Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
●●●
Keitwoel—Kim Minkyu, Kim Yohan dan Lee Jinhyuk. Tiga sekawan yang sering ke mana-mana bersama. Ibaratnya, di mana ada Minkyu, di situ ada Jinhyuk juga Yohan.
Jika Jinhyuk berlatih basket. Minkyu berada di sana. Walaupun hanya sebatas penonton, juga Yohan yang berteriak menyemangati Jinhyuk agar latihan cepat selesai.
Jika Minkyu sedang menghadiri klub bahasanya. Yohan dan Jinhyuk akan menunggunya di bawah pohon rindang. Dengan gitar yang Jinhyuk mainkan, juga suara nyanyian Yohan. Keduanya melakukan itu hanya untuk menghilangkan rasa bosan karena harus menunggu Minkyu selama dua jam.
Dan jika Yohan sedang latihan karate. Minkyu juga berada di sana. Merekam seluruh aktivitas Yohan, juga Jinhyuk yang bersorak mengganggu Yohan. Sudahnya, Yohan akan memiting leher keduanya.
Tapi itu dahulu. Karena kini, semua terasa aneh. Apalagi bagi Minkyu. Karena dia penyebab kekacauan. Yohan seakan enggan untuk bertemu dengan Minkyu dan Jinhyuk. Begitu pula Jinhyuk yang sering memilih jam berbeda agar tidak bertemu Yohan dan Minkyu.
Semua karena sebuah rasa yang mereka rasakan. Dan itu untuk satu perempuan yang sama. Namanya Shin Ryujin, mahasiswi sastra Belanda semester empat.
Minkyu menghadiri kumpulan klubnya. Duduk di meja paling belakang seperti biasanya. Namun maniknya tak lepas dari Ryujin yang duduk lebih depan darinya. Minkyu menghela napas lelah. Lama-lama, hidupnya semakin terasa biasa saja. Biasanya 'kan sering terdengar ocehan tidak jelas Lee Jinhyuk.
Di lapangan indoor, Jinhyuk mencoba fokus pada latihan. Beberapa hari lagi akan dilaksanakan pertandingan di kampus tetangga. Jadinya, Jinhyuk harus terus berlatih agar saat bertanding dia sudah siap. Namun ada yang aneh. Jinhyuk benar-benar merasa aneh. Karena apa? Tentunya karena tak ada teriakan semangat yang biasa dilakukan oleh Yohan.
Sedangkan Yohan, kelas statistikanya terasa membosankan. Biasanya Minkyu akan mengganggunya dengan tendangan-tendangan kecil dikakinya. Saat ditanya mengapa Minkyu sering melakukan hal itu. Minkyu menjawab karena sedang berlatih menendang. Minkyu masih berharap masuk anggota tim futsal kampus. Sedangkan Jinhyuk akan mengirimkan surat yang harus Yohan balas. Padahal keduanya duduk berdampingan.
Selepas ketiganya selesai melakukan kegiatan terakhir di kampus hari ini. Ketiganya bahkan tak bertemu sama sekali. Terhitung hampir dua minggu mereka perang dingin. Sontak saja hal itu membuat akun lambe turah kampus sering membahasnya di twitter.
Minkyu jengah, ponselnya selalu bergetar karena mereka-mereka yang menandainya di kolom komentar.
Di tempat parkir motor. Yohan baru saja akan menghidupkan mesin motornya. Namun mengurungkannya saat melihat Ryujin bersama seseorang. Itu Lee Jeno, mahasiswa teknik semester empat. Yohan membelalak saat melihat tangan Jeno menggandeng bahu Ryujin. Apa ini? Kalah sebelum bertanding?