Hidup ini tempatnya belajar, kita ga bisa sempurna untuk bisa menguasai seisi dunia. Kita bisa menerima dan berdamai dengan diri kita aja udah keren banget!. Kita ga perlu memaksakan diri kita, hanya untuk menjadi apa yang orang lain inginkan. Kita mempunyai versi terbaik kita masing-masing.
Stop insecure!
Kamu cantik dengan versi kamu sendiri!.
Kedua atma yang ditakdirkan untuk bersama, berbicara lewat do'a, menyampaikan lewat asa, untuknya yang selalu dipuja.
Tak bertemu namun rasa itu semakin dalam, mengunci hati padanya yang belum terbayang, semu namun ada, nyata namun tak terlihat.
Alunan do'a mengudara meminta izin memasuki celah kerajaan-Nya, agar sang maha kuasa menyampaikan rentetan do'a do'a yang selalu ia panjatkan di sepertiga malamnya.
Dawai itu berhenti berdengung
Tanpa ritma pernah menjadi lagu
Dawai itu kehilangan petikan
Tanpa bertemu dengan merdunya sebuah nyanyian
"Aku tidak tahu, ini adalah kalimat penenang atau pengaduan, karena pada dasarnya aku tidak mau terlihat tenang. bukankah, resah dan gelisah adalah sebagian tanda dari cinta?"
Merapi lihatlah manusia-manusia itu, kakinya melangkah penuh berani padahal yang dilewatinya adalah kerikil-kerikil tajam. Matanya berbinar-binar, ketika burung-burung itu melewati ruang hampa di depan mereka. Mereka begitu istimewa karena mereka sudah menemukan arti hidup yang sebenarnya. Tapi, cobalah lihat aku sekarang, merapi.
Apa aku layak menjadi istimewa di depan manusia, seperti mereka didepanku ?.
Selalu ku lihat terus menerus
tentang puan dan senja itu.
betapa eloknya jingga
menyempurnakan hidup mereka.
Haspira dan senja
penutup kegersangan hari.
aku rindu mereka
mungkin, memejamkan mata
akan meruntuhkannya
November.
Terimakasih untuk 30 harinya, terimakasih atas cerita dengan begitu banyak luka di dalamnya. Sedikit rasa sakit, tetapi diri ini masih bisa untuk melangkah dan tidak ada kata untuk menyerah.
Terimakasih buat hujan di bulan ini, karena telah menemani air mata yang jatuh ke pipi ketika malam hari. Dan juga membasahi dedaunan bersama kelopak mata yang penuh dengan kesedihan.
Diri ini selalu yakin bahwa akan ada bahagia setelah luka, dan akan ada tawa setelah rasa kecewa.
See you November. •‿•
welcome Desember. • ‿ •
Aku suka dengan binar kedua bola mata yang bisa melihat semesta begitu indah.
Aku suka warna warni barisan titik nan mampu menjadi pola penuh makna itu
Aku suka langit biru nan begitu luas dilengkapi hiasan gemintang, rembulan juga mentari di siang hari.
Aku suka sebuah senyuman yang mampu membuatku juga tersenyum.
Aku suka alunan nada yang mampu membuat seisi kepala ku menari nari luluh lantah
Aku suka kata kata yang sedang duduk selonjoran di kertas kertas putih itu, ia punya makna yang mampu membawa aku kedalam dunia yang hanya aku miliki.
Terpenting, aku suka semua rangkaian katamu yang membuatku tersenyum bangga :)
Teruslah berkarya serta abadi dalam imajinasi indahmu