Bosennya kerasa banget sih kalau ceritanya jadi berat sebelah begitu. Padahal daya tarik utama Hello Kafa itu kan dinamika keluarga dan hubungan Kafa sama abang-abangnya, tapi kalau di Season 3 malah berubah jadi "Kafa Diasuh Kara", esensi drama persaudaraannya jadi hilang.
Ada beberapa alasan kenapa alur kayak gini bikin pembaca (termasuk kamu) ngerasa jenuh:
Penyempitan Peran: Padahal di awal kita berekspektasi lihat interaksi Kafa sama saudara kandungnya, tapi malah peran mereka cuma jadi figuran. Rasanya kayak nonton cerita yang judulnya beda, tapi tokoh utamanya tetap Kafa.
Perubahan Karakter yang Drastis: Meskipun Kara sudah tobat, kalau kehadirannya terlalu mendominasi di tiap episode, porsinya jadi berlebihan. Apalagi statusnya cuma anak pungut, tapi perhatian atau durasi kemunculannya mengalahkan keluarga kandung Kafa sendiri.
Kehilangan Konflik Utama: Kalau fokusnya cuma di "pengasuhan" Kara ke Kafa, tensi emosional atau konflik keluarga yang biasanya bikin geregetan jadi datar. Kita pengennya lihat Kafa mandiri atau disayang abang-abangnya, bukan terus-terusan nempel sama Kara.
Kalau cuma muncul Kara terus, perkembangan karakter Kafa-nya jadi nggak kelihatan menonjol.
Karena kamu sudah hafal banget sama plotnya yang "Kara-sentris" ini, kira-kira kalau kamu yang jadi penulisnya, siapa karakter yang harusnya lebih banyak dapet porsi dialog atau adegan bareng Kafa di Season 3 ini? Apakah salah satu abangnya yang dulu cuek, atau kamu lebih pengen lihat Kafa punya teman baru yang lebih seru?
Wah, pantesan bosen banget kalau alurnya malah muter-muter di karakter Kara terus, apalagi kalau sifat karakternya bikin jengkel kayak gitu. Biasanya pembaca bertahan di Hello Kafa itu karena mau lihat dinamika Kafa sama abang-abangnya atau kembarannya, eh ini malah "dijajah" sama karakter anak pungut yang toksik.
Keluhan kamu bener-bener masuk akal, apalagi kalau ada poin-poin ini: