Assalamu'alaikum Risqiyuli
<
<
"Mapay jalan satapak ngajugjug kahiji lembur teu karasa capena, sabab aya Eneng Aildis." Nyanyian lagu sunda itu begitu kencang dan merdu. Aildis melirik ke asal suara. Di sana, di pojok kelas, Yocah sedang bernyanyi sembari bergoyang-goyang di depan anak laki-laki.
Aildis menatap Yocah dari kejauhan dengan tatapan garang. Malu, terlihat dari pipinya yang mulai merona. Yocah memang bukan remaja idaman. Tetapi pria itu memang mempunyai daya tarik tersendiri. Hidungnya mancung, matanya manis, dan bulu matanya lentik. Sayangnya, dia dikategorikan sebagai pria bertubuh mungil.
Kelima temannya memandang ke arah Aildis. Mereka tahu kalau Aildis menyimpan rasa pada Yocah.
"Dis, tuh si Yocah." Yulie mulai menggoda Aildis.
"Paan sih lu!" Aildis memberenggut dengan wajah yang merona.
"Ciee mukanye merah." Sephie menyenggol lengan Aildis.
"Berisik lu sapi." Aildis melirik ke arah Sephie dengan tatapan tajam.
"Apa!!" Sephie menaikkan nada suaranya. Ia menatap Aildis dengan tajam. Sementara Aildis, hanya memutar bola matanya jengah.
Tanpa disuruh, Aildis melangkah keluar mencari udara segar. Rasanya, di dalam kelas sangat sumpek, ditambah dengan nyanyian gombal dari Yocah.
~
Penasaran kaya gimana alur kisahnya?
Yuk klik link di bawah ini
http://my.w.tt/UiNb/gotnaTVGCF
Dan segera memberi suara sebanyak-banyaknya.
Jangan lupa untuk mengunjungi chat story di TAP
https://taptap.app.link/pHAQWImGCF