Chapter 7|Entah lah

6 2 0
                                        

Sell.......
 
Dari arah belakang terdengar panggilan dari seseorang, Selsa pun menoleh kebelakang.Namun tak ada satu orang pun

"Tadi kaya ada yang manggill ,tapi koo ga ada sihh ,Ahh yaudah lah."
Selsa pun meneruskan perjalanannya menuju kelass

"Ehh Eh ko kaya ada yang lewatt, Tumben sepi,apa gw kepagian kesininyaa." Selsa pun masuk ke kelas.

Ngggeeeekkkkkk,,Jedaaarrrrr.

pintu kelas pun tertutup, Selsa terkuci di dalamm

"Yaelahhhh,,pake nutup segala, ketebak angin mungkinn"

"Huhhhhh".Selsa menghela nafas sambil menenangkan diri.

"Ssttttttt". Telinga Selsa seperti ditiup

"Ahhhhh menyebalkan,bisa ga kalian ga ngeganggu saya".

"DeggedegggGedeggg"

"Ehh apaan tuh goyang goyang". Selsa penasaran dan langsung menghampirinya.

"Apaan ini, semoga bukan apa apa".

"Krekkkk".perlahan lahan Selsa pun membukanyaa.

"Aahhhhhhh"

Selsa lari terbirit birit..
dalem hati selsa,"eh eh kenapa gua lari ko kaya slomo gtu padahalkan udah cepet. sial mana dia makin deket lagi." Tubuh selsa penuh dengan keringat.

"Aaaa"
Selsa terjatuh ke jurang,lalu selsa pun terbangun.(sambil ngagibeg «dalam b sunda)

"huu huuu huu"
Selsa menghela nafass."Kagett sumpahh untung cuma mimpi"

"mmmmmm jam berapa ini?, ahh baru jam satu."

Tiba tiba mati lampu. Selsa pun berteriak.

"Ahhhh Ibuuuuu Ibuuu Ayahhhh Ayahhh"

"Sial mati lampu lagi."

"Ngggggee  eeee  eeekkkkk" .Terdengar pintu yang di buka oleh seseorang.

"Eh siapa tuh?".Selsa berteriak ketakutan.

Terlihat kepala yang tersorot senter.

"Hahh, Setannnn..Ibuuuuu...buuu.."
Selsa berteriak histeris sambil ketakutan.

"Ehhh tenang - tenang ini gw Drikaa"

"Ihh ngagetin aja sihh,ngapain lo kesini malem malem".

"Jadi gini Sell,gw tuh disuruh mamah lo buat ngejagain Selsa gtu"

"Oh,truss Ibu kemana?"

"Mamah kamu dirumah sakit Sel".

"Hah, ko bisaa sihh?emang siapa yang sakitt?"

"Ehh keceplosan.
Ehh enga engaa".Endrika bingung

"Ehh jan bercandaaa,Siapa yang sakitt ka?"

"Emm ituu ,euhhh abangg lo tadi kecelakaaan,sebenernya aku tuh gaboleh ngasih tau ini ke kamu tapi yaudahlah keceplosan."

"Seriuss lo?,ga bercanda kann?ko bisaa ,ihmmmm gimana??Kerumahh sakitt ihhh ayo."

"Ehh ehh jangan ini udah malem bangett ,mati lampuu lagi.Besok ajaa yaa pulang sekolah kita tengok.Udah gih tidur lagi ntar kesiangan."Endrika berusah menenangkan sambil mengelus ngelus kepala Selsa

.........

Sel....  Sell...

"Apaan sih"

"Liat tuhh,geulis pisan euyy"

"Ah masa? mata lo sehatkan? yang itu? Ih jelek yang lagi megang hp mah, cantikan aku kali."

"Ihh,yang ituu, yang pake tas merah yang bohayy."

"Whahaha,Oh yang itu ,Itu mah tante tante kali mana janda beranak satu."

"Serius lo Sel?"

"Serius lah.Ternyata semua cowo itu sama yaa" Selsa meneruskan perjalanannya.

"Sama gimana Sel?"

"Yaa sama, mereka lebih memilih parasnya daripada hatinya."

"Gini yaa Sel, lo jangan pernah mau memberikan segalanya demi laki laki yang belum tentu dia jodoh kamu. Senakal nakalnya cowo dia pasti menginginkan wanita yang terbaik baginya. Jangan pernah bangga jadi wanita yang disukai banyak cowo."

"Oke siap Endrika ganteng tiada tara.Keren euy kata katana."

"Eh Sel kapan kapan muncak yu!"

"Kapan kapan ya!"Kaa jalannya cepetan ntar telat lagi".

"Eh Sel lo jangan dulu pacaran yaa,ntar kalo gw udah punya pacar boleh tuh lo pacaran".Endrika membujuk Selsa.

"Iya iya ,lagian siapa sih yang mau pacaran sama gua,tenang ntar gw bantuin cari cewe".Selsa tersenyum kecil

.........

Bel pulang berbunyii



Two thousand seventeenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang