Penghianatan

21 3 0
                                        

Pada awalnya aku tidak percaya kalau dafa itu menghianati aku, sejak awal aku kenal dia adalah orang yang jujur dan sangat manis. Ketika aku mendengar kenyataan ini dari temanku aku tidak habis pikir. Aku sontak kaget sekali dan langsung menanyakannya kepada dafa

'' dafa aku mau tanya sesuatu

'' Iya tanya apa ke

'' Jawab jujur kamu kemarin keluar sama Luri kan

'' Ndak kok

'' Halah kamu bohong, aku tau kalau kamu kasih dia boneka kan?

'' Iya lisa, aku kemarin memang sempat keluar sama mantanku di hari ulang tahunnya

'' Lah kenapa aku gak bilang aku ?

'' Aku takut kamu marah, soalnya aku dulu udah pernah janji sama dia kalau di hari ulang tahunnya aku akan kasih kado dia

'' Ohh terus pacarmu ini kamu anggap apa

'' Ya kamu tetap pacarku

'' Kamu gak menghargai aku, aku sduah kamu bohongi lebih baik kita putus aja

'' Jangan yuke aku gak mau kita sampai putus

'' Aku gak mau di bohongi kayak gini. Maaf dafa

'' Tapi aku gak mau kita putus aku masih sayang kamu

'' Kamu gak sayang aku, tapi kamu sayang mantan kamu

Aku memutuskan untuk putus dengan dafa dan meninggalkannya, sengaja sms darinya gak aku balas.

Hatiku sangat sakit sekali hingga malam ini menagisi orang itu. Kenapa dia tega menyakiti aku.

Emang dia siapa seenaknya memainkan perasaan orang. Gumamku.

Keesokkan harinya aku berangkat ke sekolah mengendarai sepeda motor.

Hari ini ada upacara bendera jadi aku berangkat sangat pagi sekali.

'' Ting Tung''. Bel sudah berbunyi saatnya semua murid melaksanakan upacara bendera. Kita berbaris tiga-tiga, hari ini suasana hatiku sangat sedih sekali, aku masih merasakan rasa sakit itu.

Ketika itu, aku hanya bisa merenungi kejadian itu.

Aku harap aku tidak akan melihat wajahnya lagi, aku sangat benci sekali sama dia. Selang beberapa menit kita upacara selesai setelah itu kita kembali ke dalam kelas untuk memulai mata pelajaran hari ini. pelajaran hari sangat membosankan semuanya, rasanya ingin cepat-cepat selesai deh. Gumamku.

Setelah beberapa jam aku mendengarkan mata pelajaran hari ini, kini saatnya aku pulang, ketika aku baru saja mau keluar ke kelas tiba-tiba saja dafa datang ke kelasku dan menghampiriku.

Namun aku menghindar aku sudah tidak ingin melihat wajahnya lagi, tetapi dia masih saja tetap mengejar-ngejar aku. Dan aku malu di liat semua orang, apalagi teman-temanku banyak yang belum pulang.

Akhirnya aku mulai capek aku membiarkan dia untuk berbicara kali ini :

'' Ada apa lagi dafa

'' Aku ingin ngomong sesuatu

'' Yaudah ngomong aja

''Aku gak mau putus sama kamu lisa, plis kasih aku kesempatan

'' Aku capek sama kamu, kemarin aku kamu abaikan sekarang kamu ngejar-ngejar aku. Sebenarnya mau kamu itu apa sih

'' Iya aku ngaku salah aku gak akan ngulanginya lagi

'' Udah lah aku mau pulang gak usah ngejar-ngejar aku lagi . ngerti gak kamu

Aku langsung pergi meninggalkan dafa, dengan raut wajah yang sedang menangis. Aku salah apa sama dia hingga dia jahat kepadaku.

Aku tau kalau kamu tidak mencintaiku, aku berharap semoga engkau bahagia dengannya.

Sebuah kepercayaan yang dibangun dengan cinta, kini hancur seketika oleh kebohongan.

Aku akan bahagia kalau juga bahagia dengannya, walaupun aku tau ini memang sangat sakit sekali.

ONYA ( ON GOING )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang