Aku berlayar pada kelamnya rindu yang membelenggu, melihat, mendekat, tersemat pada peliknya keadaan yang tak sejalan dengan harapanku. Aku benci disebut pecundang, aku benci pula bila kau sebut namanya. Cinta yang ku punya hanya semakin menghitamkan hatiku, terus berusaha agar mampu menggapai terang sepertimu. Aku ada, namun tiada. Aku gelisah dan tak tahu harus bagaimana. Kuputuskan memasang jaring yang sama untukmu dengan yang selama ini menjeratku. Kau harus mengerti jika luka maupun cinta yang terpelihara ini, merubah citra malaikatku lalu menjadi bara api pada jiwa yang menjelma bagai iblis.
- THE DOLL : Embracing Wounds and love-