IndoFanfiction

- STEP BRO Chapter END -
          	Naka menunduk, mengecup pelipis Arhan seraya berbisik dengan nada memuja yang sarat akan kepemilikan mutlak. "Naka suka banget sama badan Abang. Semua otot ini, keringat Abang, suara desahan Abang... semuanya cuma punya Naka. Enak kan, Bang, jadi punya Naka?"
          	
          	Arhan, yang masih setengah linglung akibat sisa-sisa overstimulasi, hanya bisa memejamkan mata. Egonya sebagai laki-laki garang sudah tak bersisa, sepenuhnya digantikan oleh rasa nyaman dan ketergantungan yang absolut. Pria raksasa itu mengusapkan pipinya ke dada Naka, meloloskan embusan napas panjang yang terdengar layaknya dengkuran pasrah.
          	
          	"Bacot lu, ..." gumam Arhan parau. Ia menyembunyikan wajahnya yang kembali merona di balik ceruk leher adiknya, sementara tangannya yang besar dan kapalan perlahan bergerak memeluk pinggang ramping Naka dengan protektif. "...tapi, iya... s-shhh... j-jangan berhenti bikin Abang gila kayak gini, Dek. Besok... tusuk Abang lagi."
          	
          	Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522
          	

IndoFanfiction

- STEP BRO Chapter END -
          Naka menunduk, mengecup pelipis Arhan seraya berbisik dengan nada memuja yang sarat akan kepemilikan mutlak. "Naka suka banget sama badan Abang. Semua otot ini, keringat Abang, suara desahan Abang... semuanya cuma punya Naka. Enak kan, Bang, jadi punya Naka?"
          
          Arhan, yang masih setengah linglung akibat sisa-sisa overstimulasi, hanya bisa memejamkan mata. Egonya sebagai laki-laki garang sudah tak bersisa, sepenuhnya digantikan oleh rasa nyaman dan ketergantungan yang absolut. Pria raksasa itu mengusapkan pipinya ke dada Naka, meloloskan embusan napas panjang yang terdengar layaknya dengkuran pasrah.
          
          "Bacot lu, ..." gumam Arhan parau. Ia menyembunyikan wajahnya yang kembali merona di balik ceruk leher adiknya, sementara tangannya yang besar dan kapalan perlahan bergerak memeluk pinggang ramping Naka dengan protektif. "...tapi, iya... s-shhh... j-jangan berhenti bikin Abang gila kayak gini, Dek. Besok... tusuk Abang lagi."
          
          Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522
          

IndoFanfiction

this message may be offensive
- STEP BRO chapter 2
          
          Pemandangan di atas kasur itu memperlihatkan kontras fisik yang luar biasa tidak masuk akal. Tubuh Naka yang berkulit pucat, ramping, dan lebih pendek itu nyaris tenggelam sepenuhnya di antara kedua kaki Arhan yang mengangk*ng lebar. Bahkan, ukuran satu paha besar Arhan yang dipenuhi otot tebal dan urat menonjol itu terlihat jauh lebih besar dan masif dibandingkan keseluruhan pinggang dan panggul sempit Naka yang kini menancap di bawah sana. Arhan benar-benar seperti raksasa yang sedang dikalahkan oleh lawannya yang berukuran setengah dari tubuhnya.
          
          "Ahh... s-shhh... f-fuck... ketat banget, Bang..." desah Naka tertahan, membenamkan wajahnya tepat di ceruk leher sawo matang Arhan. 
          
          "Nghhh... j-jangan gerak dulu, Na... s-shhh... g-gua mohon, diem bentar... ahh... p-perut gua... hhh..." Arhan merintih memelas, suaranya sangat lirih dan parau, terdengar menyedihkan untuk ukuran seorang jagoan yang biasanya ditakuti.
          
          Kedua tangan besar Arhan yang lemas kini hanya tergeletak pasrah di sisi kepalanya. Dada bidangnya naik-turun dengan cepat. Pinggul besarnya berkedut pelan di atas sprei, mencoba menyelaraskan kapasitas tubuh bagian dalamnya dengan benda asing milik Naka yang kini bersarang maksimal dan menekan perut bawahnya hingga terasa sangat penuh.
          
          Naka mengecup rahang tegas dan dada basah Arhan dengan sayang, tangannya mengusap sisi perut six-pack Arhan yang kaku, membiarkan tubuh raksasa itu beradaptasi dalam diam. Di bawah temaram lampu meja malam itu, segalanya telah berubah. Laki-laki garang berbobot delapan puluh lima kilogram yang tergeletak telentang tak berdaya itu telah sepenuhnya terbuka, ditembus, dan takluk secara absolut di bawah kuasa adiknya yang secara fisik jauh lebih kecil. Arhan telah resmi menjadi seorang bottom.
          
          Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522 Lagi ada promo beli 1 paket dapat 2 paket

IndoFanfiction

- STEP BRO chapter 1 -
          
          Slurp... slop... slurp...
          
          Suara isapan basah dan decakan ludah terdengar sangat jelas memecah keheningan. Arhan perlahan membuka kelopak matanya yang masih terasa berat sisa kantuk semalam. 
          
          Napas Arhan langsung tertahan di kerongkongan. Ia menunduk sedikit, menyingkap ujung selimutnya. Pemandangan di bawah sana sama sekali tidak membuatnya kaget, tapi tetap saja berhasil membuat kewarasannya melayang.
          
          Naka—adik tiri bungsunya yang bertubuh kurus—sedang bersembunyi di bawah sana. Kepala Naka bergerak maju-mundur dengan tempo konstan, menelan k*nt*l Arhan dalam-dalam.
          
          "Nghhh... shhh..." Arhan mengerang pelan. Kepalanya kembali bersandar ke bantal. Tangan besarnya yang penuh urat refleks mencengkeram seprai. "Na... udah... mhhh... gua capek banget sumpah..."
          
          "Ah...! Nghhh!" Arhan tersentak kaget. Tubuh raksasanya kelojotan pelan. "J-jangan digituin lagi, Na... mhhh... geli, bangsat... shhh... stop..."
          
          Plak.
          
          Sebuah tepukan lumayan keras mendarat di paha bagian dalam Arhan. Tangan Naka yang kecil dan kurus menekan paha berotot itu, memberikan isyarat bisu yang sangat mutlak.
          
          Ia menyerah. Dengan napas memburu dan dada bidang yang naik-turun berkeringat, Arhan menurut pasrah. Ia membiarkan kakinya didorong ke atas oleh tangan kecil Naka. Arhan mengangk*ng semakin lebar, mengekspos seluruh area pribadinya tanpa sisa rasa malu demi menyambut lidah adik tirinya yang kembali memberikan rimm*ng brutal.
          
          "MHHH...!! A-ahh... Na... i-iya... mhhh... enak... shhh..." Arhan meracau kacau, lengan besarnya kini menutupi kedua matanya sendiri menahan malu dan nikmat yang meledak-ledak.
          
          Gimana ceritanya jagoan sekolah kayak gua... pentolan yang ditakutin semua orang... sekarang malah berakhir ngangkang pasrah dan keenakan di bawah kendali bocah kurus ini?
          
          Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522 lagi ada promo beli 1 paket dapat 2 paket

IndoFanfiction

- BOCIL last chapter -
          
          "Nghhh... k-kenapa ditarik, Cil...? Ahh... jangan, masukin lagi..." rengek Arka panik, pinggul tebalnya berkedut liar mencari gesekan dari bawah.
          
          Fino tidak menjawab. Dia memiringkan badannya sedikit, merogoh saku jaket basah Arka yang tergeletak di lantai, lalu mengeluarkan sebungkus rokok beserta korek gas kesayangan Arka. ia melemparkan bungkusan dan korek itu ke atas dada Arka yang basah oleh keringat.
          
          "Nyalain Bang," perintah Fino dengan tatapan mutlak. "Gua mau liat gaya abang ngerokok sambil gua s*d*k."
          
          Arka menelan ludah bingung. Napasnya memburu, matanya menatap bungkus rokok di dadanya dan wajah Fino bergantian. Tapi dorongan biologis dan rasa butuhnya membuat Arka menurut sepenuhnya. Dengan tangan besar yang bergetar hebat, Arka merogoh bungkusan itu, mengambil sebatang, lalu menjepit filternya di antara bibir tebalnya. Jemari kasarnya memutar roda korek gas.
          
          Ctek.
          
          Api kecil menyala. Arka melindungi nyala api itu dengan telapak tangannya secara refleks, menarik napas dalam-dalam hingga ujung rokoknya menyala merah muda, lalu mengembuskan asap tebal dari hidung dan mulutnya.
          
          Pemandangan di depan mata Fino saat ini benar-benar mewujudkan fantasi terliarnya. Dulu, momen yang paling Fino tunggu setiap kali mengintip dari balik jendela adalah melihat Arka merokok di teras rumahnya. Gaya maskulin Arka saat melindungi api korek dan menyalakan rokok dengan hanya memakai kaus lekbong dan celana pendek selalu membuat otak Fino gila. Fino sering berfantasi liar, berharap suatu saat bisa melihat Arka melakukan hal jantan itu dalam keadaan tel*nj*ng bulat.
          
          Dan malam ini, fantasi itu terjadi secara nyata di depan matanya sendiri. Arka tel*nj*ng, mengangkang lebar dan pasrah di bawahnya, menghisap rok*k murni karena menuruti perintahnya.
          
          Full version link on bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- BOCIL chapter 2 -
          
          Fino menempelkan dada dan perutnya ke punggung Arka, merasakan setiap getaran hancur dari arka di depannya. 
          
          "Tahan suaranya, Bang..." bisik Fino pelan dengan nada dominan yang sadis. "Ntar ketahuan Pak Yanto loh."
          
          Ucapan itu seolah menjadi komando mutlak. Fino lalu mundur setengah langkah. Kedua tangannya mencengkeram pinggul Arka yang padat, lalu menariknya ke belakang dengan kuat. Tarikan itu memaksa Arka untuk mengubah posisinya. Dada bidang dan wajah arka tetap menekan tembok batako yang basah, tapi bagian bawah tubuhnya tertarik mundur sehingga Arka kini dalam posisi menungg*ng yang sangat memalukan.
          
          Dengan posisi Arka yang sepenuhnya terbuka dan tak berdaya, Fino melancarkan serangan ganda. Tangan kiri Fino yang dua jarinya sudah berada di dalam, mulai menginvasi lub*ng Arka. Ia memompa keluar-masuk dengan ritme yang dalam dan tanpa ampun. Setiap kali jarinya melesak masuk, Fino sengaja melengkungkannya untuk menekan paksa titik prost*t arka.
          
          Bersamaan dengan itu, tangan kanan Fino yang kecil menyelinap ke depan perut Arka. Fino menggenggam k*nt*l Arka yang sudah menegang beringas dan memompa pre-cum, lalu mulai mengocoknya dengan entakan cepat dan kasar.
          
          Sensasi siksaan ganda ini benar-benar menghancurkan sisa-sisa kabel kewarasan Arka.
          
          "Mhhh!!! Nghhh... ahh... b-bangsat..." Arka merintih putus asa di balik bekapan tangannya.
          
          Tubuh besarnya kelojotan. Urat-urat di lengan dan lehernya menonjol keras seperti mau pecah. Kedua lutut Arka lemas tak bertulang, hanya tertahan oleh cengkeraman tangan Fino di pinggulnya. Arka kini merengek tertahan, air mata fisiologisnya menetes deras membasahi tembok berlumut di depannya. Tubuhnya yang besar dan berotot murni dipermainkan habis-habisan oleh sosok yang selama ini ia anggap cuma 'bocil' S M P yang tak berbahaya.
          
          Full version Link on Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- BOCIL -
          
          Bagi Fino, anak SMP yang tak banyak tingkah, perkampungan ini terlalu berisik. Fino adalah tipikal remaja introvert yang dunianya hanya sebatas sekolah, layar ponsel, dan kasur. Dia tidak punya geng tongkrongan, apalagi minat untuk ikut kumpul-kumpul di gardu pos ronda. Begitu bel pulang sekolah berbunyi, rute hidupnya cuma satu: langsung pulang dan mengunci diri di kamar.
          
          Namun, ada satu alasan kenapa Fino betah menghabiskan waktu berjam-jam duduk di lantai kamarnya sambil menyingkap sedikit tirai jendelanya. Jendela itu menghadap langsung ke rumah petak berpagar pendek di seberang jalan. Rumah Arka.
          
          Brummm... brummm!
          
          Suara knalpot motor custom yang bising memecah sore. Dari sela tirai, mata Fino langsung fokus. Jantungnya refleks berdegup sedikit lebih cepat.
          
          Itu Arka. Mahasiswa semester akhir yang umurnya beda enam tahun dari Fino. Arka mematikan mesin motornya, menendang standar samping dengan gaya cuek, lalu melepas helm half-face-nya. Rambutnya agak gondrong dan berantakan, basah oleh keringat. Kulitnya sawo matang khas cowok yang sering terpapar matahari jalanan.
          
          Arka tidak langsung masuk ke dalam rumah. Cowok berumur 21 tahun itu duduk di kursi plastik depan terasnya, merogoh saku celana jeans-nya yang belel, dan mengeluarkan sebungkus rokok. Bunyi clik dari korek gas terdengar samar hingga ke kamar Fino. Arka menghembuskan asap tebal ke udara, matanya memicing menatap jalanan kampung dengan tatapan tajam dan rahang yang mengeras.
          
          Aura bad boy-nya begitu pekat. Brengsek, cuek, tapi entah kenapa sangat karismatik.
          
