#CHAPTER 4

141 6 3
                                    

Cerita ini ada scene yang aku ambil dari Boruto episode 15 dimana Sasuke dan Naruto bertemu.

"mama..umm.." perkataan Sakura  terhenti saat ada yang mengetuk pintu

Sakura segera pergi ke pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya.

Tok...Tok...

"Yoo..Sakura-chan" suara dari sahabat tersayang Sakura yang tak lain dan tak bukan ialah si dobe yang menjabat sebagai Nanadaime hokage :)

Mengembuskan nafas berat Sakura mulai berbicara "ku kira siapa yang datang malam-malam begini. Ada apa?"

"Sakura-chan tadi aku bertemu dengan Sasuke, dan dia menitipkan pesan untukmu ttebayo" senyuman di bibir Naruto mulai menghilang saat melihat ekspresi sedih Sakura

tatapan mata Naruto mulai sendu saat kembali mengingat betapa kerasnya hidup yang Sasuke dan sakura jalani saat ini, dimana ia tidak bisa merasakan kehangatan keluarga, kebersamaan dengan keluarga kecilnya seperti yang Naruto dan sahabat lainnya jalani.

"Dia... bertemu denganmu?apa ada sesuatu yang sangat penting?" Pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan begitu saja oleh Sakura membuat Naruto bingung untuk menjawab pertanyaan yang mana dulu.

"Tenanglah sakura-chan" menarik nafas dan membuangnya secara kasar Naruto mulai membuka suara. "Pertama Sasuke menyampaikan padaku permintaan maafnya padamu, kedua Sasuke dan aku bertemu karena ada hal penting saja mengingat misinya yang belum terpecahkan hingga sekarang"

"Hanya itu?, Ku kira ada hal penting lainnya, jika kau bertemu dengannya lagi bilang pada sasuke-kun aku memaafkannya"Sakura tersenyum dengan tulus

"Iya Sakura-chan, maafkan aku karena aku.."

Ucapan Naruto terpotong oleh Sakura

"Bukan salahmu, ini adalah tugasnya aku percaya pada sasuke-kun"

"Sakura-chan" Naruto tau bahwa Sakura bukanlah wanita lemah dia tau Sakura adalah wanita kuat

"Terimakasih Naruto, sebaiknya kau pulang pasti keluargamu sudah menunggu" ucap Sakura

"Yosh, jaa ne Sakura-chan" lambainya pada Sakura

Sakura terus menatap punggung Naruto yang kian menjauh, di lubuk hatinya dia rindu sosok suaminya, sosok pria dingin dengan sejuta gengsi..ya sakura rindu Uchiha Sasuke.

                               ****
Matahari sudah sempurna naik ke ufuk timur, kegiatan di pagi hari sudah berjalan dengan seperti sedia kala.

Sarada mulai bersiap untuk pergi ke misi, meskipun dia masih penasaran dengan apa yang dikatakan sang mama

"Penebusan dosa..."

"Papa punya dosa apa sehingga dia belum pulang sampai saat ini" kata-kata itu masih terngiang hingga saat ini di pikiran Sarada

"Selamat pagi mama"

"Selamat pagi sayang...sudah mau berangkat  misi ya?" Mata Sakura terlihat jeli saat menata makanan di meja makan

"Iya ma"

Suasana di meja makan tampak tenang, tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka berdua..ya seperti ajaran dari sang kepala keluarga untuk lebih menghormati makanan

"Mau pergi ke rumah sakit?" Sarada bertanya pada mamahnya yang kini sedang merapikan meja makan

Hanya anggukan kecil yang dibalas oleh Sakura

Di hati kecilnya Sarada ingin bertanya tentang penebusan dosa yang dilakukan oleh papahnya tapi ia terlalu takut mamahnya tidak mau menjelaskan

Meneguk air liurnya Sarada mulai memberanikan diri berbicara "Mah.. tentang penebusan dosa itu?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 30, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Family UchihaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang