10

5 0 0
                                        

Zafi pun langsung menarik lengan Vaira,hingga membuat Vaira terlonjak kaget.

"E-eh"

"Masuk"titah Zafi

Vaira pun menurutinya dan mereka pergi meninggalkan parkiran sekolah

***

20.00

"Diarynya kok gk ada di tempat itu ya?"batinnya bertanya.

Aneh.

Bagaimana bisa,diary itu tidak ada di tempat yang memang ia ketahui?itulah yang Vaira pikirkan saat ini.

"Pokoknya gue harus cepet cepet nemuin diary dia"monolognya.

Ting..tong...

"Ck.Siapa sih malem malem gini ada yang dateng ke rumah gue"gerutunya

Ting..tong..

"BENTAR!"teriaknya.

Saat Vaira membuka pintu....

Betapa terkejutnya Vaira saat ia melihat orang yang berada di depannya ini.

"LOHHH ZAFI?!"

"Hai"sapa Zafi sambil tersenyum tipis.

"Duhh,Zafi pake senyum segala lagi,jadi gugup kan gue"batinnya.

"Ekhem,emm lo ngapain ke rumah gue?"tanya Vaira seraya menghilangkan ke gugupannya.

"Gak boleh?"tanya Zafi balik

Hening.

"Yaudah,gue balik"pamit Zafi

"EHHH,bukan gitu.."ucap Vaira sambil menarik lengan Zafi yang sudah lumayan menjauh.

"M-maksud gue ... emmm anu-"

"Kenapa sihh,kok gugup gitu?hm?"tanya Zafi lembut.

"Ahh kamu mah,aku malu tauuu"rengek Vaira dan tanpa sadar Vaira menggunakan kata aku.

"Aku?"Zafi semakin gencar menggoda gadis yang sekarang menyandang status sebagai kekasihnya ini.

"E-ehh maksud ak-guee hehe"

Menggemaskan.Batinnya

"Gue gak disuruh masuk?"tanya Zafi

Vaira pun menepuk jidatnya"Astagaaa gue lupa,ayo masuk!"

Zafi pun memasuki rumah yang yaa bisa dibilang cukup besar,dan...sepi.

"Vai"panggil Zafi

"Apa?"

"Rumah lo...emang selalu sepi kayak gini ya?"tanya Zafi

Raut wajah Vaira seketika berubah menjadi murung"Iya,biasalahh nyokap sama bokap gue sibuk sama pekerjaannya sampe lupa kalau ada anak mereka yang harus mereka urus"

"Maaf"ucap Zafi

"Untuk?"

"Pertanyaan gue"ucap Zafi singkat

"O-ohh gapapa kok.Oh iya,mau minum apa?nanti gue bikinin"tanya Vaira

"Gak"tolak Zafi dingin.

Ishh balik lagi dinginnya.batinnya memggerutu

"Siap siap"titah Zafi

"Ngapain?"tanya Vaira

"10 menit gue tunggu dibawah,kalo lebih dari itu,gue tinggal"setelahnya Zafi langsung pergi menuju mobilnya.

"Ck.Kebiasaan banget sih,main tinggal tinggal aja"kesalnya.

Beberapa menit kemudian...

Vaira sudah siap dengan hoodie berwarna hitam dan celana jeans.

"Zaf"

Zafi menoleh dan bertanya"Udah?"

Vaira mengangguk"Ayok!"

Lalu Zafi langsung melesatkan mobilnya.

****

Mobil Zafi berhenti tepat di depan sebuah gedung yang bisa dibilang menyeramkan jika dilihat dari luar.

"Zaf...lo bawa gue kemana sih?"tanya Vaira

Zafi tidak menjawab melainkan menarik lengan Vaira lembut untuk masuk ke dalam gedung tersebut.

Sesampainya didalam,Vaira dibuat kagum dengan apa yang ia lihat sekarang ini.

"Zaf,i-ini..."saking terkagumnya Vaira sampai tidak bisa berkata kata

"WESS ADA PAK BOS NIHH!"seru salah satu anggota geng Armor bernama Fazo.Yapss memang setiap hari yang menjaga markas ialah Fazo.

Seruan Fazo membuat Vaira tersentak dari kekagumannya.

"Siapa nihh boss?"tanya Fazo

Zafi tidak menjawab dan langsung membawa Vaira ke suatu tempat.

"Ehh Zaf lo mau bawa gue kemanaa?"tanya Vaira

"Kesini"ucap Zafi saat ia berhenti di rooftop yang berada di markasnya.

"Wah...pemandangannya cantik ya Zaf,bintangnya juga indah"ucap Vaira kagum.

"Cantikkan depan gue"ucap Zafi santai

Blush

"A-apaan sih lo"ucap Vaira sambil memalingkan wajahnya untuk menutupi kegugupannya.

Entahlahh,sifat Zafi kalau sedang bersama Vaira sangat berbeda dengan Zafi yang sedang berada diluar,ganas.

Zafi tau,pasti Vaira sedang blushing sekarang.

"Udah ah,Zafiii gue mau pulang..."rengek Vaira

Zafi yang tidak tahan dengan kegemasan Vaira pun mencubit pipi Vaira.

"Aww...sakit Zafiii"gerutu Vaira sambil mengusap usap pipinya.

"Gue males ah sama lo,bodo amat gue ngambek"ucap Vaira sambil memanyunkan bibirnya

"Minta dicium?"tanya Zafi

Vaira membolakan matanya

"ZAFIIIII!IH"teriak Vaira

"Hahahhaha"

Zafi tertawa?Zafi TERTAWA?

Vaira tertegun melihat Zafi tertawa,sungguh kadar ketampanannya menaik berkali kali lipat.

Zafi yang sadar dilihat oleh Vaira pun langsung menetralkan wajahnya menjadi datar nan dingin seperti biasa.

"Ayok pulang,tambah malam"Zafi menarik lengan Vaira dan membawanya turun ke lantai bawah.

"Zo,gue cabut"pamit Zafi

"Sip"

Tbc.

Hellow aim bek gaiss
Maaf ya baru up sekarang
Jangan lupa vote and koment.Bye♡

























The Secrets(slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang