4. DARGO DAN ARQEES

85 5 1
                                        

Selamat membaca
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya semuaa

4. DARGO DAN ARQEES

"Gue nolongin bukan berarti gue suka sama lo. Tapi karna lo anak Kasuari" -Arthur Ganaswara

***

"eh ujan gerimis aje, ikan teri diasinin,"

"eh Acong kenapa melamun aje, kalo suka cepet dikawinin," ucap Bayu yang duduk disamping Acong dengan sepiring nasi berisikan oreg tempe dan telor dadar dari bu Besti.

"berisik lo Bay," omel Acong.

"maen dikawinin aja lo Bay, nikah dulu baru kawin," timpal Gibran.

"tau tuh, dipikir ayam kali ya dikawinin," tambah Ozan dengan membawa gitar yang ada di Warbes.

"emang nikah sama kawin beda Zan?" tanya Lintang polos.

"ya beda," ucap Ozan. "kalo nikah itu pake surat, nah kalo kawin pake urat,"

"emang kalo kawin dulu nggak boleh?" tanya Lintang lagi.

"nggak bolehlah, lo mau melendung dulu baru nikah," jawab Ozan serius. "dimana-dimana juga adanya hamil diluar nikah, bukan hamil diluar kawin,"

Lintang hanya mengangguk mengerti penjelasan Ozan. Kadang Lintang memang sedikit polos orangnya.

"santai mas bro," ucap Bayu cengengesan.

"tumben ya Jakarta ujan gini," ucap Acong.

"gapapa Cong bersyukur. Jadinya nggak panas banget kan," ucap Bayu.

Ozan mulai memetik gitar dengan iringan suara rintik hujan. "anjay melow gini bor,"

"apa sih Zan. Suka aneh sendiri lo," sahut Lintang.

"diriku sedang menghayati alunan senar gitar milikku ini," ucapnya dengan mata yang terpejam dan kepala digeleng-geleng menikmati suasana saat ini.

"gaya lo Zan," ucap Acong.

Mereka semua sedang berkumpul di Warbes dengan anak-anak yang lainnya selepas pulang sekolah. Sebagian ada yang di samping dan juga ada yang di depan warung. Setiap pulang sekolah mereka pasti akan berkumpul disini, meski sekedar berbincang tentang hal-hal yang tidak penting.

"lagi apa Han?" tanya Lintang.

"bahaya," jawab Raihan.

"bahaya kenapa Han?" tanya Gibran sedikit panik.

"biasa si Dargo mulai lagi," jawabnya malas.

Acong menghidupkan sebatang rokoknya. "biarinlah dia mah emang suka nyari gara-gara mulu anaknya,"

"palingan mereka kalah lagi sama kita," lanjutnya.

"gue heran sama Dargo kenapa nyari ribut mulu sama kita. Padahal kita adem-adem aja kagak ngeganggu dia sama sekali," ucap Lintang heran.

"ya kita yang adem tapi dia yang panasan orangnya," ujar Gibran.

"nggak ngerti gue sama pemikiran Dargo," ucap Lintang lagi.

"boro-boro mikirin orang Tang. Tadi aja nilai matematika lu lempeng terus noh," ucap Ozan.

"heh ngaca. Seenggaknya gue dapat nilai 1 daripada lo setengah doang gara-gara cuman nulis caranya aja," ucap Lintang balik meledek.

"itung-itung kuli nulislah ya Zan," sahut Bayu.

"iyalah nulis juga butuh penghargaan bor," ucap Ozan. "apalagi tulisan gue bagus tuh kayak diukir-ukir gitu,"

ARTHURTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang