[ 04. ] mengakhiri

279 133 50
                                        

teman, aku ingin menyampaikan pesan.
bisa tolong putar multimedia yang kuberikan? terimakasih <3!


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




🌗





kita menyusur keramaian sepanjang sisi kota Padang. di bawah rembulan banyak hal yang sebelumnya kita sembunyikan namun akhirnya kita utarakan.

diantara bias lampu menyapa sepanjang jalan yang di gantungkan walau belum tentu akan terealisasikan.

"Putri, kalau saja aku bisa membujuk Tuhan agar kita yang tak sama ini di beri izin untuk bersama dan bahagia. mungkin aku sudah melakukannya dari lama."

"Putri.."

"kenapa, Yasa?"

"Putri ada yang lebih baik di akhiri dari pada dibiarkan menyakiti diri sendiri, seperti kisah kita contohnya memaksa agar tetap bersama padahal tahu akhirnya akan tetap sia-sia."

"Yas kamu gomong apa sih! aku nggak ngerti!"

suara ku naik beberapa oktaf, jadi memang benar ya tidak ada waktu tersisa untuk kita?

"Putri, aku minta maaf. tidak ada waktu tersisa untuk kita."

aku menunduk menghalau air mataku agar Yasa tak melihatnya.

"Putri, les't break up our relationship, i'm so sorry."

aku kembali mengangkat kepalaku sembari mengusap ujung mataku, lalu menghela nafas berat.

"Yasa sulit ya untuk kita tetap bersama?"

lalu pemuda itu menggeleng.

"Putri, bukan tentang sulit atau tidaknya namun jika semesta sudah berkata tidak kita sebagai manusia harus bagaimana?"

aku pandang Yasa dengan nanar dan kuberi senyum paling manis, lalu aku turun dari vespanya, namun sebelum aku beranjak lebih jauh genggaman tangannya lebih dulu menghentikanku.

"Putri, aku antar pulang ya?"

aku menggeleng.

"aku nggak akan maksa kamu kalau memang nggak mau di antar pulang sama aku. tapi biar aku pesenin ojek online ya, karena kalau sampai kamu kenapa-napa aku nggak bisa maafin diriku sendiri."

aku lantas tersenyum dan menggeleng.

"nggak usah Yas, makasih. untuk saat ini aku butuh waktu sendiri."

aku melepas genggaman tangannya pelan. lalu beranjak pergi menyusuri trotoar.

malam ini aku seperti satu-satunya manusia yang berduka atas tanah yang bersuka cita. semesta pun jua bahagia mendengar kabar perpisahan kita.

aku berharap semesta mengirim hujan malam ini, namun harapanku sia-sia. karena semesta dan seisinya sedang bahagia. sedang aku merasa kesepian diantara hiruk-pikuk nya nusantara.


-Padang,
6 September 2019.

-Padang,6 September 2019

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ⓒonwardblue,2O2O

waktu tersisa. ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang