Kisah singkat Ilham yang mencari sahabat kecilnya. Berakhir dengan surat yang di berikan nya pada sahabat kecilnya itu. Surat Surga. Surat dimana ditulis setelah kematiannya.
Start : 10 Desember 2020
Finish : 14 Agustus 2021
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
--☆☆☆--
Gilang lari terbirit birit, seragam sekolah nya menjadi acak acakan, tas ranselnya masih setia di punggungnya.
Gilang melihat jam tangannya yang jarum jamnya menunjukkan arah 06.45
"Yaelah! kurang 15 menit lagi! bakalan telat nih! nggak ada tumpangan lagi duh!" keluh Gilang
06.55
Setelah sekian langkah lari yang Gilang lakukan. Akhirnya sampailah dia di gedung bertingkat 2 yang menjadi tujuannya pagi ini.
"Alhamdulillah, sudah sampai sekolahan!" seru Gilang
Hatinya sangat gembira karna dia belum terlambat masuk sekolah.
Tapi Pak Abdul--seorang penjaga gerbang sekolah ingin menutup gerbang sekolah karna sebentar lagi bel masuk berbunyi.
"Eh Pak, jangan di tutup dulu lah!" seru Gilang seraya memegang gerbang sekolah yang hampir tertutup.
Pak Abdul menggelengkan kepalanya.
"Gilaang, Gilang! yaudah sana masuk! 2 menit lagi bel bunyi!" ucap Pak Abdul
"Makasih pak! Makasih pak!" ujar Gilang.
Dia berlari menuju Kelas 7A untuk mengikuti pelajaran.
"Selamet, lo Laang!" seru Ramzen yang merupakan ketua osis di sekolah.
"Oh ya dong Pak Ketos! mungkin hari ini keberuntungan memihak pada seorang Gilang Fahmi Aditama, bye bye! jangan kangen," ujar Gilang seraya melangkahkan kaki pergi menuju ke kelas 7A.
Ramzen hanya mendengus kesal melihat tingkah bocah satu itu.
------
"Akhirnya sampai di kelas tercintaaaa!" nafas Gilang menjadi tak beraturan karna dia berlari tadi.
"Gilang, lo kemana aja?" tanya Cello yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu.
"Astaghfirullah! lo ngagetin gueee!" seru Gilang sambil bersedekap dada.