CIY | Keceplosan!

521 121 18
                                        

"Selamat pagi!"

"Pagi Bu," Serentak seluruh anak didiknya di dalam kelas menjawab.

"Bagaimana kabar kalian semua pagi ini? Tetap semangat bukan? Apalagi hari ini hari senin, itu yang duduk dipojokan kelas pasti terlambat lagi."

"Ng .... Bu,"

"Iya Vino?"

"Rista sudah datang kok Bu, malahan tadi ikut upacara. Dan sekarang lagi ikut ketua kelas ke perpustakaan ambil buku paket Ibu inginkan."

"Apa? Kalian serius?"

Suara pintu yang diketuk mengalihkan perhatian mereka semua,

"Permisi Bu Mala, selamat pagi!" Sapa Aurista tersenyum ceria.

Menoleh ke arah pintu Mala sang guru segera berdiri.

"Kamu kemasukan hantu ya Rista?"

Aurista tersenyum sembari membagikan buku paket pada teman-temannya.

"Tadi Rista ikut saya ke perpustakaan Bu, kami ambil buku paket yang Ibu maksud untuk bahan pembelajaran pagi ini."

"Baiklah tugas saya segera dikumpulkan. Seperti biasa kali ini saya sudah menyiapkan hukuman begitu berat, bagi siapa pun tidak mengerjakan tugas dari saya."

Mereka berjalan maju mengumpulkan tugas hingga melihat ke arah Aurista, cewek itu membuka tas dan meraih buku tulis.

Aurista ikut mengumpulkan tugas yang dimaksud.

"Dia serius ngerjain tuh tugas?"

"Paling nyalin punya Fia atau Michelle."

"Nggak mungkin, gue datang paling awal dan liat dia emang udah kerjain nih tugas."

Suara mereka masih terdengar jelas oleh Aurista membuatnya tersenyum manis.

"Ini Bu tugasnya."

"Kepunyaan siapa kali ini, begitu malang nasibnya kamu lihat?"

"Maksud Ibu?"

"Kamu menyalin tugas siapa?"

"Oh! Saya kerjakan sendiri loh Bu, tidak ada lihat siapa-siapa."

Mala melotot begitu juga murid-muridnya tapi secepat itu juga mereka mengubah ekspresi, seakan tidak kaget akan perubahan sikap Aurista.

"Ya sudah sana duduk." Ucap Mala sambil mengusap dada dan meraih buku paket.

"Buka halaman tujuh puluh delapan. Saya akan menjelaskan beberapa rincian dari isi halaman tersebut."

Satu jam berada dalam kelas dan memberikan materi berguna Mala berjalan untuk melihat buku tulis muridnya satu per satu. Hingga langkah kakinya terhenti pada kursi Aurista, satu-satunya murid sekolah paling terkenal nakal di antara lainnya.

Sekali lagi guru itu kaget bagaimana tidak buku itu penuh dengan materi dia sampaikan sejak tadi. Refleks dia memegang kening Aurista tidak panas tapi kenapa berubah secara tiba-tiba? Muridnya ini sulit dimengerti.

¤ ¤ ¤ ¤ ¤

"Rista lo nggak ke kantin?" Tanya Michelle bingung melihat temannya berjalan keluar kelas sambil membawa buku tulis.

"Nanti aja lo duluan, gue mau ke perpus."

Mereka yang memang masih berada dalam kelas hanya bisa melongo melihat sikap Aurista, hingga cewek itu berlalu pergi kelas mendadak heboh.

"Nih benar gila! Rista napa jadi aneh pagi ini?"

"Kalian liat 'kan tadi? Raut muka Bu Mala sama kagetnya kayak kita. Aneh aja tiba-tiba berubah sikap jadi murid manis gitu kelakuannya."

Crash Into You [END-BOOK VERSION]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang