Part 2

48 7 3
                                    

"Sumpah tu cowok liatin lo mulu." Ujar Siska kepada Stella.

"Gak." Singkat Stella.

"Jelas-jelas dia ngeliatin ke arah lo mulu. Jangan-jangan mantan lo yak?" Tanya Siska.

"Gak kenal." Jawab Stella dengan dingin. Ya, semenjak Stella berpisah dengan Arkan sikapnya sangat dingin terhadap laki-laki ntah dia sangat menjaga hati untuk Arkan? Atau ntahlah?

"Kenalanlah." Ledek Siska.

"GUA BILANG GAK YA GAK!" Tegas Stella sambil menatap Siska.

"Eh, iya maaf dah." Ujar Siska yang merasa bersalah.

Tak lama ada sebuah lipatan kertas yang terlempar dari arah tempat duduk Arkan. Siska pun membaca surat yang telah diberikan pada Arkan. "Cewek galak gua mau nanya nama lo siapa?" Isi surat yang di baca oleh Siska. 

"Ini ada surat." Ujar Siska dengan nada dipelankan.

"Buang aja." Jawab Stella dengan dingin.

"Tapi…" Ujar Siska yang terpotong.

"Buang." Ujar Stella untuk menyakinkan kepada Siska.

"Sumpah sikap Stella makin lama makin dingin. Bahkan gua sahabatnya sampai dibentak padahal hal sepele doank." Ujar Siska dalam hati dengan kebingungan.

***

Bel istirahat pun berbunyi.

Kring...kring...kring…

Siswa dan siswi berkeliaran menuju kantin.

"Ke kantin yok?" Ajak Siska dengan antusias sambil menarik tangan Stella

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ke kantin yok?" Ajak Siska dengan antusias sambil menarik tangan Stella.

"Gw mau di kelas dulu, lo bisa kesana sendiri." Ujar Stella yang tak merasa bersalah.

"Hm, oke." Jawab Siska sambil berjalan menuju kantin.

"Heh." Panggil Arkan sambil menepuk bahu Siska.

"Apaan?" Tanya Siska dengan kesal.

"Nama temen lo Stella?" Tanya Arkan. 

"Bukan." Jawab Siska sambil pergi meninggalkan Arkan sendirian.

"Sumpah tinggal ngasih tau doank. Emang betina nyusahin." Kesal Arkan sambil menendang tembok untuk melampiaskan amarahnya. 

"Gila." Ujar Fero.

"Lo yang gila." Jawab Arkan dengan kesal.

"Lo kenapa nendang tembok? Udah gak waras?" Ledek Fero sambil menepuk bahu Arkan.

"Bacot." Ujar Arkan sambil pergi menuju kelas.

Sesampai di kelas. Arkan melihat Stella berdiam diri di kelas tanpa ada yang menggangu. Arkan pun melangkah kaki ke arahnya.

 Arkan pun melangkah kaki ke arahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Last Three Years With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang