- REVENGE 3 -
"Woy! Kenapa lo?" tanya Raka kaget dari sebelah. "Kepleset lo? Ati-ati bego, ntar gegar otak."
"I-iya... licin banget... anjir..." Liam menggigit bibirnya sampai berdarah, merasakan rasa besi di lidahnya. "Lantainya... licin... banget..."
"Makanya jangan kebanyakan sabun," kekeh Raka.
Ezra menambahkan jari telunjuknya. Dua jari.
ZREET. Peregangan itu instan, perih, dan menyakitkan.
"Sakit... Zra... sempit..." rintih Liam pelan, air matanya menetes bercampur air shower.
Dia mulai memompa dua jarinya keluar masuk dengan tempo cepat dan kasar.
"Eh Yam, woy, ditanya malah diem," panggil Raka lagi. "Si Sarah 'sempit' gak? Biasanya cewek cheerleader gitu jepitannya kenceng, Bro. Lo pasti kewalahan kan nahan biar gak cepet keluar?"
Saat Raka bertanya tentang 'sempit', Liam justru sedang merasakan dua jari Ezra merobek pertahanannya.
"S-sempit... Rak..." Liam menjawab sambil mendesah panjang, kepalanya menggeleng-geleng tak terkendali. "Sempit banget... gila... ahhh... jepitannya... kenceng... gue... gue gak kuat... nghhh!"
"Lo ngomongin lubang lo sendiri ya, Yam?" bisik Ezra sadis, jarinya bergerak liar, mengaduk-aduk isi perut Liam. "Iya, lubang lo sempit banget. Jepitan lo kenceng banget di jari gue. Lo munafik. Lo ngaku-ngaku nidurin cewek padahal lo lagi nungging ditembak jari cowok."
"Hhhngg... Rak... udah ah..." Liam mencoba menghentikan obrolan, kakinya gemetar tak terkendali seperti jeli.
"Yaelah, pelit amat lo bagi cerita," Raka tertawa, suara guyuran air di biliknya terdengar lagi. "Tapi emang sih, kalo lagi enak gitu pasti nagih. Lo sampe lemes gitu suaranya, pasti semalem abis 'olahraga' berat sama dia kan? Berapa ronde lo?"
"Tuh, temen lo bener," bisik Ezra "Lo lagi olahraga berat sekarang. Lo lagi ditunggangin. Lo p*lacur gue, Liam. Desah lagi. Bilang ke Raka kalo lo lagi enak banget. Berapa ronde lo kuat sama jari gue?"
"Nghhh... i-iya Rak... enak... enak banget... shhh... gila..."
Full Version Link on Bio atau wa: 082394911532