Azkiya, Aktar Dan Takdir

Azkiya, Aktar Dan Takdir

  • WpView
    LECTURES 59
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., sept. 20, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Sebelum kau datang menawarkan senyum dan luka, aku baik-baik saja. Sebelum kau datang mawarnakan cinta dan kecewa, aku baik-baik saja. Sebelum kau datang menawarkan kasih dan rindu, aku baik-baik saja. Namun kau tau setelah kau tawarkan itu pada ku. Aku seperti semiliki sebuah ruang yang menanti untuk diisi dengan sepaket senyuman, cinta dan rindu. Namun paket ini tak akan lengkap tanpa kecewa. Nah sebuah kata terakhir itu yang membuatku mengangap kenangan tentang mu itu adalah luka. Luka yang tak terlihat, tak ada penawar, hanya luka yang terdalam. Mungkin bukan hanya sekedar itu, namun egoku menyimpan memori itu. Aku ingin amnesia atau meriset ulang memory ku. Agar tidak ada kamu didalamnya. Namun aku tak sekejam itu pada diriku. Ya aku masih egois.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Antagonis
  • Akhir Penantian Diujung Senja
  • Di Balik Bayang Asa
  • Strong Girl Michella (END)
  • TITIK LUKA 2
  • You Are Mine [Terbit]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu