan. Setelah mendengar suara sautan baru dia masuk "Maaf pak kenapa bapak memanggil saya"
"Kamu lagi kamu lagi bosen saya liat muka kamu."
Suara tegas lelaki itu menggema di ruangan kedap suara ini.
"Udah berapa kali kamu ngerevisi laporan ini!" Lelaki itu menatap tajam lawan bicaranya yang sedang menunduk dari awal dia masuk ruangannya hingga sekarang.
"JAWAB!"
BRAK!
Lisa kaget ketika mendengar suara gebrakan meja "Em s..se.." belum Lisa itu menyelesaikan ucapannya Lelaki tadi sudah memotongnya.
"Jangan gagap cepat jawab! jangan membuang-buang waktu berharga saya"
"sembilan kali pak" Ucap Lisa dengan cepat sambil memainkan jari-jarinya.
Lelaki itu memijat pangkal hidung nya
"Ck saya gak ngerti kenapa kamu bisa di terima di kantor ini, apa hrd yang nerima kamu waktu itu lagi stres masa orang kayak kamu bisa di terima di kantor ini udah bego, gagap, bolot lagi." Lelaki itu langsung menghujami Lisa itu dengan kata-katanya yang pedas.
"Sekarang kamu keluar dari ruangan saya. Kamu saya kasih kesempatan sekali lagi, kalau kamu gagal siap-siap bersihkan mejamu"
"Siap pak makasih, saya permisi" Lisa langsung menundukan badannya dan pergi dari ruangan sialan itu.
"Abis dimarahin lu ya sama pak bos ahahaha" Riska tertawa bahagia.
"Dih gila lu tante dasar tante-tante kurang belaian" Lisa langsung pergi meninggalkan Riska yang mau ngamuk.
Lisa menghentak-hentakan kakinya sebel dia tuh masa udah revisi 9 kali tetep aja salah pengen nangis, pengen ngejerit, pengen ngamuk, cuman Lisa masih punya malu.
17.00
"Lis lu pulang sama siapa?" Siska mengotak-atik hp nya mesen ojol.
"Dijemput" Lisa memainkan kukunya sesekali melihat jam tangan yang melingkari di tangan kirinya.
"Oh yaudah gua duluan ya ini abang ojolnya udah di depan" Siska melambai-lambaikan tangannya.
Tiba-tiba datang seorang lelaki dengan wajah bahagianya "Sayang" Lelaki itu langsung memeluk Lisa dengan erat.
Lisa mengabaikan lelaki itu, Lisa langsung melepas pelukan lelaki itu dan berjalan keparkiran.
Lelaki itu bingung dan langsung menyusul Lisa.
"Sayang kamu kenapa?"
"Ngomongnya di rumah aja aku laper" Lisa menutup pintu mobil dengan kencang membuat lelaki itu kaget dan langsung masuk ke mobil.
Perjalanan yang mereka tempuh selama 20 menit sangat-sangat hening hanya ada suara helaan nafas dari mereka berdua.
Mereka keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah mewah mereka.
"Jadi kamu kenapa" Lelaki itu memandang Lisa.
Seketika Lisa langsung menangis, yang membuat Lelaki itu menjadi panik.
"Sayang hey kamu kenapa?" Lelaki itu membelai wajah Nara.
"Ka...ka..kamu jahat" Lisa memukul lelaki itu.
"Aku? aku buat salah apa sama kamu hem?" Lelaki itu membimbing Lisa ke sopa dan langsung mendudukan Lisa di pangkuannya.
"Kamu udah bikin aku lembur 9 hari terus tadi kamu malah marah-marah, bilang aku gagap, bego terus kamu gak nerima revisi aku lagi." Lisa menjawab dengan segukan.
"Maaf ya sayang a..aku lakuin itu karena aku cemburu maaf" Lelaki itu menundukkan kepalanya menyesal.
"Cemburu?"
"Iya Minggu kemaren kan kamu ketemu sama Chanyeol aku cemburu" Lelaki itu memalingkan wajahnya malu.
"Kamu cemburu sama kakak aku?" Lisa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Maaf abisnya kamu perginya cuman berdua"
"Jaehyun! kamu bikin aku begadang 9 hari cuman karena kamu cemburu? malam ini gak ada jatah. kamu tidur di sopa!" Lisa langsung meninggalkan Jaehyun dengan wajah terkejutnya.
"Gak ada jatah? tidur di sopa? ah sialan" Jaehyun meratapasi nasibnya dipojokan sopa.
![Lalisa Manoban [End]](https://img.wattpad.com/cover/225967981-64-k965991.jpg)