Harap Follow sebelum membaca✔demi
Kelancaran membaca.
Haruno Sakura, putri dari Kerajaan Haruno yang
harus di sembunyikan di sebuah desa terpencil
demi kebaikannya. membuat putri Haruno tidak
di kenali oleh Kerajaan lainnya.
SELAMAT MEMBACA READERS
...
banyak Typo, bahasa kasar & silakan klik tombol "Back" Jika anda tidak menyukai Fanfic ini,
enjoy Selamat membaca readers
●
●
●
●
●
Lembah kematian terasa sunyi, kabut pekat menjadi pemandangan biasa, lembah yang tak berani di jamah oleh manusia sebelum nya, di sana Pain tinggal bersama pasukan nya, pasu kan yangbahkan jauh lebih berbahaya , Pain manusia berhati iblis, berhati kejam tanpa ampun tapi tidak pernah sedikitpun meresahkan rayat kerjaan, atau ada laporan kalau korban nya adalah rakyat jelata.
"Sebaiknya kau pikirkan ulang." Sasuke memperingati nya
"Aku tidak pernah mendengar kabar buruk tentang nya." Sakura masih terus tenang
"Dia berhati iblis."Sasuke masih tetap bersikeras
"Itu hanya anggapan kalian yang tak mengenal nya." Sakura tetap tidak menghiraukan Sasuke
"Kau mengenal nya?"tanya Sasuke yg merasa ada yang janggal
"Sudahlah lebih baik kau diam saja, kita sedang di awasi"Sakura memperingati Sasuke
"Jadi kau merasakan nya juga." Sasuke merasa ketika masuk lembah kematian seperti ada yang mengikuti
"Sejak memasuki kawasan ini aku sudah merasakan nya tapi tenang saja, mereka anak buah Pain." Rupa nya pemikiran nya sama dengan Sasuke
Tiba-tiba panah melesat ke arah mereka, refleks Sasuke melompat ke arah kuda Sakura dan menjadikan kuda nya sasaran ank panah, mereka berada dalam satu kuda, Sasuke dan Sakura meningkatkan kewaspadaan nya.
"Kabut menghalangi pandangan ku." Sasuke mengeluh
"Terus saja jalan itu hanya sebuah penyambutan." Sasuke merasa ada yang aneh dengan si Cherry. Sasuke yang berada satu kuda dengan gadis bercadar ini bisa merasakan aroma Cherry aroma yang menyegarkan, Sasuke terbuai lebih dalam jika tidak ada suara detingan pedang, Sasuke membelalakan onix nya.
Sanako {Sakura} telah mendapat sambutan pedang tepat di leher nya, Sasuke hendak mencabut pedangnya tapi niat nya itu di tahan oleh Sanako a,k,a (Sakura).
"Turuti saja, ini satu-satuny acara kita bisa bertemu Pain."Sanako {Sakura} setengah berbisik, Sasuke akhirnya menurut dengan paksa dia turun dari kuda nya begitu pula dengan Sanako (Sakura), kedua nya di bawa ke markas Pain.
"Siapa kiranya tamuku malam-malam begini?"Pain bertanya pada ank buah nya dan tampak lah seorang pria berambut jingga, wajah nya di penuhi dengan tindik, di samping nya ada seorang wanita cantik berambut ungu kebiruan dengan hiasan bunga di surai cantik nya, Konan nama nya, Pain mengamati Sanako(Sakura)dan Sasuke.
"Rupa nya seorang pangeran muda dan seorang wanita." Pain masih memperhatikan ke dua nya
"Kalian sedang bercumbu atau tersesat masuk ke wilayahku hm."Pain mengucapkan nya dengan ekspresi datar
"Itu bukan urusanmu, dengan segera akan ku penggal kepala mu Pain." ucap Sasuke terbakar emosi
"Sebelum itu terjadi kepalamu duluan yg akan terpenggal."Pain mengucap kan nya dengan santai, Sasuke yang mendengarnya sekarang benar-benar tersinggung, ia melawan dan berhasil lepas dari pedang milik anak buah nya Pain.
Tapi itu tak berlangsung lama,pedang milik Pain telah merapat kearah leher milik pangeran muda itu. Sasuke berdecak kesal karena Sanako hanya diam saja tanpa membantu nya.
"Pain." Sakura mulai bersuara dengan pedang yang masih bertengger indah dilehernya,Sakura menatap Pain.Pain mengalihkan pandangan nya kepada Sakura, tatapan nya datar dan tajam milik Pain tidak membuat Sakura merasa terintimidasi.
"Saat saljut pergi musim semi pun datang menyambut"Sakura menyebut sebuah kalimat yang tidak dimengerti olehSasuke tapi berbeda dengan Pain ia justru melototkan matanya,dengan ragu Pain melanjutkan
"Membawa kebahagiaan dan kecerian kepada yg menantikan nya." Sakura tersenyum dibalik cadar nya
Pain menatap tidak percaya ke arah Sakura, Sasuke hanya diam menatap kedua nya, Sasuke merasa ada ke anehan di sini. Konan menatap Pain dengan pandangan bertanya, Pain masih sulit mempercayai akan sebuah fakta ini.
"Penjarakan mereka." Satu perintah mutlak keluar dari mulut Pain, anak buah nya mengangguk mengerti
"Hey apa yang kau lakukan." Sasuke berusaha keras melawan tapi partner nya hanya diam menatap ke arah Sasuke,Sasuke mengerti maksud dari partner nya ini,dengan pasrah ia tidak menolak masuk ke dalam penjara milik Pain.
Sakura duduk bersandar, di ikuti Sasuke di samping nya, masih ada keheningan yang menyelimuti kedua nya, tidak jauh dari mereka berdua Pain memandang ke arah Sakura dan mencoba mengingat sesuatu yang terlupakan.
✨
✨
✨
✨
✨
{TBC...}
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
JANGAN LUPA YAH MINNA-SAN UNTUK VOTMEN NYA😗😙
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.