New chapter

Aku menyebut diriku pelupa. Lupa bahwa aku seorang penulis yang harus menulis. Menulis jika ada event, dan selebihnya jika jiwa itu datang. Maklum, rasa malas melebihi rasa ingin menulis. Merupakan Gen Z, yang kata sebagian orang lemah, sebagian lagi angkat tangan. Pemudi suku Sunda yang kini sedang mengais uang, bukan anak. Inilah aku, Masyasi.

Jangan panggil Mas karena aku memiliki rahim. Panggil Ma, aku bukan fatah di atas mim. Panggil Syasi terlalu feminim. Panggil Sya terlalu intim. Panggil Si, terlalu minim.

M saja boleh (dibaca em, huruf M). Minim juga, sih, tapi tak apalah. Oke... saya Em.

Selaku hati dan pikiran, mereka sudah muak dengan kalimat, "Pengen sekali mencetak buku, dibaca jutaan kali, diangkat menjadi film, dapat nominasi. Tidur lagi."

Walau sudah tak ada keinginan untuk mencetak buku, ketakutan itu bergelayut pada benakku.

Plagiarisme.

Aku mohon dengan sangat, jadilah pembaca dan penulis yang bijak. Bolehlah sebuah karya jadi inspirasi dan motivasi. Karena tidak ada satu pun karya yang benar-benar murni. Tapi... di sini imajinasi kalian benar-benar ditantang. Tema boleh sama, tokoh boleh sedikit sama, gaya(?) pun sama, tapi hanya satu--atau mungkin dua--pembeda. Eksekusi dan soal rasa.

Karyaku, ibaratkanlah pada dua hal; madu dan racun. Jika kamu mengambil madu, boleh senang dan tertawa puas, tetapi... jika racun yang kamu ambil, jangan pernah menyalahkan siapa pun kecuali dirimu sendiri.

Aku hanya makhluk lemah.
  • Di Sini
  • JoinedOctober 5, 2025




Stories by Msys
Nirwana by Masyasi
Nirwana
Kami sekumpulan kalimat yang berdempetan atau terkadang menjauh. Untuk mengetahui sebuah makna, kami dibuat s...
ARAH by Masyasi
ARAH
Kami semua hidup di tempat bernama Jalan. Tujuan kami adalah Barat, yang belum diketahui dan ditemukan titikn...
RETAK by Masyasi
RETAK
Kamu sudah retak atau pecah? Pernahkan kamu mendengar istilah Kintsugi? Aku tidak akan menjelaskan lebih, kar...
ranking #474 in dalam See all rankings
3 Reading Lists