Yuta menggeliat saat merasakan sesuatu yang membuat telinga sebelahnya terasa geli; seseorang tengah membisikkan kalimat, menyuruh dirinya untuk bangun. Ia mengerang pelan, sial sekali orang ini. Yuta enggan membuka matanya, rasa kantuk masih menyelimutinya, karena semalam ia menonton anime hingga larut.
Hal selanjutnya yang yuta rasakan—perutnya terasa berat. Seperti ada benda berat yang menindihnya. Sungguh, ia tak dapat menggerakkan tubuhnya. Yuta memutuskan membuka kedua matanya, untuk melihat pelaku yang mengganggu tidurnya.
"BOO!"
Double sial baginya. Yuta hampir mati, bagaimana tidak? Wajah pelaku yang menindih tubuhnya telah berada tepat didepan wajahnya. Belum lagi teriakan keras yang membuat nafasnya tak beraturan karena habis terkejut.
Sang pelaku—winwin, hanya terkekeh melihat reaksi yuta. Bahkan ia enggan untuk beranjak dari tubuh tetangganya itu.
"Kau?! Kenapa kemari?!" Tanya yuta dengan mengangkat setengah tubuhnya; guna menatap winwin sembari mengerutkan dahinya, ia sangat kesal.
"Apa kau lupa? Hari ini kau akan menjalankan dare mu." jawab winwin seraya menunjukkan senyum penuh arti di bibirnya.
Reflek—yuta menepuk dahinya keras. Dengan erangan putus asa ia kembali merebahkan tubuhnya seraya merentangkan kedua tangannya. Kemarin, ia mendapatkan dare dari temannya—kenta; ia harus menjadi budak winwin selama 24 jam.
Sebenarnya yuta tak keberatan menjadi budak, hanya saja ia kesal, mengapa harus winwin? Tetangganya itu sangat menyebalkan. Tentu saja winwin akan senang dan berlaku seenaknya pada dirinya nanti.
"Cepat bangun! Ini perintah dari tuan winwin." titah winwin layaknya seorang tuan kepada budaknya.
"Bagaimana caranya aku bangun jika kau masih menindihku bodoh?!" Yuta berteriak seraya kembali mengangkat tubuhnya. Demi tuhan, tubuh winwin memang terlihat kurus, namun terasa sangat berat saat menindih tubuhnya.
Winwin tertawa pelan sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia malu. Segera ia beranjak dari tubuh yuta, lalu duduk di pinggir ranjang; menunggu calon budaknya untuk bangun.
Menghela nafas pelan, yuta akhirnya bangun dari ranjang empuknya. Sungguh, ia sangat malas untuk melakukan dare ini. Batinnya berpikir, apa yang akan winwin lakukan pada dirinya nanti. Oh! Ia harap tetangganya itu tidak melakukan yang aneh-aneh.
"Aku mohon.. Jangan menyuruhku melakukan hal aneh." pinta yuta dengan tatapan memohon saat ia mendudukkan dirinya disamping winwin.
"Eemm.."
"Liat saja nanti." lanjut winwin sembari memeletkan lidahnya.
Sungguh! Yuta sangat kesal, tetangganya ini benar-benar menyebalkan. Ingin sekali ia meremas winwin hingga menjadi kepingan kecil.
◼ ◼
Suara tawa terdengar keras didalam rumah milik winwin, dan tentu saja suara tawa tersebut berasal darinya. Ia tak bisa menahan tawanya ketika melihat penampilan yuta yang kini—berpakaian layaknya seorang pelayan, lengkap dengan wig panjang bewarna coklat yang menghiasi kepalanya.
Rasanya yuta ingin loncat dari gedung yang sangat tinggi. Bagaimana tidak? Ia membenci penampilannya saat ini, berpakaian seperti perempuan serta dadanya yang terasa sesak akibat boobs palsu yang winwin pasang.
"Kenapa aku harus berpakaian seperti wanita?!" Teriak yuta tak terima.
"Kalau berpakaian pria nanti teman-temanku malah menyukaimu." jawab winwin dengan wajah berpura pura sedihnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
24 Hours •yuwin•
Fiksi PenggemarYuta sangat kesal. Ia mendapatkan dare dari temannya; yaitu menjadi budak winwin selama 24 jam. [ Oneshot ] BXB CONTENT! Don't like? Then don't read it!