IndoFanfiction

Suara kecipak basah, bau keringet yang makin pekat, dan pemandangan dua pasangan cowok-cowok yang saling memuaskan ini bener-bener jadi kiamat kecil buat gue. Gue ngerasa posisi gue sebagai wanita di dunia ini udah nggak ada gunanya lagi buat Jevan.
          	
          	Dan detik berikutnya... mereka ciuman.
          	
          	Mmmhh... Chup... Sluuurp...
          	
          	Gue ulangin. PACAR GUE CIUMAN SAMA SAHABAT COWOKNYA. Sambil mereka berdua lagi dis*dok.
          	
          	Bibir Jevan melumat bibir Dimas dengan desperate. Lidah mereka saling membelit, saling tuker liur, saling cari kenyamanan di tengah rasa sakit dan nikmat yang ngehajar tubuh bagian bawah mereka. Hidung mereka bersentuhan, napas mereka nyampur jadi satu uap panas.
          	
          	"Mhhmm... Dimas... enak..." desah Jevan di sela ciumannya, suaranya basah. "Iya Jev... ahhh... Rangga dalem banget... cium gue lagi..." bales Dimas, terus dia ngisep bibir bawah Jevan rakus.
          	
          	Visual itu... anjir. Dua cowok macho, gym-rat, cool kids... ciuman bibir dengan posisi selangkangan dijajah cowok lain. Mereka kelihatan kayak pasangan kekasih yang lagi struggling bareng. Kayak Romeo dan Juliet versi neraka.
          	
          	Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522

roastedcorn2346

@IndoFanfiction Pasti berbayar kan sayang bgt btw semangat
Balas

IndoFanfiction

Suara kecipak basah, bau keringet yang makin pekat, dan pemandangan dua pasangan cowok-cowok yang saling memuaskan ini bener-bener jadi kiamat kecil buat gue. Gue ngerasa posisi gue sebagai wanita di dunia ini udah nggak ada gunanya lagi buat Jevan.
          
          Dan detik berikutnya... mereka ciuman.
          
          Mmmhh... Chup... Sluuurp...
          
          Gue ulangin. PACAR GUE CIUMAN SAMA SAHABAT COWOKNYA. Sambil mereka berdua lagi dis*dok.
          
          Bibir Jevan melumat bibir Dimas dengan desperate. Lidah mereka saling membelit, saling tuker liur, saling cari kenyamanan di tengah rasa sakit dan nikmat yang ngehajar tubuh bagian bawah mereka. Hidung mereka bersentuhan, napas mereka nyampur jadi satu uap panas.
          
          "Mhhmm... Dimas... enak..." desah Jevan di sela ciumannya, suaranya basah. "Iya Jev... ahhh... Rangga dalem banget... cium gue lagi..." bales Dimas, terus dia ngisep bibir bawah Jevan rakus.
          
          Visual itu... anjir. Dua cowok macho, gym-rat, cool kids... ciuman bibir dengan posisi selangkangan dijajah cowok lain. Mereka kelihatan kayak pasangan kekasih yang lagi struggling bareng. Kayak Romeo dan Juliet versi neraka.
          
          Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522

roastedcorn2346

@IndoFanfiction Pasti berbayar kan sayang bgt btw semangat
Balas

IndoFanfiction

Jevan melintir p*tingnya kasar sambil pinggulnya goyang-goyang di sofa, ny*dok jarinya makin dalem.
          
          "Ayo, Chika... masukin... udah siap nih... fPck me please..."
          
          Tubuh Jevan yang macho, basah kuyup oleh keringat maskulin, napasnya tersengal-sengal, otot perutnya kontraksi tiap kali jarinya ny*dok dalem... tapi kelakuannya bener-bener kayak bitch murahan yang lagi begging for it.
          
          Gue tutup mata rapet-rapet di balik lemari gelap, tangan gue nge-grip baju gue sendiri sampe robek. Sakit banget. Posisi itu... kaki diangkat lebar ke udara, jari mainin lubPng sendiri, mainin put*ng sambil desah manja... ITU POSISI ANDALAN GUE.
          
          Itu cara gue ngegoda dia biar dia nafsu sama gue. Itu signature move gue kalau gue lagi pengen dimanja.
          
          Dan sekarang, Jevan nyuri move itu. Dia nyuri peran gue. Ternyata selama ini dia bukan nikmatin tubuh gue. Dia belajar dari gue. Dia ngeliat gue sebagai tutorial. Gue cuma bahan simulasi. Dia merhatiin gimana cara gue mendesah, gimana cara gue f*ngering, gimana cara gue masang muka sange... cuma biar dia bisa mempraktekkan itu semua di depan Chika, sahabat gua sendiri dan itu seorang waria. F*ck you, Jevan F*ck you.
          
          full version link on Bio atau wa: 082394911522
          
          

IndoFanfiction

"Udah... Zra... kaki gue... kram... gue gak kuat nahan..." rintih Liam, napasnya memburu kasar, keringat menetes dari ujung hidungnya ke dada Ezra. Otot pahanya bergetar hebat, bukan hanya karena lelah, tapi karena over-stimulasi.
          
          Ezra membuka matanya yang sejak tadi terpejam menikmati sensasi jepitan Liam. "Oke. Kita pindah. Gue mau liat muka lo lebih deket."
          
          Mereka bergeser dari kursi ke karpet bulu tebal di tengah kamar.
          
          Ezra duduk bersila (Lotus position), dan Liam duduk di pangkuannya, berhadapan.
          
          Posisi ini mengubah segalanya. Penetrasi yang tadinya dalam, kini menjadi mutlak. k*nt*l Ezra masuk hingga ke titik terdalam yang bisa dicapai manusia, menyentuh ulu hati Liam.
          
          Kaki panjang Liam yang berotot melingkar erat di pinggang ramping Ezra, mengunci mereka dalam satu simpul daging yang tak terpisahkan. Dada mereka bertemu. Kulit bertemu kulit. Detak jantung bertemu detak jantung. Keringat mereka yang hangat bercampur menjadi satu lapisan lengket yang merekatkan tubuh mereka.
          
          Wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Hembusan napas panas Liam menerpa bibir Ezra.
          
          Ezra menangkup wajah Liam dengan kedua tangannya. Dia bisa melihat setiap detail kehancuran di wajah sang Raja Sekolah: bulu mata yang basah lengket, pupil mata yang melebar hitam menutupi iris cokelatnya karena high seksual, bibir yang bengkak merah karena digigit sendiri, dan ekspresi pasrah yang menyedihkan namun begitu indah.
          
          "Liat lo, Yam," bisik Ezra lembut, mengusap pipi Liam dengan ibu jarinya. "Lo cantik banget kalau lagi berantakan gini."
          
          Liam membuka matanya yang sayu. Tatapan mereka terkunci. Dulu, tatapan ini penuh api kebencian. Sekarang... api itu sudah padam, digantikan oleh air ketenangan. Ketergantungan.
          
          "Zra..." panggil Liam lirih, suaranya pecah. "Gue... gue sayang lo..."
          
          Full Version Link On Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- REVENGE 3 -
          
          "Woy! Kenapa lo?" tanya Raka kaget dari sebelah. "Kepleset lo? Ati-ati bego, ntar gegar otak."
          
          "I-iya... licin banget... anjir..." Liam menggigit bibirnya sampai berdarah, merasakan rasa besi di lidahnya. "Lantainya... licin... banget..."
          
          "Makanya jangan kebanyakan sabun," kekeh Raka.
          
          Ezra menambahkan jari telunjuknya. Dua jari.
          
          ZREET. Peregangan itu instan, perih, dan menyakitkan.
          
          "Sakit... Zra... sempit..." rintih Liam pelan, air matanya menetes bercampur air shower.
          
          Dia mulai memompa dua jarinya keluar masuk dengan tempo cepat dan kasar.
          
          "Eh Yam, woy, ditanya malah diem," panggil Raka lagi. "Si Sarah 'sempit' gak? Biasanya cewek cheerleader gitu jepitannya kenceng, Bro. Lo pasti kewalahan kan nahan biar gak cepet keluar?"
          
          Saat Raka bertanya tentang 'sempit', Liam justru sedang merasakan dua jari Ezra merobek pertahanannya.
          
