3

10 0 12
                                    

"Udah Vai mending kita pindah ke maja lain"ajak Yuri menarik tangan Vaira.

Akhirnya Vaira dkk pergi meninggalkan meja tersebut dengan perasaan kesal.

****

Kring...kring...

Bel pulang sekolah pun berbunyi,Vaira dkk pun beranjak untuk pulang.
"Eh Vai lo pulang sama siapa?"tanya Felo.
"Gue pulang sendiri lah,gue kan bawa motor"jawab Vaira ketus.
"Yaelah..jawabnya ketus amat sih"ucap Felo,Vaira hanya memutar bola matanya malas.

"Masih kesel ya mbaknya sama kejadian di kantin."ucap Nala
"Iyalah,gila aja kali kita lagi enak enak makan tau tau mejanya di gebrak sembarangan,gimana gk kesel coba.Terus pake segala bilang itu meja dia lagi,emangnya ini sekolah punya dia apa?!"ucapnya menggebu.
"Udahlah Vai,lagian juga ini sekolah emang punya salah satu dari Most wanted tadi"jelas Nala santai.Vaira pun mebelalakan matanya
"Serius?!"ujar Vaira tidak percaya.Dan Nala hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Nih ya Vaii gue kasih tau sama lo,yang punya sekolah ini tuh Zafian Aksaro Sanagara anak dari pemilik perusahaan terbesar di dunia"jelas Nala lagi.
"Jadiii lo harus hati hati kalo berurusan sama dia,jangan sampe lo masuk ke kehidupan dia,dia bisa aja bikin hidup lo gak tenang Vai"saran Nala.Vaira hanya berdeham malas.

"Udah ah ngapain si jadi ngomongin orang gajelas begitu,mending kita pulang,LIATT SEKARANG UDAH JAM TIGA SORE!GUE ADA ACARA NIH.GIRLSS GUE CABUT DULUAN YA BYEE"ucap Mezza sambil tergesah gesah.

"Yaudah gue juga mau cabut,udah dijemput sama supir gue di depan"ujar Felo.Hingga tersisa Vaira dan Nala di parkiran.
"Vai,gue serius ngomong sama lo soal yang tadi"ucap Nala jadi serius.
"Dihh jangan serius seirus ah,gue gamau di seriusin"bercanda Vaira.
"Yeuu dikasih taunyaa bebel banget"ucap Nala
"Udah ah,gue duluan ya Nal"pamit Vai,dan Nala pun hanya mengangguk.

****


Sesampainya di rumah,Vaira langsung menuju ke kamar dan merebahkan dirinya di atas kasur.
"Hufftt...yang di ucapin Nala barusan bener atau enggak ya?yang gue tau...Zafi itu ketua gang Armor,tapi kalo ucapan Nala bener ... gue gak akan mau berurusan sama dia sedikitpun,tapiii"bimbang Vaira.
"Ah bodo amat deh gue gak peduli"ucap Vaira.Hingga akhirnya Vaira terlelap dalam tidurnya yang masih dalam keadaan memakai seragam sekolah.

****

Di markas Armor

Zafi dkk sedang melakukan kegiatan masing masing,Aran dan Daffa sedang bermain game di hp mereka,sedangkan Zafi dan Alva sedang bergelut dengan pikiran masing masing.
"Gue penasaran sama cewe itu"batinnya.Zafi masih terus memikirkan masalah yang di kantin tadi siang,dan Alva yaaa dia juga memikirkan hal yang sama.

"EH WOY ANJIR LO DAF,JANGAN CURANG DONG WOY"seru Aran.
"Dihh gue gak curang ya,itumah lo aja yang payah"ejek Daffa,sedangkan yang di ejek tidak terima
"Yeuuu gue gak payah anjing,enak aja lo ngatain gue payah"bantah Aran.
"Yaelahh kalo payah mah payah ajaa gak usah ngelak"ucap daffa,Aran sudah kesal setengah mati terhadap Daffa."Udah ah lo main aja sono sendiri,males gue main sama lo,CURANG"kesal Aran.Sedangkan Daffa tertawa terbahak bahak melihat Aran yang sudah kesal karena ulahnya.

Sasageyo sasageyo shinzou wo sasageyo~

"Anjir suara telfon siapa tuh???"tanya Aran."Gue"jawab Alva dingin.Aran dan Daffa sudah menahan tawanya karena suara telfon Alva.
"Pfftt bhahahahha anjr serius itu suara telfon lo Va?!"ujar Aran tak percaya.
"Bacot"ujar Alva,dan Alva pun beranjak keluar untuk mengangkat telfonnya."Si Alva ngapain ngangkat telfon doang harus keluar?"tanya Daffa
"Privasi mungkin"tebak Aran.

Setelah Alva selesai mengangkat telfon,Alva pun kembali dengan muka yang seperti menahan amarah.Zafi yang melihatnya pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Alva
"Kenapa?"ucapnya dengan nada dingin dan tatapan datarnya,Alva hanya menjawab dengan gelengan.
Awalnya Zafi tidak percaya,tapi ia tidak terlalu memikirkan itu.

"Eh cewe yang tadi dudukin meja kita siapa ya???gue jadi penasaran anjr"ucap Aran,Zafi yang merasakan hal yang sama pun langsuh menoleh ke arah Aran."Gue yakin tu anak murid baru di sekolah kita,mana tampilannya kayak bad girl lagi,cocoklahh sama bos kita,YA GAK GUYS?!"heboh Aran dan di jawab dengan heboh pula oleh yang lainnya.
Zafi tak menanggapi ucapan Aran dan langsung pergi meninggalkan markas,"ehh boss mau kemana?"teriak Daffa yang tak disahuti Zafi.

***

06.50

"ASTAGAAA VAIRAAA BANGUNNN,KAMU UDAH TELAT SEKOLAHNYA VAIII"teriak Adel,mama Vaira.
"Lima menit lagi mahh"ucap Vaira setengah sadar.
"Gak ada lima menit limat menitan"galak Adel.Vaira pun terpaksa harus bangun dari tidurnya dan bersiap siap untuk berangkat menuju sekolah.
"Mahh Vaira berangkat dulu ya"pamit Vaira,"iyaa hati hati ya,jangan ngebut ngebut"perintah Adel.
"Kalo itu aku gak bisa mah"ucap Vaira sambil menampakan deretan gigi nya.
"Dah mah byee"

****

Sesampainya di sekolah,dia langsung menuju kelas,tanpa ia sadari bahwa sudah ada guru yang menatap ke arahnya dengan garang.
"VAIRA!"panggil bu Ningsih,yang terkenal dengan sebutan guru killer.
"Aduhh mati gue"gumamnya.
"Ehhh ibu,apa kabar bu?baik?"basa basi Vaira.Sedangkan bu Ningsih sudah memerah menahan amarah yang membuncah"VAIRAA KAMU ITU MASIH MURID BARU DISINIII,JANGAN SUKA TERLAMBAT,APALAGI KAMU CEWEEE"tegur bu Ningsih.
"Ibu jangan marah marah terus,nanti cepet tua lohhh"ucap Vaira
"Vairaa"panggil bu Ningsih dengan nada lembut tapi menyeramkan.
"Iya bu?"tanya Vaira hati hati
"KELILING LAPANGAN 5 PUTARAN SEKARANG!!!"suruh bu Ningsih.
"Duhh jangan deh bu,2 putaran aja yaa"melas Vaira."Yaudah 10 putaran"tambah bu Ningsih.Vaira hanya bisa melongo mendengarnya.
"Yaudah deh bu 5 aja"pasrah Vaira.

Dan Vaira pun mulai berlari mengitari lapangan,sedangkan di tempat lain Zafi dkk sedang melihat ke arah Vaira yang sedang berlari mengitari lapangan dengan keringat di tubuhnya."Gila itu Vaira kuat banget lari 5 putaran,gue aja yang 2 putaran langsung lemes"kagum Aran
"Heh itu mahh lo nya aja yang lemah,masa 2 putaran doang udah lemes,kalah lo sama cewe"ejek Daffa.
"ANJIB LO DAF,GUE DI NISTAIN MULU PERASAAN DAH SAMA LO,Zafii aku di nistain sama Daffa"melas Aran,sedangkan Zafi tidak menanggapi ucapan Aran.
"Najis jijik tau gak Ran"ujar Daffa
"Ck...tau ah,gue ngambek"ucap Aran sambil mengerucutkan bibirnya.Daffa yang melihat itupun merasa jiji dan menjauh dari tempat Aran duduk.

Sedangkan disisi lain,Vaira sudah menyelesaikan hukumannya dan berakhir di kantin."Aduh haus banget gue,bu Ningsih gak ngira ngira ngasih hukumannya"gerutunya.Saat ia ingin meneguk minumannya...
"VAIRAAAA"teriak Felo.

Uhuk...uhuk...

"Vairaaa lo kemana aja??kenapa tadi lo gak ada dikelas?trus kenapa lo ada di kantin?lo telat?"pertanyaan beruntun keluar dari mulut Felo.
Sedangkan Vaira sudah menatap tajam Felo,"lo ngagetin aja si,udah tau gue lagi minum,keselek kan jadinya,ck..."kesal Vaira.Felo pun hanya menyengir.
"Gue tuh tadi habis dihukum sama bu Ningsih tau gakk,mana panas banget lagi cuacanya"ngeluh Vaira
"Gimana hukumannya?enak??"tanya Mezza."Ya enggaklah"ngegas Vaira,dan Mezza pun hanya tertawa melihat itu.Yuri dan Nala hanya terkekeh mendengarnya.

"Ululuuu kaciannya sahabat aku iniii sini sini aku peyuk"ucap Nala,Vaira dan yang lainnya bergidik ngeri melihat Nala yang seperti itu.
"Ihhh kalian mah gk asik"kesal Nala.

Haii aim kambek
Jangan lupa vote and koment yaa
Byee💓

The Secrets(slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang