Rutinitasnya seperti sudah dapat dihapal diluar otak oleh para suster dan suster kepala.
Ia satu-satunya anak yang duduk diam di kursi dekat taman.Manik coklat terangnya sesekali melihat kesembarang arah hanya untuk melihat suasana disekitarnya barang beberapa detik saja.
Tak pernah berubahselama beberapa tahunterakhir.
Tetapi....,
Hariitudimanahidupnyaakanberubahhanyadengantandatangan yang dibubuhkandibeberapadokumendiatasmeja.
Seoranganaklelakitampandengansetelanjas mini ditubuhnyataklupadasikupu-kupudilehernyadenganlangkahangkuhberjalankedalampantuasuhansetelahkeluardarimobil.
Wajahtampannya yang datardanmemilikiseringaidisenyumnya.
Satutangannyadigenggam sang ayahdenganerat.Mungkintakut sang anakakantersesatjika dilepaskan.
Sang ayahmembebaskan sang anakakanmemilihcalonpelayanhidupnya sendiri untuk hadiah ulangtahun yang keenamdi dua hari yang lalu.
Pilihannyaterjatuhkepadaseoranganak laki-laki yang sepertinyalebihmudadarinya dua tahun,yang sedangdudukdikursidekattaman.Dengantangankirimemegangbonekaberuangcoklatusangmiliknya.
Mau takmau,sukataksuka.Sang ayahakanmengangkatanaktersebutsebagaianaknya.Berkedokanak yang nantinyaakanmenjadipelayanputratunggalnya,putra kesayangannya.
Semua yang iamauharusiadapatsepertisaatini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.