IndoFanfiction

- MY GF BROTHER - 5 TAHUN KEMUDIAN -
          	
          	Lima tahun.
          	
          	Udah lima tahun sejak malam sinting di kamar itu. Malam di mana harga diri gua sebagai laki-laki dihancurkan sampai tak bersisa, lalu dibentuk ulang secara brutal oleh sentuhan tangan seorang Jevian.
          	
          	Sekarang, kalau lo nyebut nama Aksa di jalanan, orang nggak akan lagi inget preman sekolah berseragam acak-acakan yang hobi tawuran dan mecahin kepala anak orang. Nama gua sekarang ada di level yang beda. Terpampang raksasa di billboard jalan protokol, mendominasi layar bioskop, dan selalu wara-wiri jadi headline di berbagai akun infotainment.
          	
          	Iya, meskipun gua nggak pernah sekali pun nginjekin kaki di bangku kuliah, gua berhasil nembus kerasnya industri hiburan. Modal gua? Cuma tampang brengsek, sorot mata tajam yang kata orang-orang "mematikan", dan aura bad boy yang bukannya luntur, malah makin menjadi-jadi seiring bertambahnya umur.
          	
          	Penampilan gua sekarang makin liar. Lengan kiri gua udah tertutup rapat oleh tattoo full-sleeve, tintanya meliuk tajam mempertegas urat dan otot-otot besar yang selalu gua latih mati-matian tiap hari di gym. Di mata publik, di bawah terang kilat blitz kamera, gua adalah definisi manly yang sempurna. Sosok Alpha male idaman seantero negeri.
          	
          	****
          	
          	 "Aku dengar pacar cantikku ini, sering gonta-ganti pacar, hm?" bisiknya, nada suaranya berubah jadi slay dan sangat mengintimidasi. Ujung knt*lnya mulai menekan pintu lub*ng gua. "Sudah berapa banyak yang kamu tiduri, Sayang?"
          	
          	"A-arghhh... pelan-pelan, Sayang..." rintih gua, memohon dengan sebutan yang bahkan nggak pernah gua kasih ke satu pun perempuan yang pernah gua tidur*.
          	
          	Jevian mencondongkan tubuhnya ke depan, kedua tangannya menahan dada bidang gua agar tidak memberontak. Dia menatap gua dengan kilat mata seorang penguasa sejati.
          	
          	"Liat aku, Aksa," perintahnya dingin dan tajam. "Aku mau kamu mendesah... seperti artis-artis yang sudah kamu tiduri itu."
          	
          	Full version Link on bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- MY GF BROTHER - 5 TAHUN KEMUDIAN -
          
          Lima tahun.
          
          Udah lima tahun sejak malam sinting di kamar itu. Malam di mana harga diri gua sebagai laki-laki dihancurkan sampai tak bersisa, lalu dibentuk ulang secara brutal oleh sentuhan tangan seorang Jevian.
          
          Sekarang, kalau lo nyebut nama Aksa di jalanan, orang nggak akan lagi inget preman sekolah berseragam acak-acakan yang hobi tawuran dan mecahin kepala anak orang. Nama gua sekarang ada di level yang beda. Terpampang raksasa di billboard jalan protokol, mendominasi layar bioskop, dan selalu wara-wiri jadi headline di berbagai akun infotainment.
          
          Iya, meskipun gua nggak pernah sekali pun nginjekin kaki di bangku kuliah, gua berhasil nembus kerasnya industri hiburan. Modal gua? Cuma tampang brengsek, sorot mata tajam yang kata orang-orang "mematikan", dan aura bad boy yang bukannya luntur, malah makin menjadi-jadi seiring bertambahnya umur.
          
          Penampilan gua sekarang makin liar. Lengan kiri gua udah tertutup rapat oleh tattoo full-sleeve, tintanya meliuk tajam mempertegas urat dan otot-otot besar yang selalu gua latih mati-matian tiap hari di gym. Di mata publik, di bawah terang kilat blitz kamera, gua adalah definisi manly yang sempurna. Sosok Alpha male idaman seantero negeri.
          
          ****
          
           "Aku dengar pacar cantikku ini, sering gonta-ganti pacar, hm?" bisiknya, nada suaranya berubah jadi slay dan sangat mengintimidasi. Ujung knt*lnya mulai menekan pintu lub*ng gua. "Sudah berapa banyak yang kamu tiduri, Sayang?"
          
          "A-arghhh... pelan-pelan, Sayang..." rintih gua, memohon dengan sebutan yang bahkan nggak pernah gua kasih ke satu pun perempuan yang pernah gua tidur*.
          
          Jevian mencondongkan tubuhnya ke depan, kedua tangannya menahan dada bidang gua agar tidak memberontak. Dia menatap gua dengan kilat mata seorang penguasa sejati.
          
          "Liat aku, Aksa," perintahnya dingin dan tajam. "Aku mau kamu mendesah... seperti artis-artis yang sudah kamu tiduri itu."
          
          Full version Link on bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- My Girlfriend Brother Last Chapter -
          
          Setelah doa dan tiup lilin, riuh tepuk tangan pecah. Kak Val motong kuenya. Potongan pertama tentu aja disuapin ke bokap dan nyokapnya. Lalu, dia motong kue kedua. Logika normalnya, kue itu pasti buat adiknya satu-satunya, kan? Tapi Kak Val justru berbalik badan, natep gua dengan senyum paling tulus yang pernah gua liat, lalu nyodorin piring kecil itu ke gua.
          
          Dari sudut mata gua, gua bisa ngeliat rahang Jevian mengeras. Senyum palsunya luntur sepersekian detik. Sementara dada gua rasanya mau meledak nahan tangis. Kak Val terlalu baik. Terlalu suci. Gua ini cuma sampah kotor yang nggak pantes nerima senyumannya.
          
          Gua nerima kue itu dengan tangan gemetar.
          Gua butuh keluar dari situasi ini. Setelah acara puncak tiup lilin dan potong kue selesai, suasana pesta mulai mengendur.
          
          Ini celah gua. Mata gua awas menyapu seluruh area taman, nyari sosok Jevian. Dan bener aja, cowok slay itu kelihatan lagi jalan sendirian ninggalin keramaian, masuk ke dalam rumah lewat pintu kaca dapur.
          
          ****
          
          "BERHENTI! F*CK! CABUT, JEV! BANGSAT, CABUT!" Tangan gua menggedor daun pintu kayu di depan gua dengan sisa tenaga yang ada. "Sakit banget, anjing! Huhu... jangan diterusin! Keluarin!"
          
          "Ssshhh... tenang, sayang... tenang..." Tangannya mendekap dada dan perut gua dengan erat, mengunci tubuh besar gua agar tidak meronta dan jatuh. "Jangan kaku gitu, Tarik napas... rileks, sayang..." 
          
          "Jev... ampun... gue mohon... mati gue, Jev... akhhh!"
          
          "Gila lo! Lepasin gue! Gue normal, Jev! Gue cowok normal! Gue straight! Ahhh... sakit..."  "Ini salah, Jev! Bangsat, ini salah! Gue pacar kakak lo! Please... keluarin... lubang gua rasanya mau robek... huhu..."
          
          Dia nggak mencabutnya. Alih-alih berhenti, Jevian malah menempelkan bibirnya di ceruk leher gua, mengecupnya lembut sementara pinggulnya mendorong masuk lebih dalam, perlahan tapi pasti merobek ego gua inci demi inci.
          
          Full version Link on Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- My Girlfriend Bro Chapter 2-
          
          Gua bener-bener kehilangan akal sehat. Insting binatang gua ngambil alih sepenuhnya. Gua bergelinjang di atas ranjang sutra itu. Pantat berotot gua bergerak aktif tanpa sadar, sengaja mundur dan menekan ke arah tangan Jevian buat nyari tekanan yang lebih dalem dari jarinya. Gua memohon pada siksaan itu. Gua menyorongkan diri gua sendiri ke arah kehancuran yang dia bikin.
          
          Di tengah gempuran nikmat yang bikin mata gua berkunang-kunang, otak gua yang udah setengah korslet tiba-tiba mempertanyakan kewarasan gua sendiri.
          
          "J-Jev... ssshhh... g-gue ini kenapa, bangsat?" racau gua, suara gua pecah berantakan di sela-sela napas yang putus-putus. Gua menoleh sedikit ke belakang, menatap matanya dari atas bahu gua dengan pandangan sayu dan penuh kebingungan yang menyiksa. "Gue cowok normal, kan? Gue... gue suka cewek... g-gue sayang sama Kakak lo... t-tapi kenapa... ahhh... kenapa gue malah keenakan diginiin sama lo?!"
          
          Gua mencengkeram sprei makin erat, merintih saat jarinya lagi-lagi menghantam titik buta gua. "Kenapa jari lo... f*ck... kenapa ini rasanya lebih gila dari apapun, Jev?! Apa yang salah sama otak gue, anjing... mngghhh..."
          
          Jevian tertawa, tawa yang mengalun indah tapi penuh dengan kemenangan telak. Dia memajukan wajahnya, membisikkan racun tepat di telinga gua sementara tangannya di bawah sana sama sekali nggak melambat.
          
          Full Version Link on bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

Layar iPhone 16 Pro milik Jevian menyala tanpa henti. Nama kakaknya, Valerie, gonta-ganti muncul antara voice call dan WhatsApp spam. Jevian, yang sedang asyik memoles lip balm di depan cermin toilet, akhirnya mendengus malas dan menggeser tombol hijau.
          
          ​"Apa sih, Kak Val? Berisik banget, my God," sembur Jevian langsung, nada suaranya slay tapi judes.
          
          ​"Jev! Pliis, lo lagi di sekolah kan? Cariin Aksa! Dari semalam WhatsApp gue cuma di-read doang. Dia bolos lagi ya? Cek di kelasnya, buruan!" suara Valerie terdengar panik dari seberang telepon. Kakaknya itu sudah kuliah, tapi posesifnya terhadap Aksa—pacarnya yang masih kelas 3 SMA, setahun di atas Jevian—nggak hilang-hilang.
          
          ​"Cari aja sendiri, kenapa sih harus gue," gerutu Jevian.
          
          ​"Jevian, please! Kalau lo nemuin dia, gue beliin sunscreen Somethinc yang lo mau kemarin. Dua botol!"
          
          ​Mata Jevian langsung berbinar. "Deal! Jangan bohong lo ya."
          
          ​Jevian menutup telepon, merapikan rambutnya yang di-styling sempurna, lalu melangkah keluar toilet layaknya sedang berjalan di runway. Misinya dimulai. Mencari pentolan sekolah paling bermasalah demi dua botol sunscreen.
          
          ​Ia memulai pencarian dari kelas XII IPS 3. Nihil. Kelas itu seperti kapal pecah, dan bangku Aksa di pojok belakang kosong melompong. Jevian kemudian melenggang ke kantin, tempat biasa Aksa nongkrong sambil merokok diam-diam. Tidak ada. Hanya ada sisa-sisa anak kelas 3 lain yang sedang main kartu.
          
          ​"Hih, ke mana sih itu manusia purba," umpat Jevian pelan, mulai kesal karena kakinya mahalnya mulai terasa pegal.
          
          ​Pilihan terakhir adalah area gudang belakang sekolah. Tempat keramat para anak berandal.
          
          ​Lorong itu sunyi senyap.  Jevian berniat berbalik arah dan melapor pada kakaknya kalau Aksa tidak ada di sekolah. Namun, saat ia memutar badannya, telinganya yang tajam menangkap suara sayup-sayup dari dalam gudang.
          
          ​Suaranya berat, serak, seperti ringisan tertahan.
          
          ​"Nngghhh... ahhh..."
          
          Full Version Link On Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

Layar iPhone 16 Pro milik Jevian menyala tanpa henti. Nama kakaknya, Valerie, gonta-ganti muncul antara voice call dan WhatsApp spam. Jevian, yang sedang asyik memoles lip balm di depan cermin toilet, akhirnya mendengus malas dan menggeser tombol hijau.
          
          ​"Apa sih, Kak Val? Berisik banget, my God," sembur Jevian langsung, nada suaranya slay tapi judes.
          
          ​"Jev! Pliis, lo lagi di sekolah kan? Cariin Aksa! Dari semalam WhatsApp gue cuma di-read doang. Dia bolos lagi ya? Cek di kelasnya, buruan!" suara Valerie terdengar panik dari seberang telepon. Kakaknya itu sudah kuliah, tapi posesifnya terhadap Aksa—pacarnya yang masih kelas 3 SMA, setahun di atas Jevian—nggak hilang-hilang.
          
          ​"Cari aja sendiri, kenapa sih harus gue," gerutu Jevian.
          
          ​"Jevian, please! Kalau lo nemuin dia, gue beliin sunscreen Somethinc yang lo mau kemarin. Dua botol!"
          
          ​Mata Jevian langsung berbinar. "Deal! Jangan bohong lo ya."
          
          ​Jevian menutup telepon, merapikan rambutnya yang di-styling sempurna, lalu melangkah keluar toilet layaknya sedang berjalan di runway. Misinya dimulai. Mencari pentolan sekolah paling bermasalah demi dua botol sunscreen.
          
          ​Ia memulai pencarian dari kelas XII IPS 3. Nihil. Kelas itu seperti kapal pecah, dan bangku Aksa di pojok belakang kosong melompong. Jevian kemudian melenggang ke kantin, tempat biasa Aksa nongkrong sambil merokok diam-diam. Tidak ada. Hanya ada sisa-sisa anak kelas 3 lain yang sedang main kartu.
          
          ​"Hih, ke mana sih itu manusia purba," umpat Jevian pelan, mulai kesal karena kakinya mahalnya mulai terasa pegal.
          
          ​Pilihan terakhir adalah area gudang belakang sekolah. Tempat keramat para anak berandal. 
          
          ​Lorong itu sunyi senyap.Jevian berniat berbalik arah dan melapor pada kakaknya kalau Aksa tidak ada di sekolah. Namun, saat ia memutar badannya, telinganya yang tajam menangkap suara sayup-sayup dari dalam gudang.
          
          ​"Nngghhh... ahhh..."
          
          Full Version Link On Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

this message may be offensive
- STR8 TO G*Y 2026 version chapter 10 -
          
          "Iya... auuu... iya... enak! Ahhh... enak, Maria... jari kamu enak... nghhh!" jawab Mike lantang dengan suara baritonnya yang pecah dan memelas.
          
          "Hahahaha! Denger tuh, Al! Guru loe keenakan di- fist*ng wari*!" ledek Jefri dari atas sofa, tangannya semakin beringas mengocok kont*lnya sendiri menyaksikan momen langka itu.
          
          "Nah... gitu dong, anak baik," puji Maria dengan tawa puas.
          
          Mendengar jawaban jujur itu, Maria langsung mempercepat gerakan jarinya di lubang Mike dengan sangat brutal. Tiga jarinya mengorek semakin dalam, membengkok dan dengan sengaja mencari titik prost*t guru itu.
          
          "Ahhhhh... AHHHHH! Bangsat... pas di situ... nghhh... ahhh!" Pak Mike menggelepar, kepalanya menggeleng-geleng di atas meja kaca saat jari Maria menghantam titik g-sp*t laki-lakinya secara bertubi-tubi. Air liurnya menetes membasahi meja.
          
          Melihat hal itu, Michelle pun tidak mau kalah. Ia menambahkan jari ketiganya ke dalam lubang an*s Fandy, lalu memutarnya dengan sangat kasar.
          
          "Gimana, Bang Fandy? Ahhh, jepitan loe bener-bener kayak pelacur kelaparan... mmmhhh!" bisik Michelle, terus memprovokasi sambil meremas pinggul Fandy.
          
          "Ahhh... Chell... ahhhh... fuck! Jangan di situ... nghhh... gua mau gila rasanya... ahhhhhh!" racau Fandy. Tubuh pria 24 tahun yang akan segera menikah itu kini benar-benar telah berubah menjadi budak nafsu. Pinggulnya tanpa sadar mulai menyorong mundur, sengaja mencari gesekan jari Michelle agar menekan prost*tnya lebih dalam lagi.
          
          Full version Link on Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- STR8 TO G*Y 2026 Version chapter 8 -
          
          Verrel sama sekali tidak mempedulikan protes dari dua pria dewasa itu. Ia berjalan santai menuju panel dinding dan mengecilkan volume musik EDM hingga hanya menyisakan dentuman bass yang pelan.
          
          "Ok... Girls... Now it's your time to show us" perintah Verrel dengan nada dingin dan penuh otoritas, mengarahkan tangannya ke arah dua "wanita" yang baru saja menelan lahar putih Fandy dan Mike.
          
          Kedua "wanita" cantik dengan payudar* besar dan riasan menggoda itu langsung berdiri. Dengan gerakan sensual, mereka melangkah naik ke atas meja kaca panjang yang berada tepat di depan lutut Fandy dan Mike.
          
          "Surpriseee~"
          
          Teriakan genit itu meluncur dari bibir mereka bersamaan dengan tangan mereka yang menarik turun celana pendek ketat yang sedari tadi mereka kenakan. Celana itu jatuh ke lantai karpet.
          
          DEG.
          
          Mata Steven, Kenny, Jefri, dan Al membelalak sempurna, nyaris melompat dari rongganya. Mulut mereka menganga tak percaya melihat pemandangan di atas meja kaca tersebut. Di balik tubuh bagian atas yang sangat feminin dan payudara yang sintal, bertengger sebongkah daging maskulin yang tertidur lelap di antara paha mulus mereka.
          
          Kedua "malaikat penggoda" itu ternyata adalah laki-laki biologis! Namun, yang paling mengejutkan adalah suara tawa yang keluar dari tenggorokan mereka. Tawa feminin itu mendadak berubah menjadi tawa bariton pria dewasa yang berat dan serak.
          
          Mendengar suara tawa laki-laki yang sangat dekat di depan wajah mereka, Fandy dan Mike tersentak kaku. Otot-otot di tubuh mereka kembali menegang.
          
          "Suara cowok? Rel! Suara siapa itu, anjing?! Loe bawa siapa ke sini?!" bentak Fandy panik. Ia memberontak beringas, berusaha melepaskan ikatan ikat pinggang di tangannya.
          
          "Lepasin mata gua, Verrel! Siapa yang ketawa tadi?!" teriak Pak Mike tak kalah murka, urat lehernya menonjol tajam menyadari ada yang sangat tidak beres.
          
          Full Version Link on bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- STR8 TO G*Y 2026 Version chapter 8 -
          
          "Dimana sih si Jef nih, ditelepon dari tadi nggak diangkat-angkat lagi," gerutu Kenny sambil menatap layar ponselnya. Ia sudah memutari area kantin, lapangan basket, hingga parkiran, tapi sosok Jefri tak kunjung terlihat.
          
          Setelah berpikir cukup lama, Seringai tipis muncul di wajah Kenny. Ia memutar arah langkahnya, berjalan menuju area belakang sekolah yang terkenal angker dan jarang dilewati. Di sana terdapat deretan WC lama yang berdekatan dengan gudang rusak serta bekas ruang UKS yang sudah lama tidak terpakai.
          
          "Pasti nih anak lagi have fun di sarangnya," gumam Kenny yakin.
          
          Dan benar saja. Belum juga tangannya menyentuh gagang pintu, indra pendengaran Kenny sudah menangkap suara-suara mencurigakan dari dalam. Suara desahan napas yang berat, decapan basah, dan rintihan manja seorang perempuan terdengar jelas menembus celah pintu.
          
          Tanpa aba-aba dan tanpa sopan santun sedikit pun, Kenny menendang pintu kayu itu hingga terbuka lebar.
          
          BRAAAK!
          
          "Woy...... dicariin dari tadi malah di sini!" teriak Kenny dengan suara lantang.
          
          Di sudut ruangan, Jefri dan Sonya, salah satu siswi populer di sekolah, sedang berada dalam posisi yang sangat intim.
          
          Otomatis, kejutan itu membuat mereka berdua tersentak panik luar biasa. Kancing seragam Sonya sudah terbuka sepenuhnya, mengekspos bra berendanya yang tersingkap. Jefri sedang asyik menenggelamkan wajahnya di sana, menjilati dan meremas payudara Sonya yang cukup besar dengan rakus. Sementara itu, celana seragam Jefri sudah melorot hingga ke paha, dan tangan Sonya sedang sibuk memegang dan mengocok kont*l Jefri yang sudah ereksi penuh.
          
