Hakikat keberadaan manusia bukan untuk menjadi sempurna ataupun mencapai kesempurnaan karena kesempurnaan hanya milik sang mahakuasa serta sang maha pencipta, hakikat manusia tak lebih dari memelihara apa yang telah dianugerahkan sang pencipta kepada para makhluk fana.
Kesombongan sejatinya milik para iblis, kesombongan untuk tidak tunduk kepada Adam lah yang membuat mereka jatuh kedalam jurang neraka.
Manusia makhluk fana yang hakikatnya lebih tinggi dari makhluk fana lain, sebagian dari mereka dengan bangganya menentang sang mahakuasa, pencipta mereka. Sementara mereka tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka tak lebih dari sebutir debu dalam luasnya angkasa, luasnya hamparan Cosmos.
Dalam sebutir Debu itu, terdapat sebuah tempat luas, tempat para manusia serta makhluk fana lainnya tinggal. Dari miliaran manusia yang tinggal dalam ruang lingkup planet bumi, beberapa dari mereka merasa hebat, merasa bangga hanya karena lebih hebat dari lainnya sementara dia tak lebih dari setitik atom dalam luasnya hamparan cosmic, dalam semesta yang kecil ditangan tuhan.
- InscritJuly 17, 2022
Inscrivez-vous pour rejoindre la plus grande communauté de conteurs
ou
Histoire par Spicα Altaira αlρhα
- 1 Histoire Publiée
Spica -Paradise in Reality, Eterni...
13
2
1
Benua Swastamita, sebuah benua yang letaknya 'terasingkan' dari benua utama atau benua tempat dimana sebagian...
2 Listes de Lectures
- Liste de Lectures
- 36 Histoires
- Liste de Lectures
- 19 Histoires