Di antara diksi yang kau bawa,
Merajut takdir di lorong mimpi,
Menyentuh bilik sunyi sukma,
Tempat air mata diam terhenti.
Bukan sekadar kisah yang fana,
Namun janji yang telah terukir,
Kau dekap rapuh jiwa manusia,
Dalam alur yang lembut mengalir.
Tanganmu adalah lentera cahaya,
Menyibak kabut yang gelap tersaji,
Mencipta kepingan memori bahagia,
Menjadikan makna 'Kita' layak abadi.
Terima kasih. Aku tenggelam dalam keindahan ceritamu. Dan di sana, aku menemukan cermin yang tak pernah pecah. Cerita 'Kita' yang kamu tulis layak disanjung sampai beribu purnama menyapa senja. Semangat terus, Kak, nulisnya. Kutunggu selalu notifikasi darimu XD