          "Kenny??" teriak Sonya kaget. Wajah cantiknya seketika memerah padam antara malu dan marah. Ia buru-buru menarik tangannya dari selangkangan Jefri dan memutar tubuhnya, berusaha menutupi dadanya yang terekspos sambil mengancingkan seragamnya dengan tangan gemetar.
          
          Full Version Link on Bio atau wa: 082394911522

IndoFanfiction

- STR8 TO G*Y 2026 VERSION chapter 7-
          
          "Rell," panggil Steven, nadanya sedikit serius namun masih diwarnai sisa-sisa euforia gila tadi. "Loe pelet abang gue ya? Maksud gue... Fandy itu lurus banget, anjing."
          
          Verrel menghentikan sisirannya. Seringai iblis kembali menghiasi wajah tampannya. Melalui pantulan cermin, ia menatap mata sahabatnya itu. Alih-alih mengelak, Verrel justru merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah botol kaca kecil yang sudah kosong. Ia melemparkannya ke atas kasur Steven.
          
          "Bukan pelet, Bro. Sains," jawab Verrel santai.
          
          Steven mengernyitkan dahi, memungut botol kecil itu dan membaca label yang samar. Matanya perlahan membelalak saat menyadari apa benda itu. "Anjing... loe naruh perangsang di susu abang gue? Dan gue... gue minum sisa obat ini?!"
          
          Verrel membalikkan badannya, tertawa renyah seolah itu hanyalah sebuah lelucon ringan. "Gue belinya buat ngerjain loe atau Kenny pas nongkrong nanti. Tapi kebetulan abang loe lagi show off badan di bawah, ya gue iseng aja. Test drive. Nggak nyangka efeknya bakal sebuas itu sampai abang loe yang sok suci itu mohon-mohon buat di-f*ck."
          
          Steven menatap Verrel dengan tatapan tak percaya. Kakaknya baru saja dilecehkan secara kimiawi, dan ia sendiri tanpa sadar ikut memperk*sa darah dagingnya sendiri karena efek sisa obat tersebut. Logika normal seharusnya membuat Steven marah besar.
          
          Namun, bukannya melayangkan pukulan, bibir Steven perlahan melengkung membentuk senyum yang tak kalah gelapnya. "Gila loe, Rell. Bener-bener psikopat. Tapi... not gonna lie, lubang abang gue emang masterpiece."
          
          Full version link on Bio atau wa: 082394911422
          
          

IndoFanfiction

- STR8 TO G*Y 2026 Version chapter 6-
          
          Al duduk di baris kedua dari depan, berusaha keras memfokuskan pandangannya ke arah buku catatannya. Namun, pikirannya melayang-layang. Setiap kali ia duduk terlalu lama, ingatan tentang rasa ngilu dan gesekan beringas di atas meja medis besi itu kembali menghantuinya, membuat bulu kuduknya meremang dan keringat dingin menetes di tengkuknya.
          
          ​Tiba-tiba, sebuah getaran singkat terasa dari dalam saku celana abu-abunya.
          
          ​Bzzzt.
          
          ​Al tersentak kecil. Dengan ragu dan tangan yang sedikit gemetar, ia merogoh sakunya perlahan dan menarik ponselnya, menyembunyikannya di bawah laci meja kayu agar tidak ketahuan Pak Yanto.
          
          ​Layar ponselnya menyala, menampilkan sebuah notifikasi pesan WhatsApp dari nomor Kenny. Jantung Al seketika berdetak dua kali lebih cepat. Dengan jari yang berkeringat, ia membuka pesan tersebut.
          
          "Sebentar pulang sekolah loe datang ke rumah Verrel. Kalau nggak, foto ini akan tersebar ke seluruh grup angkatan dan guru-guru"
          
          ​Napas Al tercekat di tenggorokan. Di bawah teks ancaman itu, ada sebuah thumbnail foto yang masih buram karena belum terunduh sepenuhnya. Dengan sisa-sisa keberaniannya, ibu jari Al menekan layar untuk mengunduh gambar tersebut.
          
          ​Deg!
          
          ​Dunia Al seolah runtuh detik itu juga.
          
          Full Version Link on bio atau wa: 082394911522
          Beli paket lebih murah.