Empat Bulan, Seumur Kenangan

Aku pernah mengira bahwa sesuatu yang hanya berlangsung empat bulan tidak mungkin meninggalkan bekas terlalu dalam. Ternyata aku salah.

Ada orang yang hanya singgah sebentar, tetapi meninggalkan namanya begitu lama di kepala.

Namanya Raka.

Kami pernah bahagia dengan cara yang sederhana. Pernah makan cilok lima ribu di depan gerbang kampus. Pernah saling kirim "Sudah makan?" "Hati-hati."

Sampai akhirnya jarak mengubah semuanya. Ketika Raka pergi bekerja ke Kaltim, pesan-pesan menjadi semakin pendek. Dari voice note 1 menit menjadi hanya stiker. Dari "oh" dan "iya".

Aku mulai mengenal bentuk kesepian yang baru: memiliki seseorang, tetapi tetap merasa sendirian.

Sampai suatu hari, namanya tidak bisa lagi kuhubungi. Aku diblokir tanpa kata terakhir.

Ini bukan cerita tentang siapa yang salah. Ini cerita tentang bagaimana empat bulan yang singkat bisa menjadi seumur kenangan bagi hati, dan tentang seorang perempuan yang akhirnya belajar memilih dirinya sendiri.

---
Karya: Hardina | 23 Tahun | Palopo, Sulawesi Selatan
Masuk Tingkat Nasional
  • JoinedJuly 10, 2021


Following


Story by Hardina06
Empat Bulan, Seumur Kenangan by Hardina06
Empat Bulan, Seumur Kenangan
Empat Bulan, Seumur Kenangan Aku pernah mengira bahwa sesuatu yang hanya berlangsung empat bulan tidak mungki...
1 Reading List