"Hari ini benar gila buat gue! Mulai dari lo bilang Eru jadi bodyguard lo! Julian yang buat heboh di kantin barusan! Dan Fia, why?! Ada hubungan apa dia sama Eru sampe berani nantangin Julian?! Tuh cewek cari mati apa gimana?!"
Menunggu bel tanda istirahat pertama berakhir Michelle mengajak Aurista duduk di taman sekolah. Seperti biasa kehadiran Aurista selalu saja menjadi pusat perhatian bagi mereka yang lewat.
"Rista?"
Tidak ada sahutan Michelle menatap Aurista yang duduk di sampingnya.
"Rista!"
"Huh?"
"Elo melamun?!"
"Nggak."
"Ketauan bohongnya lo juga kaget 'kan tadi saat Fia muncul? Iya kita sama, rasanya masih nggak percaya."
Aurista penasaran terlebih saat dia mengingat kembali isi pesan dari Fia malam tadi. Seakan cewek itu punya hubungan dengan cowok aneh itu. Dia perlu cari tahu jika tidak maka dia bisa sangat penasaran.
"Elo butuh gue buat tanya hal ini ke Fia?"
"Gue cari tau sendiri."
"Wait! Lo mau ke mana?!"
"Kelas!" Teriak Aurista berjalan cepat bahkan setengah berlari.
"Rista tungguin gue!"
Mengedarkan pandangan saat tiba di kelasnya, Aurista tidak menemukan keberadaan Fia.
"Rista lo cari Fia?"
"Iya dia ke mana? Gue pikir dia di kelas."
"Tadinya emang di kelas tapi pacar lo datang ke sini, dia marah-marah lalu bawa paksa Fia keluar."
"Apa?"
"Gue dan yang lain bahkan diancam jangan lapor guru."
"Hubungi dia." Ucap Aurista ke Michelle yang baru memasuki kelas.
"Siapa lo maksud?"
"Julian! Gue tau lo ada nomor ponsel dia, karna lo salah satu fans berat dia."
"Elo ng .... ta, tau dari mana?"
"Cepatan!"
"I, iya Rista!"
Menunggu dengan tidak sabar sampai sambungan terhubung, Aurista menghidupkan speaker ponsel tersebut.
"Halo? Siapa?"
"Aku, kamu di mana?"
"Sayang? Ini nomor baru kamu?"
"Pinjam ponsel teman. Kamu di mana sekarang?"
"Lagi di gedung kosong belakang sekolah kenap —"
Aurista mematikan sambungan telepon dan mengembalikan ponsel Michelle, setelah itu dia pergi dari kelas.
"Elo mau ke mana?!" Teriak Michelle.
"Tolong bawa Fia ke kelas lagi. Kami liat sendiri Julian tarik paksa dia keluar tadi." Ucap salah satu dari mereka dengan suara ketakutan.
Michelle melotot, "Kalian serius?!"
"Buat apa bohong? Saat dia berani ngancam kami semua?"
"Lama-lama kepopuleran Julian bisa berkurang, kalo dia kayak gini terus." Ucap salah satu dari cowok di kelas mereka.
Michelle menatap tak terima, "Maksud lo apaan?"
"Satu sekolah juga tau dia suka nindas orang-orang yang lemah. Manfaatin kepopuleran di sekolah, serta penyumbang dana tebesar di sekolah ini, maka hukuman nggak akan berlaku sama sekali buat dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
Crash Into You [END-BOOK VERSION]
RomantikaThis work is protected under the copyright laws of the Republic of Indonesia ( Undang - undang Hak Cipta Republik Indonesia No. 28 Tahun 2014 ) =================================== [ SUDAH TERSEDIA DALAM BENTUK BUKU ] "Cium gue!" "Apa?" "Iya! Gue min...
![Crash Into You [END-BOOK VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/234453398-64-k441247.jpg)