Ganti Rugi (NamJin)

824 25 4
                                    

Seokjin adalah salah satu murid beasiswa di Bighit Art University. Dia sangat pintar hingga sampai semester 4 beasiswanya belum putus. Sebetulnya Seokjin sendiri lahir di keluarga kurang mampu, namun mimpi besarnya membuat dia memberanikan diri pergi ke Seoul dan mencari beasiswa.

Sekarang dia tengah berlari ke ruang rapat karena anggota komite lain telah menunggunya. Dia merutuk karena bisa-bisanya hari sepenting ini malah bangun kesiangan.

BRAK! Tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang. Dia menatap orang itu, dia tidak mengenalnya. Ah! Bukan itu yang penting. Yang terpenting adalah dia menumpahkan kopi panasnya ke kemeja orang itu.

"Ah, yaampun maafkan aku! Bagaimana ini?!" Paniknya, sambil tidak berhenti meminta maaf dan membungkuk.

Orang ber name tag Kim Namjoon itu menatap nyalang Seokjin. "Kau tau harga kemejaku berapa?"

Ciut Seokjin dibuatnya. Dia tau itu kemeja Gucci yang juga dimiliki oleh temannya, Hoseok. "Ma.., maafkan aku, aku akan menggantinya aku janji! Tapi maaf aku harus pergi sekarang, aku buru-buru." Baru Seokjin ingin pergi, tangannya ditahan oleh Namjoon.

"Hei! Mau lari dari masalah?"

"Tidak! Aku ada rapat, aku akan menggantinya tapi tolong ijinkan aku rapat, aku akan mencarimu nanti,"

Namjoon tidak kunjung melepas cengkramannya, dia malah melihat Seokjin dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Nampaknya kau tidak akan mampu mengganti kemejaku?"

"A... aku akan mengambil pekerjaan tambahan dan menggantinya bulan depan..." cicit Seokjin. Dia juga sebenarnya ragu dengan yang dia ucapkan, namun tentu saja dia harus mempertanggungjawabkan kesalahannya.

"Terlalu lama."

"Tapi aku tidak bisa mengganti sekarang, aku tidak punya uang..."

Namjoon tidak menjawab lagi. Tangannya malah berpindah ke pinggang Seokjin yang tidak dia sangka ramping. Pinggang itu tertutup oleh sweater oversized warna pink pastel. Dia memeluk Seokjin dan mendekatkan wajahnya pada wajah Seokjin.

"Hm.., aku juga sudah bosan dengan kemeja ini, tapi tentu kau harus bertanggungjawab, bukan?"

Seokjin meronta ingin melepaskan pelukan Namjoon namun gagal. "To-tolong lepaskan aku," Diam-diam Seokjin hendak menangis karena dia tau sekali maksud perbuatan Namjoon.

"Aku mohon ijinkan aku rapat, aku bisa dikeluarkan dari daftar penerima beasiswa jika tidak hadir..," suara Seokjin terdengar menahan tangis. Ayolah! Dia tidak ingin namja yang memeluknya ini terlalu jahat.

"Kau penerima beasiswa?" Seokjin mengangguk. "Tau begitu kenapa berani sekali padaku?"

"Ma... maksudmu?"

"Kau tau aku siapa?"

"Ah... se-seniorku?" Seokjin clueless. Yang dia tau hanya name tag Namjoon berbeda warna dengannya, bertanda Namjoon adalah mahasiswa semester akhir.

Namjoon tertawa. "Sudahlah, bagaimana kalau bermain saja denganku? Hitung-hitung mengganti rugi kemejaku, dengan..." ucapannya dijeda untuk mengecup bibir Seokjin singkat. "... tubuh indahmu."

Mendengarnya Seokjin makin kuat memberontak. Namun, Namjoon sudah lebih dulu menggendongnya dan membawanya kedalam mobilnya.

"A... apa yang mau kau lakukan?! Aku mohon lepaskan aku!"

Namjoon menidurkan Seokjin di kursi belakang lalu menutup pintu. Dia sendiri menindih Seokjin dan mengukung kedua tangan Seokjin di atas kepala.

Namjoon mencium Seokjin nafsu. Dia mengendalikan ciuman ini sampai Seokjin merasa sesak nafas.

"Hmmmpp... hhmmppttt.., hmmmh..." lenguhan Seokjin terdengar bagai surga di telinga Namjoon.

Namjoon berpindah ke leher sebelum akhirnya menyingkap sweater Seokjin dan menjilat puting yang ada disana.

"Aahhnn.. hhh... hentikannhh..." desah Seokjin, namun Namjoon malah menjilat dengan nafsu juga memelintir puting itu, hingga Seokjin menggeliat keenakan.

Tangan yang bebas Namjoon gunakan untuk meraba celana dalam Seokjin. "Huh? Sudah basah disini. Kamu sensitif sekali,"

Mendengarnya Seokjin merah padam. "Ughh... lepaskan akuhh..." Seokjin baru pertamakali merasakan hal seperti ini, dia tidak tau harus melakukan apa. Dia takut sekali.

"Tidak pernah melakukannya, ya?"

Seokjin menggeleng.

"Wow, jaman sekarang masih ada orang yang belum melakukan seks," Namjoon tertawa. Dia melepas celana jogger Seokjin hingga menampakkan cd abu-abu yang menutupi penis Seokjin. Dia mengecup penis itu dari luar cd dan sudah cukup membuat Seokjin mendesah.

"Aaahhh... hhh...."

Ikutan tegang akibat desahan seksi Seokjin, Namjoon melepas semua celana yang digunakan Seokjin. Meraih penis Seokjin lalu mengulumnya, menjilat, memutar dan menggigit kecil penis itu.

"Aaahhkk... hhahhh... haaahhhh... hentikanhhh... ugghhh..."

"Kamu meminta berhenti namun tubuhmu berkata sebaliknya." Namjoon menjilat sperma yang merembes keluar dari mulutnya.

Setelahnya Namjoon melepas semua celananya sendiri. Dia terkikik melihat Seokjin yang sudah menggeliat tidak nyaman. Dia tau pasti sekarang hole Seokjin terasa gatal.

"Babe," panggil Namjoon. "Kulum." Dia menyodorkan penisnya ke wajah Seokjin. Seokjin awalnya ragu namun mulai memasukkan penis itu. Dia menjilatnya lalu mengulumnya, persis seperti yang dilakukan Namjoon pada penisnya.

"Ssshhh... shitt... kau memang pintar..."

Crot! Namjoon keluar di dalam mulut Seokjin. Seokjin akan memuntahkannya sebelum Namjoon membekap mulutnya. "Telan, baby."

Mau tidak mau Seokjin menelan sperma itu. Rasanya aneh, Seokjin hampir muntah dibuatnya.

Selanjutnya, Namjoon memasukkan jarinya kedalam lubang Seokjin. Memaju mundurkannya dan melebarkan lubang itu.

"Ahhhh... ahhh... aahhh.... sshhh.... ahhhh... ugh... hnnnhhh..." racau Seokjin tidak karuan.

Saat lubang Seokjin telah basah, Namjoon memasukkan penisnya.

"AAAHHH! Sakittthhh.... keluarkannnhh.... keluarkannn!" Jerit Seokjin.

"Shh... tahann sayangghh... ughh kau sempit sekali..."

"Aarrgghhhh.... keluarkannnn... sakittt!" Seokjin kesakitan hingga menangis.

Saat Seokjin mulai tenang, Namjoon menggenjot penisnya. Seokjin sendiri mulai merasa nikmat. Dia mulai mendesah dengan erotis, bukan desahan kesakitan lagi.

"Ahhh... hhhaaaahhh.... hhhhh...."

"Suaramu merdu sekali baby." Namjoon mengecupi wajah Seokjin.

"Aaahhh... hhh.... nggghhh gatallhhh..." Seokjin bergoyang tidak nyaman karena holenya malah merasa gatal.

"Hm? Gatal?" Goda Namjoon.

"Hhhnggghh... fasterrhhh... uhhh gatallhhh..."

"Hahahahahaha..." Namjoon tertawa. "As your wish."

Namjoon menggenjot penisnya lebih cepat. Seokjin sendiri semakin mendesah keenakan, seperti jalang.

"Aaahhh... hhhh...."

"Sshhh... nikmat baby..."

Crot! Namjoon mengeluarkan spermanya kedalam hole Seokjin.

"Bagaimana rasanya? Apa enak?"

Seokjin menutup wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangguk. "E-enak..."

Namjoon tersenyum kemenangan. "Mau melakukannya lagi? Bagaimana kalau kubayar beasiswamu sampai lulus, juga membayar tempat tinggalmu?"

Seokjin kaget mendengar tawaran Namjoon. "A.. apa?!"

Namjoon mengecup bibirnya. "Aku anak pemilik universitas ini, sayang."

Tanpa menunggu jawaban Seokjin, dia kembali memasukkan penisnya kedalam Seokjin lalu menggenjotnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 03, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BTS ONESHOOT (bl18+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang