Lanjutannya:
Enggak taunya, next-next novel turun drastis. Baru kusadari, ah, ternyata emang gak segampang itu.
Kadang, aku merasa lucu. Kenapa tulisanku yang "seberantakan itu" bisa rame? Sedangkan novelku yang udah lebih baik tata cara kepenulisannya malah sepi?
Yah, kusadari, aku pun pernah menjadi pembaca. Bisa dibilang, aku seorang pembaca awam. Bukan sastra. Karena emang dulunya aku sukanya komik, bukan novel.
Cerita yang penulisannya berantakan, aku nggak masalah. Karena kebanyakan yang aku baca adalah dialognya. Dan nggak tau kenapa, tulisannya lebih mengalir aja naskah mentah seperti itu ketimbang yang udah dipoles. Saat itu, ya.
Itu juga dikarenakan kebiasaanku, sih. Beda rasa sama sekarang. Sejak aku banyak baca novel (terutama buku ipusnas/cetak yang lebih rapi), seleraku juga berubah. Beda rasa juga.
Kata-kata dalam narasi, detail, itu terasa ajaib di mataku. Yang dulunya males banget baca, sekarang justru yang aku cari. Tapi ya tetep dalam porsi yang pas, ya. Kalau kepanjangan juga ya nggak betah, sih. Tergantung konteks juga.
Ya begitu ajalah sharing kali ini, ehehehe. Yang mau ikut sharing, boleh juga drop ke kolom komentar. Arigatou gozaimasu ^^