          Dari balik jendela kamarnya yang gelap, Fino menelan ludah. Dia memperhatikan setiap detail Arka. 
          
          FULL VERSION LINK ON BIO ATAU WA: 082394911522

IndoFanfiction

- PEMBALAP VS 2 SAHABAT BANCI PACARNYA last chapter -
          
          Bajingan... kenapa rasanya sebegini gila, bangsat?! Logika Aksel menangis meraung-raung di dalam batinnya.
          
          Pergolakan mental di dalam kepalanya terasa luar biasa hebat, membakar habis sisa warasnya. Dia sama sekali tidak ingin menikmati ini. Setiap sudut pikirannya membenci kenyataan bahwa tubuh raksasanya yang setinggi 185 cm sedang didominasi, dihimpit, dan dikendalikan penuh oleh dua orang cowok kemayu yang selama ini selalu dia remehkan dan dia panggil dengan sebutan banci. Aksel adalah seorang pembalap liar, jagoan jalanan, dan playboy tulen yang terbiasa memegang kendali penuh atas wanita-wanita di atas ranjang. Dialah yang biasanya menghentak, mendominasi, dan mengatur jalannya permainan.
          
          Namun malam ini, realita berbalik seratus delapan puluh derajat. Setiap kali benda keras, panjang, dan berurat milik Kiki di dalam sana menghantam kelenjar prost*tnya dengan telak, selangkangan Aksel berdenyut nyilu bercampur nikmat yang biadab. Tubuhnya memuntahkan cairan precum jernih dalam volume banyak, mengalir deras menuruni pangkal paha tanpa bisa ia tahan sedikit pun. Bagian dalam perutnya terasa sesak, kram, dan dipenuhi gelombang listrik hangat yang merusak sistem saraf motoriknya, memaksa pinggul raksasanya yang kokoh untuk meliuk pasrah mengikuti ritme hunjaman Kiki.
          
          "A-ahhh... b-bangsat... k-keluarin... nghhh... s-sakit... t-tapi... a-ahhhh!" racau Aksel dengan kalimat yang sepenuhnya patah, tidak beraturan, dan tersedak oleh salivanya sendiri
          
          Full Version link on bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- PEMBALAP VS 2 SAHABAT BANCI PACARNYA -
          
          Malam ini tidak ada bedanya. Aksel baru saja memenangkan taruhan jutaan rupiah. Di usianya yang menginjak dua puluh empat tahun, Aksel adalah definisi fisik dari maskulinitas yang brutal. Tingginya menjulang 185 sentimeter. Tidak ada lemak di tubuhnya, hanya otot yang tercetak keras dan padat hasil dari rutinitas angkat beban dan tarikan setir di kecepatan tinggi. Kulitnya berwarna eksotis, terbakar matahari sirkuit, dipenuhi peluh yang memantulkan cahaya lampu jalan. Lengan kirinya dari bahu hingga pergelangan dibungkus tato hitam pekat bermotif tribal dan tengkorak yang menambah kesan garang. Rahangnya tegas, matanya setajam elang, dan setiap langkahnya memancarkan arogansi seorang penguasa yang tak pernah tunduk pada siapa pun.
          
          Aksel adalah laki-laki tulen seutuhnya. Seorang bad boy dengan libido hiper-seksual yang butuh disalurkan setiap kali darahnya berdesir sehabis balapan.
          
          Sambil menenggak sisa vodka dari botolnya, Aksel melangkah masuk ke dalam kamar kosan eksklusif milik pacarnya, Rania. Niatnya malam ini sederhana: merayakan kemenangan, menuntaskan berahi yang sudah menumpuk di selangkangannya, lalu tidur.
          
          Namun, begitu pintu terbuka, Aksel mendengus kasar. Ekspektasinya untuk langsung menerkam Rania di atas ranjang buyar seketika.
          
          Di ruang TV yang remang-remang, pacarnya sudah terkapar tak berdaya di atas karpet berbulu, tertidur pulas dengan napas teratur akibat terlalu banyak minum soju. Dan yang membuat mood Aksel semakin merosot adalah dua sosok yang duduk mengapit Rania di atas sofa.
          
          Kiki dan Varo.
          
          Dua sahabat karib Rania. Di mata Aksel, mereka berdua sama sekali tidak masuk dalam hitungan sebagai "laki-laki". Tingginya paling mentok 170 sentimeter, jauh lebih pendek dan ramping dibanding tubuh raksasa Aksel. Mereka adalah wujud nyata dari cowok slay yang menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk rutinitas skincare ketimbang berolahraga.
          
          
          Link On bio atau wa: 082394911522