Aku (Full Name). Hanya seorang siswi kelas dua biasa yang sedang mencoba untuk menikmati masa muda.
Dulu, aku adalah kapten tim voli putri di Sekolah Dasar. Bahkan, saat SMP aku pernah menjadi ACE dalam timku. Okaasan sangat mendukung apa yang saat itu ingin aku lakukan. Ia sangat bangga dengan semua prestasi dan pencapaianku. Hingga tiba saatnya Tuhan tak lagi memperbolehkan aku merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukkan Okaasan. Ia meninggalkan dunia untuk selamanya.
Papa? Tentu saja sangat sedih. Ia yang paling sedih diantara semua orang, karena Ia orang yang paling Ia cintai dan yang paling mencintainya telah pergi untuk selamanya.
Tapi Papa adalah orang yang sangat kuat. Dia mencoba melupakan kesedihan itu dan mengurus ku dengan baik. Sangat baik, sampai ia rela untuk menikah lagi. Katanya, supaya ada yang mengurusku saat ia pergi bekerja untuk mencari nafkah, sehingga aku bisa makan enak.
Saat itu aku pikir semua akan baik-baik saja. Namun, ternyata salah. Semua yang ada di dalam bayanganku berkebalikan dengan apa yang saat ini menjadi kenyataan.
Mama tidak menyukaiku. Ia ingin Papa hanya memberi perhatian kepadanya dan anaknya. Hana onee-san. Tak hanya perhatian, ia juga berusaha keras untuk mendapatkan semua harta milik Papa.
Dan buah benar-benar jatuh tak jauh dari pohonnya. Hana juga sama tidak sukanya denganku. Sampai muncul lah ide gila di antara mereka. Mama dan Hana bersekongkol untuk merusak masa depanku.
Aku selalu memakai baju berlengan panjang ataupun jaket karena suatu alasan. Bukan untuk fashion atau hanya karena aku kedinginan. Entah berapa lama luka-luka ini berhasil aku sembunyikan, bersamaan dengan diriku yang selalu berlagak baik-baik di hadapan semua orang.
Mereka bahkan pernah tega mendorongku dari atas tangga. Tangan kananku mengalami patah tulang, dan hal itu lah yang membuatku tidak dapat bermain voli lagi selama dua tahun. Cidera ini terlalu parah untuk aku melanjutkan hobi sekaligus separuh hidupku.
Lalu Mama dengan liciknya berkata kepada papa, "(Name) kan sudah tidak bermain voli lagi. Bagaimana kalau uangnya digunakan untuk menyekolahkan Hana ke luar negeri? Masa depan Hana akan cerah!"
Kemudian, kurasa papa sudah masuk kedalam pelet wanita itu. Papa tidak menolak. Lebih tepatnya, Papa tidak bisa menolak permintaan istrinya itu jika sudah terkait dengan Hana.
Namun untungnya ada orang baik hati yang merawat tanganku, sehingga aku bisa bermain voli lagi.
Kalian tau Pelatih Ukai, kan? Kakek nya pelatih Ukai lah yang merawatku. Itu alasan mengapa pelatih Ukai yang sekarang menjadi pelatih di Karasuno, bisa dengan gamblang memanggilku menggunakan nama depan.
Tentu saja Mama, Hana, bahkan Papa tidak mengetahui tentang hal ini.
Papa peduli denganku. Dia baik, namun sejak kedatangan dua orang itu di kehidupan kami, entah mengapa Ia tak lagi memusatkan perhatiannya padaku. Anak kandung satu-satunya.
Dan kini, aku kembali ke dunia pervolian. Menjadi manager, sekaligus membantu Ukai-san melatih di tim klub voli putra Karasuno.
Aku ini hebat loh, sebenarnya. Buktinya Mama dan Hana datang saat tau aku kembali terjun ke dunia voli. Lagi-lagi, mereka tidak ingin aku memiliki masa depan yang sukses. Mereka bahkan masih tidak percaya diri dengan Hana yang sudah bersekolah di luar negeri.
Mereka datang tidak hanya untuk menyapaku. Mereka datang untuk mencoba menghancurkan ku sekali lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓 𝐌𝐀𝐍𝐀𝐆𝐄𝐑 (DIREVISI)
Random[Short story, ft. Haikyuu!! ] Disclaimer ⚠️ All character belongs to Furudate Sensei. End : Des 23 , 2020
