Menceritakan masa masa Arkan Ravenska Davendra bersama Auristella Fredella Agatha sejak menduduki bangku kelas 4 SD. Mereka adalah sahabat yang slalu bersama dan terpisahkan oleh waktu dan di pertemukan kembali sejak menduduki bangku kelas SMA. Apak...
"Sumpah tu cowok liatin lo mulu." Ujar Siska kepada Stella.
"Gak." Singkat Stella.
"Jelas-jelas dia ngeliatin ke arah lo mulu. Jangan-jangan mantan lo yak?" Tanya Siska.
"Gak kenal." Jawab Stella dengan dingin. Ya, semenjak Stella berpisah dengan Arkan sikapnya sangat dingin terhadap laki-laki ntah dia sangat menjaga hati untuk Arkan? Atau ntahlah?
"Kenalanlah." Ledek Siska.
"GUA BILANG GAK YA GAK!" Tegas Stella sambil menatap Siska.
"Eh, iya maaf dah." Ujar Siska yang merasa bersalah.
Tak lama ada sebuah lipatan kertas yang terlempar dari arah tempat duduk Arkan. Siska pun membaca surat yang telah diberikan pada Arkan. "Cewek galak gua mau nanya nama lo siapa?" Isi surat yang di baca oleh Siska.
"Ini ada surat." Ujar Siska dengan nada dipelankan.
"Buang aja." Jawab Stella dengan dingin.
"Tapi…" Ujar Siska yang terpotong.
"Buang." Ujar Stella untuk menyakinkan kepada Siska.
"Sumpah sikap Stella makin lama makin dingin. Bahkan gua sahabatnya sampai dibentak padahal hal sepele doank." Ujar Siska dalam hati dengan kebingungan.
***
Bel istirahat pun berbunyi.
Kring...kring...kring…
Siswa dan siswi berkeliaran menuju kantin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ke kantin yok?" Ajak Siska dengan antusias sambil menarik tangan Stella.
"Gw mau di kelas dulu, lo bisa kesana sendiri." Ujar Stella yang tak merasa bersalah.
"Hm, oke." Jawab Siska sambil berjalan menuju kantin.
"Heh." Panggil Arkan sambil menepuk bahu Siska.
"Apaan?" Tanya Siska dengan kesal.
"Nama temen lo Stella?" Tanya Arkan.
"Bukan." Jawab Siska sambil pergi meninggalkan Arkan sendirian.
"Sumpah tinggal ngasih tau doank. Emang betina nyusahin." Kesal Arkan sambil menendang tembok untuk melampiaskan amarahnya.