Melihat itu, aku terkikik geli. Aku kalau jadi dia juga pasti punya reaksi yang sama. “Hai,” sapaku centil sambil nyengir. “Kaget ya lihat calon istrinya dari solehot jadi soleha?”
Saki mengatupkan mulut, membuang muka, tapi aku sudah bisa lihat kulit wajahnya yang cerah itu memerah. Lucu banget sedunia. Tatapannya kembali ke mataku. Kemudian dia mengangguk. “Cantik.” Satu kata aja memang, tapi nggak apalah, toh dia memang sedang terkejut.
“Mau masuk nggak nih, suami masa depanku?”
“Dyuthi ….” lirihnya.
https://karyakarsa.com/AkuUMI/bukber-art-2-saki-dyuthi