          "S-sempit... Rak..." Liam menjawab sambil mendesah panjang, kepalanya menggeleng-geleng tak terkendali. "Sempit banget... gila... ahhh... jepitannya... kenceng... gue... gue gak kuat... nghhh!"
          
          "Lo ngomongin lubang lo sendiri ya, Yam?" bisik Ezra sadis, jarinya bergerak liar, mengaduk-aduk isi perut Liam. "Iya, lubang lo sempit banget. Jepitan lo kenceng banget di jari gue. Lo munafik. Lo ngaku-ngaku nidurin cewek padahal lo lagi nungging ditembak jari cowok."
          
          "Hhhngg... Rak... udah ah..." Liam mencoba menghentikan obrolan, kakinya gemetar tak terkendali seperti jeli.
          
          "Yaelah, pelit amat lo bagi cerita," Raka tertawa, suara guyuran air di biliknya terdengar lagi. "Tapi emang sih, kalo lagi enak gitu pasti nagih. Lo sampe lemes gitu suaranya, pasti semalem abis 'olahraga' berat sama dia kan? Berapa ronde lo?"
          
          "Tuh, temen lo bener," bisik Ezra "Lo lagi olahraga berat sekarang. Lo lagi ditunggangin. Lo p*lacur gue, Liam. Desah lagi. Bilang ke Raka kalo lo lagi enak banget. Berapa ronde lo kuat sama jari gue?"
          
          "Nghhh... i-iya Rak... enak... enak banget... shhh... gila..."
          
          
          Full Version Link on Bio atau wa: 082394911532

IndoFanfiction

- REVENGE 2 -
          "Layani gue, dan gue bakal bikin lo ngerasain orgasme paling enak seumur hidup lo. Gue bakal lepasin semua beban lo."
          
          "Janji...?" tanya Liam lirih, air matanya jatuh lagi. "Lo janji bakal lepasin gua...?"
          
          "Janji. Asal lo jadi babu yang pinter," jawab Ezra sambil tersenyum menang.
          
          Ezra kembali mengeluarkan kntlny yang keras. Dia menyodorkannya ke bibir Liam. 
          "Buka."
          
          Dengan tangan gemetar di dalam borgol dan tatapan pasrah yang menyedihkan, Sang Raja Sekolah perlahan membuka mulutnya lebar-lebar, menjulurkan lidahnya sedikit, dan menerima 'hukuman' sekaligus 'penyelamat'-nya.
          
          Liam memejamkan matanya erat-erat saat merasakan kepala kntl Ezra menyentuh bibirnya yang pecah dan basah. Dengan satu dorongan pelan namun tegas dari pinggul Ezra, benda hangat dan keras itu melesak masuk melewati barisan gigi Liam, menekan lidahnya ke bawah, dan memenuhi rongga mulutnya sepenuhnya.
          
          "Mhhmp..."
          
          Liam mengerang tertahan. Rasanya penuh. Asing. Aroma musky Ezra—campuran bau keringat samar dan sabun murah yang dulu Liam hina—kini memenuhi indra penciuman dan perasanya, mendominasi otaknya.
          
          Ezra tidak langsung bergerak kasar. Dia membiarkan Liam membiasakan diri dengan ukuran itu. Tangan Ezra yang bebas bergerak naik, mencengkeram rambut belakang Liam yang basah oleh keringat, menjambaknya pelan untuk mendongakkan kepala Liam lebih tinggi.
          
          "Buka mata lo," perintah Ezra tajam.
          
          Liam menggeleng lemah, masih ingin sembunyi dalam kegelapan kelopak matanya.
          
          "Gue bilang buka mata lo, Liam. Atau gue cabut sekarang dan gue kirim videonya."
          
          Ancaman itu bekerja instan. Kelopak mata Liam bergetar, lalu terbuka perlahan. Mata cokelatnya yang biasanya angkuh kini berkaca-kaca, merah, dan penuh ketakutan bercampur kepasrahan. Dia menatap lurus ke atas, ke wajah Ezra yang menunduk menatapnya dengan senyum puas.
          
          "Pinter," puji Ezra. "Sekarang isep. Yang pinter. Inget, nasib lo ada di tangan gue."
          
          Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- REVENGE -
          Ezra menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang selalu waspada. Dia menghirup aroma kertas tua yang menguning dan debu karpet yang apek. Bagi orang lain, bau ini membosankan, tapi bagi Ezra, ini adalah udaranya. Zona nyamannya. Di pojok paling belakang perpustakaan, terhalang rak besi tinggi berisi buku Biologi dan Ensiklopedia yang jarang disentuh siswa lain, Ezra merasa aman.
          
          Dia baru saja selesai menghabiskan roti isi selai kacang yang dia makan diam-diam, dan sekarang dia mencoba fokus kembali pada buku Fisika Kuantum di depannya. Huruf-huruf kecil itu menari di balik lensa kacamata tebalnya. Tapi konsentrasinya pecah berantakan saat mendengar suara langkah kaki berat mendekat.
          
          Dug. Dug. Dug.
          
          Getarannya terasa sampai ke kaki meja. Bukan langkah kaki pustakawan Bu Ratmi yang menyeret sandal jepit, atau langkah ragu siswa kutu buku lainnya yang takut bersuara. Ini langkah kaki yang punya otoritas. Berat, mantap, dan sembarangan seolah dia pemilik gedung ini.
          
          Jantung Ezra berhenti berdetak saat bayangan besar menutupi cahaya lampu baca di mejanya. Oksigen di sekitarnya mendadak menipis, digantikan oleh aroma yang datang lebih dulu sebelum orangnya—bau maskulin yang tajam dan mengintimidasi; campuran keringat sisa olahraga yang musky, aroma mint dingin dari rokok yang disamarkan permen karet, dan parfum mahal yang menyengat namun memabukkan.
          
          Sreeet!
          
          Kursi kayu di depan Ezra ditarik kasar, kakinya berdecit nyaring di lantai, memecah kesunyian sakral perpustakaan.
          
          Ezra mendongak kaku, lehernya terasa berkarat. Kacamata tebalnya sedikit melorot karena keringat dingin yang mendadak muncul di pangkal hidungnya. Di depannya, duduk dengan kaki melebar, yang memakan hampir seluruh ruang di bawah meja, adalah Liam.
          
          Sang Raja Sekolah. Ketua geng motor 'Viper' yang rumornya minggu lalu baru saja mematahkan rahang anak sekolah sebelah hanya karena masalah parkiran.
          
          Full Version Link On Bio atau wa 082394911522

IndoFanfiction

NEW STORY "@Unknown_User part 3"
          
          ****
          
          @Unknown_User: Halo, Risel. Kangen gue? @Unknown_User: Gue liat lo nikmatin waktu lo sama mainan plastik gue selama gue pergi. Good boy. Lo ngelatih diri lo sendiri. @Unknown_User: Tantangan Terakhir: Find Me. Gue ada di ruangan ini. Gue pake Topeng Kucing. Temuin gue sebelum jam 12 malem. Kalau lo salah tebak orang, atau lo gagal nemuin gue... video lo 'riding' dild* gue bakal jadi penutup manis di layar proyektor utama pas acara dansa.
          
          ****
          
          Full Version Link on bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

NEW STORY "@Unknown_User"
          
          ****
          @Unknown_User: Audio yang indah. Suara sedotan lo pro banget, Risel. Gue jadi penasaran... gimana rasanya kalau itu bukan pisang? Tapi sabar... itu nanti.
          
          Sorenya, Latihan hari ini neraka. Bukan karena fisiknya, tapi karena HP gue di loker getar lagi pas gue mau mandi.
          
          @Unknown_User: Tantangan Ketiga: Locker Room Talk. Instruksi: Mandi bareng tim lo. Jangan pake anduk. Pancing mereka ngomongin seks, arahin ke topik gay/eksperimen sama cowok. Terus, kocok punya lo. Tantang mereka adu ukuran. Gue mau liat Diven (rival lo) ikutan sange gara-gara lo. Foto diem-diem pas kalian lagi 'pedang-pedangan'.
          
          Gue ngelempar HP ke dalem tas, nahan pengen muntah.
          
          Di kamar mandi komunal yang penuh uap itu, ada sekitar lima orang. Termasuk Diven, si cowok songong yang selalu iri sama catatan waktu gue.
          
          ****
          
          Full Version Link On Bio atau wa 082394911522