part 3

13 1 4
                                        

Kini rintik hujan kembali datang , membuat chery yang kini terduduk di dalam mobil menghela nafas menatap kaca jendela mobil. Ia baru saja menjenguk sang adik yang berada di rumah sakit gadis itu tampak sedikit frustasi melihat keadaan adiknya yang tak kunjung sadar dari tidur panjangnya bahkan tubuh mungil itu masih terbayang jelas di penglihatan chery yang tampak kurus dan semakin lemah. Membayangkan jika sang adik akan ikut pergi meninggalkannya seperti kedua orang tuanya membuat chery kembali pesimis gadis itu tidak memiliki siapapun lagi selain gadis satu-satu nya yang sedang ia perjuangkan untuk ke sadaran nya, ia tidak menginginkan apapun yang ia inginkan hanyalah adiknya kembali sadar dari koma dan mereka akan hidup kembali bersama bukan seperti sekarang, hari-hari sulit yang harus ia jalani seorang diri.

“kau senang sekali melamun shin chery” teguran henry membuat chery sadar dari lamunannya gadis itu menoleh ke arah henry dan menatap luar sana, kini mereka telah berada di parkiran. Chery memang meminta henry untuk mampir sebentar ke butik setelah dari rumah sakit gadis itu ingin membeli beberapa potong pakian, setidaknya ia harus menggunakan uang yang di berikan kyuhyun untuk keperluannya bukan? Untuk apa uang itu di anggurkan jika nominalnya bahkan cukup untuk kehidupannya di dua tahun ke depan. Jadi menghilangkan bosannya di dalam rumah sepertinya berbelanja cara ampuh untuk menghilangkan kata bosan itu.

“kita sudah sampai, apa aku harus mengatakan hal itu berulang?" ucapan pria itu membuat chery mendesis sinis, gadis itu tidak membalas celotehan henry ia lebih memilih keluar dari dalam mobil dan berjalan meninggalkan pria itu yang masih berteriak memintanya menunggu dirinya.

Shin chery masih mencoba memilih beberapa potongan gaun yang terlihat indah di matanya, gadis itu masih tidak habis fikir dengan harga gaun-gaun yang ia lihat, bahkan niatnya harus ia urungkan berkali-kali setiap melihat berapa jumlah harganya, yang benar saja ia bahkan tidak punya tempat yang akan di kunjungi untuk memakai gaun-gaun mahal ini, jadi untuk apa ia membeli pakaian yang akan sangat di sayangkan jika di pakai untuk kesehariannya.

“hanya mencoba dan membayar shin chery” bisik henry tajam yang kini masih mengekorinya di samping

“kau benar-benar menghabiskan waktu, kau tidak lihat pelayan yang terus menjelaskan setiap detail pakaian itu? dia terlihat jenuh dengan mu yang tidak memilih salah satunya” sambung henry kembali, yang membuat chery menole ke arah pria itu sambil melebarkan matanya agar pria itu terdiam dari celotehannya.

“salah mu sendiri, kenapa kau membawa ku ketempat ini?” sinis chery yang membuat henry mengerjap kesal ke arah chery, pria itu tertawa jengkel menatap gadis yang masih menatapnya tajam.

“kau yang meminta ku membawa mu ke butik"

“ya, benar. Tapi aku tidak meminta mu membawa ku ke tempat ini”

“otak mu bodoh atau apa? Kau meminta ku untuk membawa mu ke butik, dan saat aku bertanya butik mana yang ingin kau kunjungi kau mengatakan dimanapun itu. Lalu aku membawa mu ke sini ke butik yang sering ku kunjungi, dan kau mengatakan ini salah ku? bunuh aku saja sekarang” pekik henry yang membuat chery tertawa jengah gadis itu menatap sinis pria yang kini terlihat emosi.

“kenapa kau harus marah-marah? Tidak bisa berkata pelan sedikit?”

“bagaimana aku bisa pelan jika kau selalu membuat ku jengkel?! Kau selalu saj….”

“henry’ah?” suara seseorang membuat henry menghentikan perdebatannya,sepertinya ia mengenal panggilan dan suara lembut yang terdengar di telinganya, pria itu menoleh menatap kini park soojin dan cho kyuhyun berada tidak jauh dari nya dan chery. Gadis itu berjalan menghampiri nya membuat chery memundurkan langkahnya. ia menatap soojin shock, bagaimana bisa ia harus bertemu seorang gadis yang sangat ingin ia hindari di dunia mimpinya sekalipun, dan sekarang ia menatap seorang park soojin secara dekat dan nyata astaga mimpi apa ini? Bukan hanya seorang park soojin tapi pria dingin dan arogan itu ikut berdiri tidak jauh dari sana tepat di samping gadis yang membuatnya selalu uring-uringan karna merasa bersalah. Soojin kini benar-benar berada di hadapannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 20, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Black RoseTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang